
Setelah berlari seharian dengan kecepatan penuh yang mereka miliki, membuat kedua penjaga Suci kelelahan dan kehabisan energi. Reynal memahami kemampuannya dalam mengumpulkan dan menyimpan tenaga sekaligus energi sangat berbeda dengan para penjaga Suci yang menemaninya. Sebab itu Reynal menawarkan agar mereka dapat beristirahat pada sebuah kota kecil yang tidak jauh dari tempat mereka saat ini.
Selama perjalanan, Reynal telah berkenalan jauh dengan kedua penjaga Suci Akademi Beladiri tersebut. Keduanya bernama Luck dan Jack, masing- masing dari mereka telah memiliki kekuatan tingkat Semesta lapisan dua membuat kedudukannya pada penjaga Suci tidak terlalu buruk.
Mereka juga termasuk salah satu pendekar yang berkesempatan untuk mendapatkan peningkatan kekuatan oleh Draco bersama dengan tiga puluh penjaga lainnya. Walau begitu, mereka mengatakan jika kekuatan mereka sangat kecil jika dibandingkan para tetua dan petinggi Akademi yang lainnya.
Mereka berniat untuk mengikuti tes menjadi tetua tinggi dan utama tahun depan ketika kekuatan mereka telah mencapai tingkat Semesta lapisan empat.
Keduanya terlihat sangat akrab sebab umur mereka dengan Reynal hanya terpaut lima tahun, Luck sendiri terlihat seperti seorang pendekar dengan tubuh yang sedikit ramping, ia terlihat membawa sebuah pedang pendek yang ia sampirkan pada punggungnya.
Sementara Jack terlihat lebih seperti seorang ksatria daripada seorang pendekar. Tubunya yang besar juga senjatanya menyerupai tombak besar lengkap dengan tameng besar yang terbuat dari baja.
“Kita akan beristirahat disana, penjaga Luck dan penjaga Jack lebih baik memulihkan tenaga kalian. Aku berencana untuk kembali berangkat malam ini, apa kalian tidak keberatan?” ucap Reynal dengan santun. Reynal telah terbiasa untuk selalu berusaha untuk berkata sopan kepada orang yang lebih tua darinya.
__ADS_1
“Tidak apa- apa, kami yakin energi dan tenaga kami telah pulih saat itu.”
Mereka bertiga kemudian memasuki sebuah rumah besar dengan papan nama di depannya bertuliskan penginapan.
Rumah itu tidak terlalu besar namun cukup untuk ketiganya beristirahat. Reynal lalu memesan tiga buah kamar untuknya dan kedua penjaga suci.
“Dua koin perak semalam untuk satu kamarnya tuan” ucap seorang gadis muda yang menjadi penjaga disana.
Reynal memberikan kepada gadis tersebut satu buah koin emas, membuat gadis itu terlihat sedikit bingung.
“Tidak tuan, aku tidak mengatakan ini kurang, tapi aku tidak memiliki kembaliannya...” gadis itu menunduk ketakutan melihat reaksi dari Luck dan Jack yang terlihat mengeluakan sedikit energi mereka. Ia sepertinya tahu tentang pendekar atau ksatria yang memiliki kekuatan, sehingga mendapatkan tekanan seperti itu membuatnya sedikit ketakutan.
“Sudahlah, anggap itu sebagai hadiah dan permohonan maaf dari kami karena telah menakutimu” Reynal menggeleng pelan, ia mengambil alih karena tidak ingin Luck dan Jack berbuat lebih jauh.
__ADS_1
“Terimakasih tuan” gadis pelayan itu menjawab dengan sedikit gemetar, lalu mulai berjalan kedepan “Silahkan, aku akan antar tuan- tuan kekamar” ucapnya.
“Tidak, kami bisa sendiri.” Ucap Luck sedikit ketus membuat gadis itu kembali ketakutan.
“Penjaga Luck, kau tidak boleh begitu padanya!” Reynal berusaha untuk menenangkan gadis itu, namun sepertinya sia- sia. Gadis itu berlari meninggalkan mereka setelah menyerahkan ketiga kunci kamar beserta nomornya pada Reynal.
“Aku tahu kalian ditugaskan untuk menjaga keselamatanku, tapi sepertinya kalian terlalu tegang dan khawatir. Kalian tidak perlu seperti itu pada gadis itu, aku tidak merasakan niat buruk darinya.” Reynal kemudian menyerahkan kunci kamar mereka masing- masing.
Setelah berkata seperti itu, Reynal segera memasuki kamarnya lalu mulai beristirahat, begitupula dengan penjaga Luck dan Jack yang telah bersiap untuk beristirahat sambil mengumpulkan energi mereka perlahan.
Namun belum mereka sempat beristirahat, sebuah teriakan mengagetkan mereka. Teriakan itu seperti teriakan seorang wanita. Reynal merasa suara itu tidak begitu asing ditelinganya. Tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk, Reynal memanggil kedua penjaga Suci untuk membantunya memeriksa apa yang sedang terjadi.
Mereka bertiga segera mencari sumber suara, alangkah terkejutnya Reynal mendapati gadis pelayan itu kini tergeletak tak sadarkan diri. Reynal segera memeriksa keadaanya, untung saja gadis pelayan itu hanya pingsan membuat Reynal hanya sedikit mengalirkan energinya.
__ADS_1
Gadis itu mulai sadar setelah beberapa saat, ia melihat Reynal dan dua orang lainnya. Sementara itu Jack dan Luck mendengar suara pertarungan, asal suara tersebut berasal diluar penginapan. Keduanya segera bergerak keluar untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi.
“Pemipin Suci, kemarilah dan lihatlah ini.” Teriak penjaga Luck pada Reynal.