
“Manusia! Kau berani membuat kami berdua, yang bahkan tetua
kekaisaran sekalipun tidak berani untuk memperlakukan kami seperti ini?” ucap
Lomos dengan begitu berani. Dibandingkan dengan saudaranya, Lumos yang berpikir
jernih dan melihat kedepan. Jelas Lomos ini adalah contoh pendekar yang selalu
mengandalkan otot dan tinju untuk menyelesaikan masalahnya.
“Lomos hentikan!” Lumos dengan cepat memerintahkan Lomos
untuk berhenti, namun sepertinya adiknya itu tidak mendengarkan.
Ia menatap Reynal dengan tajam, lalu kemudian kekuatannya
secara bertahap mulai mengembang dan menampilkan tekanan dari seorang dewa
lapisan 3. Jika itu adalah Reynal dua bulan yang lalu maka mungkin ia akan
sedikit kerepotan dengan Lomos namun dalam 2 bulan, kekuatannya telah
berkembang dari lapisan awal ke lapisan 3.
“Lomos cepat berhenti!” Lumos menjadi panik, ia ingin
menghentikan adiknya itu namun kekuatannya jelas sedikit dibawah Lomos. Lumos
tidak mampu menekan adiknya dan segera ia melihat Lomos bergoyang dan bergerak
dengan kecepatan penuh menerjang Reynal. Adapun Reynal, bahkan ia tidak ingin
menggunakan Magic Aura Art.
Reynal bahkan tidak perlu meluangkan waktu untuk Lomos, ia
hanya memetik jarinya pelan lalu kemudian Lomos seketika jatuh dengan wajah
yang pucat. Dapat dilihat ia begitu merasakan sakit yang amat dan dalam.
Lumos, saudaranya dengan cepat membantunya untuk berdiri.
__ADS_1
Namun ia terkejut ketika mendapati tubuh Lomos yang bergetar dan juga sangat
dingin seolah ia sedang ketakutan sekaligus kesakitan. Lumos adalah orang yang
pintar, ia dapat dengan mudah setelah berpikir beberapa saat dan menemukan
Reynal lah yang memberikan serangan ini pada saudaranya.
Waktu Reynal mengalahkan Lumos, ia menggunakan tinju
sehingga Lumos berpikir jika Reynal adalah seorang pendekar petarung namun kali
ini pandangannya sedikit berubah.
“Tuan, tolong selamatkan adikku! Ia adalah orang bodoh, saya
berjanji dimasa depan ia tidak akan berani menyinggung tuan” Lumos dengan cepat
memohon pada Reynal.
Reynal hanya menanggapinya dingin. Ia memetik jarinya sekali
lagi namun kini Lomos telah berhenti bergetar. Meski begitu ia masih jatuh tak
“Bawa dia kembali untuk saat ini! Dan jangan beritahu apapun
dan siapapun masalah hari ini. Juga saya akan memberikan kalian kepercayaan
sekali lagi. Jika kalian sampai membocorkan hal ini bukan hanya Lomos bahkan
kau juga akan menderita setiap hari. Ini ancamanku, jika kau berani
melanggarnya maka hidupmu tidak akan tenang!” Reynal mendengus dingin, ia
kemudian terbang menuju suatu arah dan meninggalkan Lumos yang kini tersenyum
pahit.
Lomus akhirnya membawa adiknya itu untuk pergi dari sana,
bagaimanapun ia sangat khawatir dengan kondisi adiknya itu.
__ADS_1
Disisi lain, Reynal saat ini bersiap untuk menggunakan
sayapnya untuk terbang menjelajahi dunia bawah tanah. Ia ingin menghabiskan
beberapa hari disini untuk mencari pusat energi juga sekalian untuk berlatih
sebab energi yang ada disini bahkan 10 kali lebih baik dari ruangan menara
Latihan.
“Bahkan jika saya tidak mendapatkan pusat energi maka saya
harus bisa dengan mudah naik pada lapisan 4. Saat itu saya akan menggunakan
kekuatan dari Anial untuk mencari pusat energi yang ada disini”
Reynal kemudian terus mencari pusat energi, karena ia
mengandalkan sayap yang ia miliki. Reynal tentu dapat berlatih dengan baik. Ia
perlahan dapat merasakan satu persatu kekuatan yang Ia olah mulai menunjukkan
tanda- tanda ingin naik lapisan.
Dan kemudian tidak terasa, Reynal menghabiskan waktu disana
selama seminggu sampai akhirnya ia mendesah dengan sedikit berat. “Itu hampir
sedikit lagi! Tapi kenapa itu bahkan tidak dapat menembus?”
Reynal tidak bisa untuk tidak mengutuk. Jelas beberapa hari
sebelumnya, ia dapat merasakan perubahan signifikan pada kekuatannya namun
kemudian entah mengapa sehari yang lalu kekuatannya menghilang. Itu tiba- tiba
tidak merasakan momentuk kenaikan.
Namun Reynal bukanlah orang yang mudah putus asa, lalu
bagaimana jika itu menghilang? Ia masih bisa berlatih terus menerus hingga ia
__ADS_1
mampu menjadi kuat untuk mewujudkan tujuannya.