
Disebelah barat kota Votum, terdapat sebuah kota kecil yang masih berada pada wilayah provinsi Xilon wilayah kekuasaan Raja Nirwana. Reynal dan Eliza sempat kesulitan ketika memasuki kota tersebut sebab penjagaan yang terdapat disana sangat ketat ditambah anggota guild Raja Nirwana juga berada disana.
Keduanya memilih untuk berjalan- jalan sebentar sambil melihat situasi kota sebelum memulai rencana mereka. Namun entah mengapa perjalanan keduanya kini terhadang oleh kelompok pemuda yang seumuran dengan Reynal memakai baju seragam guild Raja Nirwana.
Awalnya Reynal tidak memperdulikan mereka namun nampaknya keduanya tidak akan di loloskan dengan begitu mudah.
“Kalian bertemu denganku namun tidak memperlihatkan salam hormatmu?!” Salah seorang pemuda yang memiliki energi tingkat Galaksi super mulai membentak Reynal sebelum pandangannya jatuh pada Eliza.
Wajah cantik Eliza mampu membuat Reynal tergerak, begitupula dengan pemuda dihadapannya. Bahkan Reynal dapat melihat senyum mesum terpancar dari pemuda itu ketika menatap rekannya.
Eliza sendiri tidak mendanggapi hal itu, ia dapat dengan mudah membunuh pemuda dihadapannya dalam sekali gerak. Tapi ia tidak begitu terbawa emos, ia menyadari pemuda itu memiliki sedikit kedudukan pada guild Raja Nirwana.
Reynal menyadari hal itu juga, mereka tidak dapat bertindak dengan bebas sebelum mengetahui identitas sesungguhnya. Sebab itu Eliza mengedipkan matanya pada Reynal sambil mengirimkan pesan telepati bahwa ia punya rencana.
__ADS_1
“Tuan maafkan pengawalku yang tidak mengetahui kebesaran tuan” Eliza menundukkan kepalanya sambil mengeluarkan permintaan maafnya.
Dahi Reynal sedikit mengerut, ia terkejut melihat sikap Eliza yang dapat berubah seperti itu. ‘Kemampuan aktingnya akan sangat berguna jika ia hidup di duniaku, mungkin ia akan mengalahkan artis internasional seperti Naomi Scott.'
“Uh tidak apa- apa, perkenalkan nama saya Andre salah satu murid utama dari Halu King, wakil ketua Guild Raja Nirwana.” Pemuda itu menyebutkan dirinya sekaligus beserta dengan identitas gurunya dengan nada bangga.
Raut wajah Reynal dan Eliza berubah. Eliza menjadi lebih pucat dari biasanya, ia sebelumnya berencana untuk membunuh pemuda dihadapannya namun setelah mengetahui latar belakangnya Eliza hanya mampu tersenyum kecut sambil menyesali dirinya harus terlibat dalam urusan yang tidak disukainya ini.
Siapa yang tidak mengenal nama besar dari Halu King, salah satu wakil ketua guild Raja Nirwana yang juga digadang- gadangkan akan menjadi salah satu pemimpin Agung Hell Memoth yang ke dua belas. Keluarga Crow pastinya tidak akan memiliki kekuatan yang besar untuk menghadapi Halu King.
Sejenak ia mengeluarkan Magic Aura Art milikiny membuat rombongan Andre merasa gemetar ketakutan bahkan beberapa jatuh tak sadarkan diri. Melihat beberapa dari mereka tak sadarkan diri, Andre menjadi panik.
“Ada seorang pendekar kuat disekitar sini, aku akan mencari nona dilain waktu.” Andre sedikit terburu- buru, ia meninggalkan Eliza dan Reynal mematung dijalanan.
__ADS_1
“Apa yang kau lakukan? Aku tahu yang dimaksud oleh Andre adalah dirimu” Eliza memicingkan matanya tajam memandang Reynal penuh selidik. Sejujurnya ia ingin berterimakasih sebab Reynal dapat melepaskannya dari urusan yang tidak ia inginkan.
Mendengar pertanyaan memastikan Eliza, Reynal mengangguk pelan sambil memasang senyum yang tidak pernah dilihat gadis itu sebelumnya.
“Kita akan membantai malam ini” sekilas perkataan Reynal sedikit membuat Eliza menjauh namun setelah beberapa saat bola mata Eliza membesar bagaikan telur ayam.
“Kau ingin membunuh Andre?!”
“Kau tahu tidak mudah menemukan tambang emas di kota kecil ini. Setelah kita membunuhnya maka generasi berbakat guild Raja Nirwana akan berkurang begitupula dengan dominasinya dimasa depan. Lagipula ia sepertinya memiliki sifat yang buruk terutama pada wanita, aku tidak suka melihat cara dia memandangmu.”
Eliza mengangguk paham, tidak ia sangka pipinya ikut merona ketika mendengar kalimat terakhir yang dilontarkan oleh Reynal. ‘Apa maksud perkataannya itu?’
“Kau kenapa? Sakit? Mukamu sedikit memerah”
__ADS_1
“Ah itu... aku tidak apa- apa.” Eliza terbata-bata menjawab pertanyaan Reynal. Refleks ia menutup mukanya dengan kedua tangan.