
Dalam kamp musuh, lima orang berjubah ungun serta empat
orang berjubah hitam sedang duduk dalam sebuah meja berbentuk lingkaran. Mereka
tidak lain adalah para komandan serta kapten dalam penyerbuan kerajaan Horsox
Multie.
Lima orang yang berjubah ungun tidak lain adalah lima wakil
guild Bunga Dewa yang masing- masing merupakan pendekar dewa lapisan 3 dan 4.
Lalu adapun para berjubah hitam tidak lain adalah perwakilan dari masing-
masing aliansi 4 perguruan besar yaitu perguruan Mata Air, Perguruan Taman Sakti, Perguruan Angin Timur dan
Perguruan Senjata Berat.
Keempat perguruan masing- masing juga mengirimkan para
komandan perang mereka yang tidak kalah hebatnya dengan wakil komandan guiIld
Bunga Dewa. Selain itu keempat perguruan besar juga mengirimkan setidaknya 10
pendekar dewa dibawah panji mereka yang masing- masing menyerang daerah
perbatasan kerajaan Horsox Multie.
Mereka bersembilan sedang melakukan rapat yang membahas
penyerangan utama yang rencananya akan dilaksanakan besok atau dua hari
kedepan. Kedua belah pihak sebelumnya telah memutuskan untuk menyerang secara
terpisah antara daerah perbatasan untuk memecah belah pasukan lawan.
Namun acara perang tidak terduga terjadi, para pasukan yang
berjaga daerah perbatasan seluruhnya mendapatkan serangan tiba- tiba dari
berbagai monster yang berbentuk Humanoid maupun monster sihir dalam jumlah
besar.
Para monster menyerang pasukan mereka yang menyebabkan para
pasukan lawan memiliki waktu untuk mundur dari daerah perbatasan. Walau
__ADS_1
akhirnya para moster dapat dikalahkan dan mereka mendapatkan daerah perbatasan
namun korban dalam serangan juga mencapai angka yang sangat besar.
Selain itu, perubahan acara perang juga mengakibatkan
kesepakatan yang sebelumnya disetujui menjadi tidak berguna. Inilah sebabnya
para komandan sekali lagi berkumpul untuk membicarakan strategi yang akan
diambil.
“Sejauh ini guild Bunga Dewa kami telah kehilangan lebih
dari sepertiga anggota elit serta lebih dari setengah telah kelelahan akibat serangan
monster golem batu itu.” salah satu pria berjubah ungu mengeluh, ia memiliki
tubuh yang pendek serta terlihat seperti seorang penyihir senior.
Disebelahnya seorang pria berjubah hitam dengan tubuh tinggi
besar menatap tajam dirinya, sambil mencibir “Lemah, hanya monster fisik saja
kalian telah begitu kelelahan? Inilah alasannya bahwa guild besar tidak akan
perwakilan dari perguruan Taman Sakti.
Merasa dihina, ia segera melawan balik “Apa?! kau ingin
menghina? Dari sekian banyak monster aneh yang muncul, hanya golem batu yang
paling kuat dan sulit untuk ditangani. Kalian para perguruan besar telah
mengambil jacpot, walau begitu kalian juga tetap menderita kerugian?! Hpmh!
Perguruan apanya? Menghadapi pasukan boneka yang lemah saja tidak bisa!”
Berbeda dengan guild Mata Dewa yang menghadapi para pasukan
golem batu, perguruan Taman Sakti memang menghadapi monster yang paling mudah
yaitu pasukan boneka.
Pasukan ini merupakan pasukan monster terlemah dibawah
kendali pasukan monster Akademi Beladiri. Selain karena dikendalikan oleh
__ADS_1
organisasi menengah dari kota Air Biru, pasukan boneka juga membutuhkan wawasan
serta keterampilan dalam menciptakann monster serta mengendalikannya. Itu
sebabnya sangat mudah untuk menghadapi pasukan boneka Akademi Beladiri yang
masih berwajah baru dalam bidangnya.
Meski begitu, perguruan Taman Surga telah menderita lebih
dari seperempat pasukan karena sebelumnya memandang rendah serangan tiba- tiba.
Mereka tidak mengira bahwa pasukan boneka akan mengerahkan lebih dari tiga ribu
pasukan yang merupakan kelompok terbanyak.
“Jaga mulut kalian!” seorang pria berwajah dingin dari
perguruan Pedang Berat menatap keduanya. Ia terlihat sangat kesal sampai hampir
memukul meja dan menyebabkan meja tersebut patah akibat pukulannya.
Pria berwajah dingin ini tidak lain merupakan seorang
komandan perang dari perguruan Pedang Berat yang dikenal sebagai Raja Pembunuh
di seluruh kekaisaran Humanie. Ia diketahui telah berhasil membunuh lebih dari
seratus komandan musuh dalam sekali gerak setiap pertempurannya.
Prestasinya ini membuat ia sangat dikenal serta ditakuti
oleh banyak pihak, bahkan tetua Parsi juga sangat mewaspadai dirinya. selain
itu dalam rapat ini ia ditunjuk sebagai pemimpin dari pihak aliansi 4 perguruan
besar.
Kedua komandan yang sebelumnya berdebat menjadi diam, mereka
segera mematuhi dan tidak lagi berdebat. Siapa yang bodoh ingin menentang Raja
Pembunuh yang terkenal? Ia mencari mati!
~~
Halo!! Hari ini author ingin ngucapin SELAMAT MERAYAKAN HARI RAYA IDHUL ADHA!! bagi yang merayakan, semoga seluruh rangkaian ibadah kurban kita dapat diberkahi serta diterima oleh ALLAH swt.
__ADS_1
Bagi yang minta Crazy Up ataupun Double Up, Author minta maaf dulu yah karena dalam bulan ini Author tidak memberikan Crazy Up sama kalian tapi jangan bersedih hati soalnya, author udah nyiapin Double Up buat novel To Be Celestial'S Emperor hari ini. jadi tunggu apa lagi? selagi nungguin updatex Dark Game, tidak ada salahnya kan untuk mampir!