
Suasana sedikit tegang, tidak banyak pendekar yang berani
bernafas keras. Banyak pendekar yang mengatakan jika kuasa mutlak Black Dangger
tidak menyukai guild Black Undied membuat mereka dibuat untuk saling bertarung
satu sama lain.
“Kalian! Jika satu kata terdengar Lagi hari ini, jangan
harap untuk melihat mayat kalian utuh. Saya tidak pernah mengatur masalah ini,
dan kalian tidak ada yang boleh memfitnah saya!”
Black Dangger sebenarnya takut ketika melihat Black Undied
melihatnya sebab itu ia buru – buru mengelak dan mempersilahkan guild lainnya
untuk mengambil nomor.
Guild besar lainnya mulai mengambil nomor satu persatu,
Reynal segera kembali merilis kekuatan sihirnya untuk mengendalikan bulu
sehingga para ahli yang kuat seperti Jacson akan berhadapan dengan para ahli
lainnya.
Sedangkan untuk pendekar yang lemah mereka terlihat cukup
beruntung dapat mengambil lawan yang setara dengan mereka. Reynal mendapatkan
lawan seorang pendekar yang berasal dari guild Rumah Bunga Tidur.
“Pertandingan dimula!, silahkan para pendekar yang terpilih
untuk segera memasuki panggung pertempuran!”
Reynal bersama dengan pendekar lainnya segera memasuki
puluhan panggung pertempuran yang besar. Panggung tersebut menyita hampir
separuh dari altar inti Hell Memoth.
Pada babak ini, para pendekar harus menjatuhkan lawannya
__ADS_1
untuk melangkah pada tahap selanjutnya. Cidera maupun kematian ditanggung oleh
kedua pihak yang artinya Hell Memoth tidak bertanggung jawab jika salah satu
pendekar mengalami cidera atau kematian akibat pertarungan.
Reynal juga memasuki panggung pertempurannya, di seberang
seorang wanita muda dengan paras yang cukup cantik dengan kulit yang seindah
batu giok berdiri. Ia memakai baju yang sangat minim kain hingga sebagian besar tubuhnya terlihat.
Para lelaki yang ada disana juga menatap wanita itu dengan
tatapan nafsu, Banyak dari mereka diam- diam menjalankan pikiran kotor mereka
sambil menatap wanita pendekar dari guild Bunga Rumah Tidur.
Sambil mengusap wajahnya yang cantik, wanita itu menatap
Reynal. Ia seolah mencoba untuk merayu Reynal. “Sayang, kau sangat tampan! Saya
tidak pernah melihat pemuda yang gagah sepertimu. Jika kau memberiku kesempatan
dan menyerah dalam pertandingan ini maka kau akan kuberikan waktu malam ini
Banyak lelaki yang mendengar perkataan wanita itu menjadi
bersemangat, mereka menoleh dan menatap Reynal yang dikatakan beruntung untuk
mendapatkan kesempatan seperti itu. Mereka menatap Reynal dengan cemburu, berharap
jika mereka yang mendapatkan tempat itu.
Sekuat apapun wanita itu menggoda, Reynal sepertinya tidak
terpengaruh. “Saya menolak! Anda lebih baik meninggalkan tempat ini sebelum kau
tidak dapat lagi merayu laki- laki ******** diluar sana!”
Para penonton terkejut, mereka bahkan mengutuk dalam hati
tindakan Reynal yang tidak mensyukuri nikmat untuk menghabiskan malam dengan
wanita muda itu.
__ADS_1
“Huh, dia menolak tawaran yang bagus!”
“Benar, ia sepertinya tidak bergairah”
“Jangan katakan seperti itu, saya mengenal bahwa beberapa
orang terbukti memiliki penyakit aneh. Mungkin ia salah satunya!”
“Lihat wanita itu! Ia sepertinya dicampakkan, hahaha. Jika
ia ingin bermalam denganku maka saya bisa menyerahkan tempat saya nantinya”
Para penonton berbicara satu sama lain, walau mereka
berbisik namun itu dapat di dengar oleh keduanya.
Wanita itu berteriak marah, “Kau munafik! Kau mungkin belum
tahu siapa saya”
“Siapa? Kau jangan terlalu sombong, sihir pemikatmu tidak
akan mempengaruhi kesadaran saya!” cibir Reynal .
“Saya Lou Shinye, salah satu dari 5 keindahan guild Bunga
Tidur!” teriaknya.
teriakan dari wanita bernama Lou Shinye sedikit mengguncang
penonton, mereka tentu akrab dengan 5 keindahan dari guild Bunga Tidur. Mereka
dikabarkan sangat cantik dan juga kuat, mereka bahkan di rumorkan akan menjadi
wakil guild dalam beberapa tahun kedepan.
Mereka tidak menyangka jika hari ini, salah satu keindahan
Bunga Tidur, Lou Shinye akan bertarung. Mereka semua bersemangat dan penasaran
dengan kekuatan dari Lou Shinye.
Lou Shinye menatapa Reynal dengan tajam, tubuhnya sedikit
gemetar karena marah. “Setelah mendengar namaku, apakah kau akan berlutut
__ADS_1
segera? Sebaiknya kau lakukan itu, jika tidak maka jangan harap untuk hidup
setelah hari ini!”