
Orang tua itu terbunuh dengan mudah oleh Reynal membuat para pendekar yang mengepungnya rapat mulai mundur tanpa sadar. Mereka takut jika target selanjutnya adalah dirinya. Reynal tertawa sinis melihat lawannya mundur ketakutan.
“Kalian pengecut! Karena kalian telah datang kemari maka tidak ada dari kalian yang boleh kembali!” Reynal akhirnya sadar, ia telah melihat sifat dari orang- orang yang mengepungnya. Tidak ada yang menimbulkan kesan positif atau baik pada Reynal membuatnya yakin bahwa Ketua Remi bukan hanya ingin bermain tapi juga bermaksud membuat mereka mendapatkan hukuman dari Reynal sendiri.
Bagaimanapun mereka semua adalah para tetua dan tokoh kuat di Akademi Beladiri, ketua Remi tidak dapat memutuskan dana memberikan mereka hukuman dengan status yang dimiliki oleh mereka. Sebab itu satu- satunya cara adalah memberikan mereka perintah untuk melawan Reynal.
“Arrggh!” Seorang tetua dari devisi Formasi juga ikut menjerit ketika Reynal tiba di depannya dan mencekiknya dengan keras.
Dalam sekejap dua telah tewas. membawa teror bagi yang masih hidup sekali lagi. Mereka mulai menyesal untuk mengikuti perintah dari ketua Remi dan ingin segera berlari menyelamatkan hidup mereka yang tersisa.
Tapi sayang, Reynal telah melepaskan niat membunuhnya yang kuat dan mereka semua ditakdirkan tidak dapat lolos dari kematian hari ini. Reynal melesat dengan kedipan dan tiba di salah satu tetua, tangannya dengan cepat mencekik tetua yang bahkan belum sempat menyadari apa yang terjadi sebelum kematiannya.
__ADS_1
Shut! Shut! Shut! Sejumlah tetua yang mengepung Reynal akhirnya secara berurutan terjatuh dan meninggal dengan luka cekikan di leher mereka. Adapun Reynal, ia telah kembali ketempatnya dan berdiri dengan tenang.
Reynal memberitahukan bahwa para legenda harus membantu tetua Yin Yang agar pertempuran dapat dimenangkan dengan lebih cepat.
“Ayo kita musnahkan!” ketua Remi kemudian memimpin para elit Akademi Beladiri untuk menyerang kuasa mutlak yang tersisa. Black Dangger berubah jelek melihat puluhan pendekar dewa yang kuat terbang kearahnya dengan niat pertempuran yang tajam.
Tidak butuh waktu yang lama sebelum Black Dangger di tutupi oleh puluhan pendekar elit Akademi membuat pergerakannya menjadi lebih sulit dan terbatas. Tetua Qin Feng tidak menyia- nyiakan kesempatan ini dan kembali menyerang menggunakan kekuatan formasinya.
Melihat dirinya terluka oleh serangan pendekar dewa biasa membuat Black Dangger meningkat, ditangannya sebuah pisau yang terbuat dari perubahan auranya. Melihat hal ini, Qin Feng dan yang lainnya sedikit tidak siap.
Namun peperangan mengharuskan mereka untuk tetap maju apapun resikonya. Dengan begini tetua Qin Feng bersama dengan 20 pendekar dewa lainnya bersama- sama menggabungkan serangan mereka kepada Black Dangger.
__ADS_1
Adapun Black Dangger, ia tersenyum dingin, dengan pedang aura ditangannya akan sangat mudah untuk membunuh tetua Qin Feng sekalipun.
Reynal tersenyum tipis, ia tahu bahwa perannya sebagai kuasa mutlak akan berakhir hari ini. Jika saja tetua Qing Feng mampu membunuh Black Dangger maka ia tidak perlu melakukannya tapi sayang Qing Feng belum cukup mampu membunuhnya. Bahkan kehidupannya mungkin akan berakhir di tangan kuasa mutlak Black Dangger.
Reynal tiba- tiba melesat menuju kearah Black Dangger, Black Dangger yang melihat hal itu tidak merasa terganggu bahkan berpikir jika Reynal bermaksud ingin membantunya untuk menghadapi pasukan Akademi Beladiri.
Tapi tidak terduga, ia tiba- tiba merasakan sinar dingin melesat kearah punggungnya. Sinar dingin itu sangat berbahaya sebab itu Black Dangger refleks menggunakan kekuatannya untuk melesat menghindari serangan. Namun sayang Black Dangger tiba- tiba merasakan tubuhnya melambat dan kecepatannya menurun sangat drastis.
Black Dangger menoleh ke belakang dan tercengang melihat Reynal tersenyum tipis di belakangnya. Ia melihat Reynal telah siap menusuk punggungnya membuat Black Dangger menyadari bahwa selama ini mata- mata dari Akademi Beladiri tidak lain adalah Reynal.
Sayang sekali ia tidak dapat mengatakan itu pada dunia dan malah harus terbunuh ditangan Reynal sendiri. Mayat dari Black Dangger segera diberi tanda oleh Reynal untuk dihidupkan kembali, ia tahu bahwa dengan bantuan undied Black Dangger dan Black Undied yang ia kumpulkan akan sangat membantu untuk membunuh sang utusan.
__ADS_1
Pihak Akademi Beladiri ikut tercengang melihat Reynal membunuh orangnya sendiri, mereka saling melirik bingung sebelum akhirnya ketua Remi datang di depan Reynal sambil tertawa puas.