Dark Game

Dark Game
147


__ADS_3

Baru saja ia mendapat kebebasannya dari seorang budak namun saat itu ia juga harus ati dalam medan perang di bawah pedang Bruno.


Bruno sangat cepat tiba di depan tetua itu, dengan lambaian kasualnya, pedang andalannya kini menembus dan membuat lubang diantara kedua alis di dahinya. Tetua itu jatuh tergeletak di tanah tak berdaya.


Namun meski lawannya telah tewas, Bruno tidak dapat menghentikan kegilaannya, ia segera melepaskan auranya yang semkin kuat dan mulai menebas ke segala arah tanpa melihat kawan ataupun lawan.


Tetua Dicki mengutuk kesal melihat Bruno yang tidak dapat mengendalikan dirinya. Jika saja ia tidak terlibat pertarungan mungkin tetua Dicki akan segera menahan Bruno begitu ia mulai brutal. Tetua Dicki tahu bahwa ketika Bruno mengaktifkan kekuatannya itu maka ia tidak akan berhenti hingga energi yang ada dalam tubuhnya habis.


Namun tetap saja Bruno adalah pendekar lapisan 4 dan ia memiliki  banyak energi untuk dihabiskan. Untunglah para pendekar Akademi Beladiri mematuhi perintah tetua Dicki dan mundur setelah diperingatkan. Mereka kini sangat beruntung mendengarkan perintah dari tetua Dicki.


Bruno melepaskan banyak sinar pedang yang mampu memotong tubuh seorang pendekar dewa lapisan 3 sekalipun. Dengan sinar tersebut banyak pendekar Hell Memoth yang tidak siap, mereka tidak dapat melarikan diri ataupun berdiri disini.


Tetua Dicki kembali melanjutkan pertarungannya, ia dari awal hingga saat ini memegang keunggulan dan bermain di atas angin. Itu sebabnya pada akhirnya tetua itu masih dibunuh oleh tetua Dicki dengan semua usahanya.

__ADS_1


Bruno akhirnya berhenti setelah energinya habis, ia berlutut tanah dengan kedua tangannya yang tercemar oleh darah pembantaian. Bekas pembantaian masih terlihat dengan jelas oleh Bruno. Ia kemudian berdiri menggunakan bantuan kedua tangannya lalu menaikkan senyumnya keatas.


“Hei, selesaikan dengan cepat! Kita telah mendapatkan misi baru dari ketua!” Tetua Dicki berteriak kesal melihat Bruno yang telah selesai dalam mode pembantaian.


“Hmph!” Bruno hanya mendengus sebagai jawaban, ia kemudian berlalu meninggalkan pertempuran.


Karena pembantaian yng diperlihatkan oleh Bruno pasukan musuh telah lama mundur mmbuat pertarungan telah selesai. Bagian timur telah di ambil alih oleh pasukan Akademi Beladiri.


Sementara itu di sisi barat, Tetua Qin Feng yang menjadi pemimpin Akademi Beladiri. Ia berdiri bersama dengan sejumlah besar anggota devisi formasi dan devisi pasukan monster. Setidaknya jumlah pendekar disana hanya berjumlah Tiga ribu orang, dengan 20 diantaranya merupakan pendekar Dewa.


Pembantaian satu sisi terjadi pada pihak Hell Memoth sampai ketika Black Dangger maju memimpin pertarungan. Black Dangger bertarung menghadapi tetua Qin Feng dan beberapa pendekar dewa lainnya dari Akademi Beladiri.


Walau kekuatan dari tetua Qin Feng hanya setingkat dengan Bruno dan tetua Dicki, namun kemampuannya dalam formasi telah menyentuh Grand Master. Bahkan tetua Yin Yang sendiri memuji Qin Feng karena pemahaman formasinya telah menyentuh jajaran master di dunia Atas.

__ADS_1


Dengan begitu, tetua Qin Feng masih dapat bertarung imbang dengan pendekar dewa Bumi dengan formasinya yang kuat. Ditambah, ia telah pernah berhadapan dengan pendekar dewa bumi sebelumnya dan menderita kekalahan membuat tekad dan kemampuannya semakin ahli.


Kini ia bertekad untuk memenangkan pertarungan dan mengambil kembali kemenangan yang pernah direnggut oleh Black Undied.


Black Dangger juga sedikit terkejut mendapati ia bertarung imbang dengan Tetua Qin Feng. Walau mungkin tetua Qin Feng juga beberapa kali mendapatkan bantuan dari pendekar dewa lainnya, namun kekuatan dari tetua Qin Feng bahkan belum menyentuh lapisan lima namun ia dapat bertarung dengannya seorang pendekar dewa bumi.


Sebelumnya ia percaya akan dapat membunuh tetua Qin Feng, dan menyiksanya terlebih dahulu di depan para pendekar Akademi Beladiri. Namun kini ia sadar bahwa kesempatan itu tidak akan ada lagi.


“Delapan Belas Formasi Serangan!” Tetua Qin Feng melambaikan tangannya, ia membentuk formasi dengan sangat lihai.


Segera sebuah formasi seterang cahaya bersinar di antara Qin Feng dan Black Dangger. Itu sepenuhnya menekan aura jahat Black Dangger dengan mudah.


“Serangan Pertama!” Tetua Qin Feng berteriak, sebuah bola  cahaya keluar dari formasi itu dan melesat menuju Black Dangger.

__ADS_1


“Sial!” Black Dangger dapat merasakan kekuatannya semakin lama semakin ditekan, juga ia dapat melihat bola cahaya itu telah hampir mengenainya.


“Tebasan Liar!” Black Dangger berteriak keras sambil mengerahkan jurusnya.


__ADS_2