
Hari kedua pelelangan Akademi Beladiri terasa lebih ramai dari sebelumnya, itu yang dirasakan oleh Reynal ketika memasuki panggung lelang untuk memulai acara. Jelas ia melihat beberapa sosok baru yang memiliki kekuatan setidaknya tingkat Galaksi Mega hadir memenuhi area bawah dan tengah yang sebelumnya tidak ditempati.
“Apa cuman perasaanku saja mereka terlihat sedikit berbahaya?”
Reynal tidak menanggapi perasaannya begitu lama, ia memilih untuk memulai lelang dengan menampilkan barang pertama.
Dari telapak tangan Reynal kini muncul sebotol kecil pil berwarna merah.
Reynal mulai menjelaskan bahwa pil tersebut merupakan pil yang baru saja resmi dibuat oleh ahli pembuat pil pada Akademi Beladiri yang penjualannya akan dilakukan secara terbatas dan rahasia.
Reynal menyebutkan bahwa pil tersebut memiliki khasiat untuk menambah umur lima tahun serta menambah kekuatan para pendekar sebanyak dua kali lipat untuk beberapa waktu. Selain itu pil yang saat ini berada ditangan Reynal merupakan pil tingkat tinggi sehingga harganya juga jauh berbeda.
“Bahan dasar dari pil ini berasal dari darah monster tingkat Jendral keatas sehingga wajar jika penjualannya terbatas dan cenderung tertutup. Tapi khusus lelang hari ini kami akan menawarkan kepada tuan- tuan sekalian secara bebas. Untuk harga awalnya kami tetapkan sebesar lima ribu setiap pilnya, dalam botol ini kami memiliki lima buah pil sehingga harganya dalam sebotol berjumlah dua puluh lima ribu koin emas”
Belum selesai Reynal menjelaskan kini perwakilan dari kerajaan Horsox Multie segera menawar sebesar sepuluh ribu setiap pilnya. Namun sayangnya bagi perwakian tersebut sebab ia harus mendapatkan saingan dari beberapa tamu VIP.
__ADS_1
Para guild kecil dan menengah sebenarnya ingin ikut menawar setelah mendengar khasiat dari pil tersebut juga harganya yang tergolong sangat murah namun setelah beberapa tamu VIP mulai menawar membuat mereka mundur perlahan.
Mereka cukup pintar untuk tidak mengusik para tamu VIP yang memiliki kekuatan pastinya dapat menghancurkan guild mereka dalam sekali serang.
“Lima puluh ribu setiap pilnya” kini seorang pendekar petualang yang merupakan sosok pendekar yang baru saja hadir hari itu berani mematahkan penawaran guild Cemara Hijau.
“Berani sekali dia?”
“Eh lihat satu lagi orang bodoh disana”
Beberapa utusan dari guild menengah mulai berbisik- bisik, membicarakan pendekar tersebut. Reynal tentunya tidak membiarkan hal buruk terjadi lagi sehingga ia kembali menjelaskan bahwa setiap pendekar dapat bebas menawar sesuai dengan kemampuannya. Jika memang pendekar tersebut dapat membelinya maka tidak ada yang dapat menentangnya.
Setelah menjelaskan seperti itu para tamu dan peserta lainnya kembali terdiam dan tidak lagi da berkata dan berkomentar apapun. Disisi lain satu hal yang membuat Reynal kurang puas, ia semalam berniat melelang pil tersebut karena khasiat dan kegunaannya yang besar juga mampu membuat keluarga Farma melirik dan menawar pil tersebut.
Reynal sesekali melirik pada sebuah ruangan VIP yang bertuliskan keluarga Farma berharap terdapat penawaran dari dalam ruangan tersebut. Pil itu akhirnya terjual sebanyak tujuh puluh lima ribu koin emas per bijinya yang berhasil didapatkan oleh pendekar tersebut setelah beberapa saat beradu harga dengan guild Cemara Hijau.
__ADS_1
Pil tersebut sebenarnya sangat berharga terutama bagi pendekar yang memiliki kekuatan tingkat Semesta sebab dapat meningkatkan kekuatan mereka sebanyak dua kali lipat dan sangat efektif jika digunakan pada saat pertarungan melawan musuh yang lebih kuat. Namun banyak yang tidak menyadari kegunaan yang sesungguhnya dari pil tersebut kecuali guild dan pihak yang ikut menawar.
Karena pil telah terjual kini Reynal kembali mengeluarkan sebuah gulungan yang berisikan salinan ilmu dan beberapa jurus tingkat tinggi. Ilmu tersebut merupakan ilmu yang dimiliki oleh legenda pedang, Albert.
Albert sebelumnya mengatakan bahwa ilmu pedang tersebut cukup tinggi namun seluruh tahapan dan bagian yang berada disana telah sepenuhnya dikuasai oleh para penjaga Akademi Beladiri yang mendalami ilmu pedang membuat Albert merasa tidak apa- apa untuk menjualnya.
Reynal sebenarnya juga sedikit menguasai ilmu pedang tersebut sehingga ia memilih untuk mencontohkan sedikit gerakan dan jurus yang terdapat disana untuk meyakinkan para tamu undangan.
Reynal dengan pemahaman pedangnya yang terbilang cukup tinggi membuat gerakan dari jurus tersebut semakin lebih bagus membuat para perwakilan dari guild menengah dan besar ikut kagum dan tertarik untuk memilikinya.
Benar saja setelah ia selesai menentukan harga awalnya para perwakilan kini mulai berebut menaikkan harga. Harga ilmu tersebut naik dengan pesat yang awalnya hanya berharga dua puluh ribu kini naik menjadi dua ratus ribu dan terus bertambah.
Beberapa anggota VIP juga terlihat ikut menawar seperti guild Secret God, guild Pedang Emas dan organisasi Pendekar Pedang. Yang mengejutkan walau anggota VIP ikut menawar tidak terlihat sedikitpun rasa takut dan segan pada beberapa pendekar yang berada pada bagian tengah dan bawah.
Mereka malah terlihat lebih semangat untuk menawar membuat guild Secret God melepas penawarannya setelah mencapai angka tiga ratus ribu sedangkan guild Pedang Emas dan organisasi Pendekar Pedang nampak tidak ingin mundur.
__ADS_1
Reynal tersenyum senang, kini ia sedikit mengetahui hal yang menarik para anggota VIP pada hari selanjutnya. Reynal segera mengirimkan pesan pada ketua Remi untuk memerintahkan para legenda menurunkan ilmu tingkat tinggi mereka sekali lagi agar dapat dijadikan bahan lelang untuk hari ketiga sampai hari kelima. Ketua Remi tidak membantah, ia dengan cepat menjalankan tugas yang diberikan oleh Reynal.