Dark Game

Dark Game
135


__ADS_3

Untuk para pendekar, Ketua Remi telah mengerahkan dua ratus pendekar dewa yang 50 diantaranya merupakan pendekar dewa lapisan 3 keatas. Serta 10 ribu pendekar Semesta puncak. Jumlah ini mungkin masih sangat sedikit karena sebagian besar pasukan Akademi Beladiri tengah berada dalam pelatihannya menyerap pusat energi. Setidaknya ada 3 hingga 5 pendekar dewa baru di Akademi Beladiri setiap hari berkat pusat energi tersebut.


Sang Utusan tidak tinggal diam, ia segera memerintahkan para guild yang berada di sekitar untuk mulai melakukan penyerangan pada Akademi Beladiri. Kerajaan Night, guild Seribu Racun, Black Undied, Gunung Beracun, Rumah Bunga Tidur dan Raja Nirnawa secara serentak mendapatkan surat perintah dari Hell Memoth.


Keenam kekuatan utama ini diperintahkan untuk bergabung dan membuat serangan besar pertama . Guild Black Undied adalah yang pertama menerima dan Rumah Bunga Tidur menjadi yang terakhir setuju.


Pertempuran tahap pertama, Hell Memoth mengutus 5 guild besar dan kerajaan Night untuk menyerang. Setidaknya terdapat 100 pendekar Dewa dan enam puluh ribu pendekar Semesta secara total dari gabungan pasukan itu.


Reynal juga diutus untuk mewakili Hell Memoth dengan membawa 30 pendekar dewa dan lima ribu pendekar Semesta. Dengan gabungan pasukan Hell Memoth yang besar, perang pertama sebentar lagi akan pecah.


Untuk kedua kalinya, Reynal berdiri dengan gagah memimpin pasukan Hell Memoth mengepung distrik Akademi Beladiri. Kali ini ia tidak melancarkan serangannya untuk menghancurkan pertahanan sebab sang utusan telah memberinya sebuah jimat.


Jimat itu dapat dengan mudah menghancurkan formasi terkuat Akademi Beladiri untuk saat ini karena itu diisi oleh kekuatan pendekar dewa bumi.. Dengan lambaian tangannya, Reynal melemparkan jimat hitam itu pada formasi pertahanan Akademi Beladiri.


Segera terjadi ledakan yang sangat keras, gelombang kejut berkali lipat dan membuat banyak pendekar Semesta terhempas puluhan kilometer dari tempatnya. Bahkan tetua Parsi dan Fengtian terkejut dengan jimat yang dilempar oleh Reynal.

__ADS_1


Tapi itu tidak membuat mereka berdua lengah, dengan memanfaatkan pasukan Reynal kini terhempas oleh gelombang kejut, Tetua Parsi dan Fengtian dengan cepat mengerahkan pasukannya untuk menyerang.


“Serang!”


“Hancurkan!”


Keduanya berteriak lantang sambil mengeluarkan aura mereka yang kini telah mencapai lapisan kelima. Mereka dengan gagah berani memasuki medan pertempuran.


Tombak tetua parsi dengan cepat menusuk salah seorang pendekar semesta musuh lalu dengan kejam membelanya menjadi dua bagian. Tetua Fengtian juga tidak mau kalah, dengan ratusan pisau lemparnya, ia membunuh setiap pendekar semesta yang menghalangi jalannya. Kedua tetua utama Akademi Beladiri dengan gagah berani membuat jalan untuk pasukan mereka.


Reynal yang melihat itu sedikit kagum dengan keduanya, kerja sama dari tetua Parsi dan tetua Fengtian cukup membuat para pasukannya ketakutan.


“Hmph! Jangan harap kalian bisa mencobanya” Melihat para pendekar musuh bergegas mengepung tetua parsi dan fengtian, para pendekar dewa pihak Akademi Beladiri bagaikan sinar cahaya menghalangi para pendekar dewa musuh.


“Serang!” teriakan keras dari kedua belah pihak.

__ADS_1


Seratus pendekar dewa bertukar serangan demi serangan membuat tempat sekitar menjadi puing- puing tanah tak terbentuk. Reynal menggertakkan giginya, berakting seolah ia sedang marah dan melesat menghalangi tetua Parsi dan tetua Fengtian.


“Tetua Parsi, tetua Fengtian, kita bertemu lagi” ucap Reynal riang melalui komunikasi rahasia.


“Reynal, jimat apa yang kau gunakan itu? Ia dapat menghancurkan pertahanan kita dalam sekali serang” tanya tetua Fengtian.


“Itu adalah jimat yang diberikan oleh sang utusan. Ia menggunakan sebagian besar energinya untuk membuat jimat itu.” jawab Reynal.


“Lalu apakah kau masih punya banyak?”


Reynal menggeleng tanda jawaban, “Saya punya satu dan itu sudah digunakan.”


“Hahaha, itu bagus!” tetua Fengtian dan tetua Parsi tertawa senang.


“Tetua, ini tidak akan mudah. Jika kekuatan Akademi Beladiri hanya seperti ini maka pasukan kalian akan segera kalah.” Reynal berkata setelah menghitung jumlah pendekar yang keluar menyerang hanya berjumlah 10 ribu saja. Itu jauh lebih sedikit dari jumlah pasukan Hell Memoth.

__ADS_1


“Hahaha, Reynal kau mungkin telah menyusun rencana yang hebat selama ini, tapi kami juga memiliki rencana sendiri. Sebaiknya kita mulai bertarung sebelum mereka curiga”  Tetua Parsi tertawa dan mengakhiri obrolan mereka.


Ia kemudian tanpa aba- aba melepaskan auranya yang kuat pada Reynal, tetua Fengtian juga melakukan hal yang sama. Dua aura yang kuat itu segera menekan Reynal hingga membuatnya tidak dapat bergerak.


__ADS_2