Dark Game

Dark Game
100


__ADS_3

Keempat pemimpin lainnya juga telah menyelesaikan tugasnya tidak lama setelah pemimpin pertama kembali. Dengan itu 3 tetua utama guild Black Undied telah tewas bersama dengan 5 elit guild lainnya.


Setelah kelima pemimpin berkumpul, mereka segera mengerahkan ke 3 ribu pasukan yang mereka pimpin untuk memasuki guild Black Undied. Keributan akhirnya pecah di dalam markas guild. Para anggota mereka melihat 8 pendekar dewa lapisan 4 guild Black Undied meninggal dunia secara tragis dan kejam. Bahkan 3 diantaranya adalah tetua tinggi Black Undied.


Disaat mereka sedang menyiapkan sinyal pada ketua dan elit mereka yang lainnya, terdengar teriakan dan jeritan kematian dari arah depan guild. Para elit yang tersisa segera memimpin jalan menuju sumber teriakan berasal.


Namun tepat ketika mereka melihatnya, mulut mereka tidak bisa menutup. Mereka semua menganga tak percaya melihat pemandangan lebih dari seribu anggota guild mereka tidak berdaya melawan 3 ribu pasukan.


Apa yang terlihat adalah anggota guild mereka tidak melakukan perlawanan dan hanya berdiri diam sambil menunggu kematian menjemput mereka. Adapun 3 ribu pembunuh, mereka dengan kejam menyiksa dan membunuh serta terdapat tawa dan senyum diwajah mereka ketika membunuh.

__ADS_1


“Ini gawat! Cepat pimpin sebagian elit untuk keluar dan mencari bantuan!” seru seorang pendekar dewa lapisan 3 diantara mereka. Ia merupakan yang terkuat sebab itu ia menjadi pemimpin sementara dalam markas guild Black Undied.


“Baik!” para elit mereka juga tidak ragu. Mereka semua menyadari jika tidak bergerak cepat maka giliran selanjutnya dari pembantaian adalah mereka.


Segera sekitar 500 elit tangguh yang terdiri dari 10 pendekar dewa lapisan awal dan 490 pendekar semesta bergerak cepat. Mereka pertama- tama menuju ruangan pengiriman sinyal darurat yang akan terhubung dengan sang kuasa mutlak Black Undied.


Namun tepat ketika mereka membuka pintu ruangan, kelima ratus pendekar terkejut ketika melihat seorang pria bertudung duduk di ruangan itu. Tangannya memegang tongkat sihir saint dan tangan lainnya memegang sebuah batu berwarna hitam.


“Siapa kau?!” seorang dari mereka berteriak khawatir pada Reynal.

__ADS_1


“Humph! Kau tidak layak!” Reynal mengibaskan tangannya seketika pendekar yang bertanya seperti itu tubuhnya hancur berkeping- keping.


Hisst, para pendekar yang tersisa menghisap hawa dingin. Mereka dapat merasakan jika kekuatan dari pendekar misterius itu jauh melebihi perkiraan mereka.


“Sekarang saya dapat memberikan anda semu pilihan. Tinggalkan tempat ini dan kembali bersatu dengan anggotamu yang lainnya. Atau kau bisa meninggalkan hidupmu disini sama seperti dia!” ucap Reynal sambil menunjuk pendekar yang sebelumnya ia bunuh. kelima ratus pendekar menjadi bingung harus melakukan apa.


Lama tidak menunjukkan pergerakan, Reynal mendengus dingin. “Saya tidak memiliki waktu yang banyak untuk menunggu kalian.” Segera Reynal melepaskan aura Magic Art miliknya untuk menakut- nakuti para pendekar yang ada.


Benar saja, mereka ketakutan setengah mati merasakan kekuatan aura yang dilepaskan oleh Reynal. Satu persatu mereka berlari ketakutan meninggalkan ruangan pengiriman sinyal bantuan. Namun diantara mereka juga terdapat yang masih kukuh untuk bertahan.

__ADS_1


Mereka adalah orang yang loyal dengan guild sehingga nyawa mereka tidak lagi mereka pedulikan. Melihat masih ada puluhan yang tersisa, Reynal sedikit terkejut. Sejujurnya ia sangat ingin melihat seberapa besar rasa loyal dan setia dari para anggota guild Black Undied.


“Melihat kalian memiliki sikap yang loyal maka saya akan memberikan kalian kematian yang mudah!” Setelah itu Reynal melambaikan sekali lagi tangannya lalu puluhan bilah cahaya terbang menuju para pendekar guild Black Undied. Bilah udara itu mengandung racun Five Magical Poison dan membuat tubuh mereka seketika mengering, semua sumber vitalitas maupun jiwa mereka kering bersama dengan nyawa mereka yang telah tiada.


__ADS_2