Dark Game

Dark Game
407


__ADS_3

Suasana sedikit tegang, tidak banyak pendekar yang berani


bernafas keras. Banyak pendekar yang mengatakan jika kuasa mutlak Black Dangger


tidak menyukai guild Black Undied membuat mereka dibuat untuk saling bertarung


satu sama lain.


“Kalian! Jika satu kata terdengar Lagi hari ini, jangan


harap untuk melihat mayat kalian utuh. Saya tidak pernah mengatur masalah ini,


dan kalian tidak ada yang boleh memfitnah saya!”


Black Dangger sebenarnya takut ketika melihat Black Undied


melihatnya sebab itu ia buru – buru mengelak dan mempersilahkan guild lainnya


untuk mengambil nomor.


Guild besar lainnya mulai mengambil nomor satu persatu,


Reynal segera kembali merilis kekuatan sihirnya untuk mengendalikan bulu


sehingga para ahli yang kuat seperti Jacson akan berhadapan dengan para ahli


lainnya.


Sedangkan untuk pendekar yang lemah mereka terlihat cukup


beruntung dapat mengambil lawan yang setara dengan mereka. Reynal mendapatkan


lawan seorang pendekar yang berasal dari guild Rumah Bunga Tidur.


“Pertandingan dimula!, silahkan para pendekar yang terpilih


untuk segera memasuki panggung pertempuran!”


Reynal bersama dengan pendekar lainnya segera memasuki


puluhan panggung pertempuran yang besar. Panggung tersebut menyita hampir


separuh dari altar inti Hell Memoth.


Pada babak ini, para pendekar harus menjatuhkan lawannya

__ADS_1


untuk melangkah pada tahap selanjutnya. Cidera maupun kematian ditanggung oleh


kedua pihak yang artinya Hell Memoth tidak bertanggung jawab jika salah satu


pendekar mengalami cidera atau kematian akibat pertarungan.


Reynal juga memasuki panggung pertempurannya, di seberang


seorang wanita muda dengan paras yang cukup cantik dengan kulit yang seindah


batu giok berdiri. Ia memakai baju yang sangat minim  kain hingga sebagian besar tubuhnya terlihat.


Para lelaki yang ada disana juga menatap wanita itu dengan


tatapan nafsu, Banyak dari mereka diam- diam menjalankan pikiran kotor mereka


sambil menatap wanita pendekar dari guild Bunga Rumah Tidur.


Sambil mengusap wajahnya yang cantik, wanita itu menatap


Reynal. Ia seolah mencoba untuk merayu Reynal. “Sayang, kau sangat tampan! Saya


tidak pernah melihat pemuda yang gagah sepertimu. Jika kau memberiku kesempatan


dan menyerah dalam pertandingan ini maka kau akan kuberikan waktu malam ini


Banyak lelaki yang mendengar perkataan wanita itu menjadi


bersemangat, mereka menoleh dan menatap Reynal yang dikatakan beruntung untuk


mendapatkan kesempatan seperti itu.  Mereka menatap Reynal dengan cemburu, berharap


jika mereka yang mendapatkan tempat itu.


Sekuat apapun wanita itu menggoda, Reynal sepertinya tidak


terpengaruh. “Saya menolak! Anda lebih baik meninggalkan tempat ini sebelum kau


tidak dapat lagi merayu laki- laki ******** diluar sana!”


Para penonton terkejut, mereka bahkan mengutuk dalam hati


tindakan Reynal yang tidak mensyukuri nikmat untuk menghabiskan malam dengan


wanita muda itu.

__ADS_1


“Huh, dia menolak tawaran yang bagus!”


“Benar, ia sepertinya tidak bergairah”


“Jangan katakan seperti itu, saya mengenal bahwa beberapa


orang terbukti memiliki penyakit aneh. Mungkin ia salah satunya!”


“Lihat wanita itu! Ia sepertinya dicampakkan, hahaha. Jika


ia ingin bermalam denganku maka saya bisa menyerahkan tempat saya nantinya”


Para penonton berbicara satu sama lain, walau mereka


berbisik namun itu dapat di dengar oleh keduanya.


Wanita itu berteriak marah, “Kau munafik! Kau mungkin belum


tahu siapa saya”


“Siapa? Kau jangan terlalu sombong, sihir pemikatmu tidak


akan mempengaruhi kesadaran saya!” cibir Reynal .


“Saya Lou Shinye, salah satu dari 5 keindahan guild Bunga


Tidur!” teriaknya.


teriakan dari wanita bernama Lou Shinye sedikit mengguncang


penonton, mereka tentu akrab dengan 5 keindahan dari guild Bunga Tidur. Mereka


dikabarkan sangat cantik dan juga kuat, mereka bahkan di rumorkan akan menjadi


wakil guild dalam beberapa tahun kedepan.


Mereka tidak menyangka jika hari ini, salah satu keindahan


Bunga Tidur, Lou Shinye akan bertarung. Mereka semua bersemangat dan penasaran


dengan kekuatan dari Lou Shinye.


Lou Shinye menatapa Reynal dengan tajam, tubuhnya sedikit


gemetar karena marah. “Setelah mendengar namaku, apakah kau akan berlutut

__ADS_1


segera? Sebaiknya kau lakukan itu, jika tidak maka jangan harap untuk hidup


setelah hari ini!”


__ADS_2