
Kali ini Gara memanggil dewa Yama yang dalam mitologi berarti dewa Perang dan Darah. Kekuatannya mencapai Semesta lapisan satu cukup untuk membunuh Witca. Dua serangan besar yang dilakukan oleh Gara membuatnya tidak dapat bertahan dan hancur.
Energi yang dikeluarkan oleh Gara sangat besar, jika saja ia tidak memiliki tongkat sihir saint dan batu kekuatan maka mungkin ia hanya dapat bermain dengan kertas jimat Draco untuk mengalahkan Witca.
Kekuatan Gara berkembang pesat, batu kekuatan ternyata sangat membantunya kali ini.
Parsi terkejut melihat kekuatan Gara yang sesungguhnya. Ia tidak pernah berpikir jika seorang pemuda berkekuatan Bulan lapisan 10 dapat membunuh ksatria Galaksi Awal dengan begitu cepat.
Kedua teman Witca juga sama terkejutnya, Witca adalah seorang ksatria berbakat. Dia dicalonkan menjadi salah satu pemimpin Hell Memoth ketika dirinya masih berada pada Matahari Warna lapisan 3. Mereka bertiga adalah jendral yang ditugaskan untuk melanjutka tugas penting yang telah dilaksanakan selama bertahun tahun.
Witca telah dihabisi, hanya mereka berdua yang tersisa segera saja mereka mengeluarkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk melawan Gara, Parsi dan Draco.
“Dark Magic: Tounari” Draco mencoba mengaktifkan salah satu sihir andalan yang ia miliki. Sebuah cahaya merah kehitaman mencuat dari tongkatnya.
__ADS_1
Cahaya itu merambat melalui celah tanah dan membentuk sebuah medan sihir. Rantai perak segera keluar dari medan sihir Draco dan mengikat seorang jendral. Sihir yang diaktifkan Draco adalah sihir pengikat dan pengambil energi.
Sihir ini adalah salah satu sihir tingkat tinggi, rantai yang dikeluarkan tergantung dari kekuatan pemanggilannya. Semakin tinggi kekuatan yang dikeluarkan maka rantai yang terpanggil akan semakin kuat. Rantai terlemah berwarna merah, hitam, perak, dan yang paling kuat adalah emas.
Jendral tersebut ingin mengeluarkan seluruh tenaganya untuk menghancurkan rantai, namun ketika ia mengeluarkan kekuatannya malah terhisap seperti air.
“Dark Magic : Tian” puluhan rantai berduri tajam kembali keluar dari dalam tanah. Rantai ini memiliki duri yang sangat tajam dan besar.
Seketika rantai –rantai tersebut melesat menuju tubuh jendral dan berhasil mengakhiri hidupnya. Tubuhnya hancur, percikan darah ada dimana- mana serta kepala jendral yang seakan menunjukkan rasa takut dan penyesalan.
Kini hanya tersisa satu jendral yang melawan Parsi. Dengan bantuan beberapa kertas jimat dapat membuat jendral itu terpojok. Segera saja Parsi menarik pedangnya, pedang Golok Api.
Parsi menyerang dengan beringas, seakan tidak ingin memberikan jendral itu nafas walau sedetikpun.
__ADS_1
“Golok Pembakar Dosa” Parsi mengeluarkan jurusnya. Ia memperkirakan jedral itu dapat tewas dengan serangannya kali ini.
Namun jendral tetaplah jendral. Parsi telah salah perhitungan, mana mungkin kekuatan semesta lapisan 3 dapat dikalahkan dengan begitu mudah oleh kekuatan dibawahnya.
Jendral itu mengambil alih serangan, dengan kekuatan Lancer yang dipadukan dengan energi Faith membuat Parsi mendapatkan beberapa serangan. Parsi mengaktifkan kertas jimat disekitar namun tidak lagi berhasil melukainya.
Ia kemudian mengaktifkan Magic Aura serta beberapa skill dewa yang ia pelajari dalam labirin. Tentu saja tujuan Parsi menyembunyikan dan menahan kekuatannya juga untuk mengelabui musuh.
“Sratt”
Tubuh jendral itu terbelah menjadi dua setelah menerima serangan aura yang membuatnya terkena stun lalu mendapatkan serangan bertubi tubi dari pedang Golok Api.
__ADS_1