Dark Game

Dark Game
486


__ADS_3

“Kau telah melapisi


dengan sihir kedap suara” Benjamin segera mendecak kesal ketika menyadari


Reynal telah menolongnya.


“Kenapa kau berani


mengatakan identitas aslimu padaku? Kau tidak merasa saya akan menyeretmu


menghadap Kaisar dengan 2 identitas besarmu itu?!”  Tanya Benjamin dengan heran. Ia merasa pemuda


itu semakin menarik.


“Ah itu yah! Mungkin


tuan dapat mengatakannya jika saya memiliki kepercayaan dengan tuan! Tidak sembarang


orang yang dapat saya katakana memiliki sikap seperti anda yang mudah


dipercaya! Saya juga merasa anda tidak akan melakukan hal yang buruk sebab


walau kekuatan anda memang jauh lebih kuat dibandingkan dengan kekuatan yang


saya miliki namun saya memiliki banyak metode dan trik. Anda boleh mencobanya


hari ini” Reynal tertawa pelan.


“Kau benar, hahaha!” Benjamin


ikut tertawa. “Reynal, saya boleh jujur jika saja kau bukan dari Akademi


Beladiri atau Hell Memoth maka saya akan langsung mengangkatmu menjadi seorang


komandan ataupun mentri kerajaan. Saya dapat melihat kau itu cerdas juga


berpengetahuan dan professional. Kadang saya kagum dan ingin bertemu langsung


denganmu. Tapi kini tidak perna saya duga sebelumnya bahwa kita akan bertemu di


depan penginapan kecil”


Reynal mengangguk


pelan, “Mungkin karena takdir ingin membuat kita saling mengenal tuan.


Sebenarnya saja juga ingin merekrut tuan Benjamin untuk menjadi bagian dari


Akademi Beladiri ataupun tetua di pihak wakil Yin, guild Raja Nirwana. Saya kebetulan


sangat membutuhkan orang yang besar seperti anda” Kata Reynal membalas


Benjamin.


Benjamin ingin


mengatakan sesuatu namun keduanya kemudian melihat seorang pelayan yang membawa


nampan berisi pesanan keduanya.


Reynal dan Benjamin

__ADS_1


segera menyantap makanan yang Nampak menggiurkan di depan mereka.


“Oh iya tuan, ada apa


sebenarnya mengapa Pangeran Mahkota ada di penginapan ini? Apakah ia sedang


diusir oleh Kaisar?” canda Reynal.


“Hahaha, mana mungkin


itu terjadi? Kaisar sedang memberikan beberapa misi kekaisaran pada pangeran


Mahkota. Apa kau mau tahu kemana kita akan pergi selanjutnya?”


“Memang kemana tuan?”


“Kekaisaran Orc!” ucap


Benjamin sambil menyantap sesendok nasi penuh sayur.


“Kerajaan Orc? Apakah


kaisar ingin membentuk aliansi dengan mereka?”


Benjamin mengangkat


bahunya seolah mengatakan, ‘Saya tidak tahu’. “Yang pasti itu adalah pangeran


Mahkota dan kaisar yang tahu!”


Mendengar jawaban


Benjamin, Reynal sedikit tahu jika itu adalah misi penting dan sangat rahasia.


~~


Usai makan, Benjamin


Kembali mengajak Reynal untuk berbincang- bincang. Ia sebenarnya sangat


menantikan seorang yang mampu berbincang dengannya dengan sikap yang


ditunjukkan oleh Reynal.


“Saya tidak tahu


mengapa mereka semua jika makan di depanku seperti makan di depan seorang


kaisar saja! Saya tidak ingin mereka kaku dan membuat perbincangan menjadi


bosan. Tapi kau tidak menunjukkan sikap seperti itu, seolah jabatan dan


kekuatan yang saya miliki tidak menjadi penghalang bagimu!” keluh Benjamin.


“Tuan, saya sebenarnya


kagum kepada sikap tuan yang begitu tidak membeda- bedakan semua orang. Sebelumnya


tuan bahkan sudi bersapa dengan saya di depan penginapan menunjukkan sikap tuan


yang tidak pernah memandang orang sebelah mata. Saya jujur mengaguminya.” Balas

__ADS_1


Reynal.


“Lalu alasanmu untuk


memasuki penginapan adalah untuk bertemu dengan pangeran Karlos bukan? Apa kau


memiliki rencana untuk menculik pangeran mahkota atau ingin membunuhnya? Yang


jelas keduanya sangat tidak saya sarankan untuk kau lakukan!”


Reynal tertawa keras


mendengar perkiraan Benjamin. Ia juga memahami mengapa Benjamin berpikir


seperti itu dengannya. “Saya sebenarnya ingin bertemu langsung dengan pangeran


Mahkota dan memintanya untuk menolak pernikahannya dengan putri Rose dari


kerajaan Zein.”


“Oh kenapa? Saya rasa


keduanya sangat cocok jika disatukan!”


“Tuan, sebenarnya


putri Rose adalah teman dekat saya. Sebagai teman dekat, saya mengetahui jika


putri Rose tidak menerima pernikahan ini didalam hatinya. Cuman karena demi


warga dan kerjaannya ia rela untuk berkorban dan menerima takdirnya. Sebagai


teman saya tidak tega melihatnya seperti itu tuan” jelas Reynal.


Ia berharap jika


Benjamin juga melihat dri sisi pandangannya membuat jendral besar itu juga ikut


membantunya mengingat sifatnya yang begitu luar biasa.Namun tidak diduga oleh


Reynal, Benjamin tidak menyetujuinya.


“Reynal, saya mengerti


bagaimana sikapmu dan kepedulianmu dengan putri Rose, saya apresiasi itu. Namun


ini adalah keputusan dari Kaisar, kita tidak boleh menentangnya sebab jika


seorang saja mengatakan tidak setuju maka mungkin kerajaan Zein tidak akan lagi


dilindungi oleh kekaisaran dan menjadi bulan- bulanan faksi Hell Memoth. Kau


pasti mengerti hal itu!”


Reynal mengangguk


dengan sedikit kekecewaan di wajahnya. Rencananya jika Benjamin membantunya


kali ini mungkin ia tidak akan menyusup kekaisaran. Tapi kali ini mungkin ia


akan menyusup ke dalam istanah dan menemui langsung Pangeran Mahkota atau bahkan

__ADS_1


kaisar jika perlu.


__ADS_2