Dark Game

Dark Game
43


__ADS_3

“Manusia! Kau berani membuat kami berdua, yang bahkan tetua


kekaisaran sekalipun tidak berani untuk memperlakukan kami seperti ini?” ucap


Lomos dengan begitu berani. Dibandingkan dengan saudaranya, Lumos yang berpikir


jernih dan melihat kedepan. Jelas Lomos ini adalah contoh pendekar yang selalu


mengandalkan otot dan tinju untuk menyelesaikan masalahnya.


“Lomos hentikan!” Lumos dengan cepat memerintahkan Lomos


untuk berhenti, namun sepertinya adiknya itu tidak mendengarkan.


Ia menatap Reynal dengan tajam, lalu kemudian kekuatannya


secara bertahap mulai mengembang dan menampilkan tekanan dari seorang dewa


lapisan 3. Jika itu adalah Reynal dua bulan yang lalu maka mungkin ia akan


sedikit kerepotan dengan Lomos namun dalam 2 bulan, kekuatannya telah


berkembang dari lapisan awal ke lapisan 3.


“Lomos cepat berhenti!” Lumos menjadi panik, ia ingin


menghentikan adiknya itu namun kekuatannya jelas sedikit dibawah Lomos. Lumos


tidak mampu menekan adiknya dan segera ia melihat Lomos bergoyang dan bergerak


dengan kecepatan penuh menerjang Reynal. Adapun Reynal, bahkan ia tidak ingin


menggunakan Magic Aura Art.


Reynal bahkan tidak perlu meluangkan waktu untuk Lomos, ia


hanya memetik jarinya pelan lalu kemudian Lomos seketika jatuh dengan wajah


yang pucat. Dapat dilihat ia begitu merasakan sakit yang amat dan dalam.


Lumos, saudaranya dengan cepat membantunya untuk berdiri.

__ADS_1


Namun ia terkejut ketika mendapati tubuh Lomos yang bergetar dan juga sangat


dingin seolah ia sedang ketakutan sekaligus kesakitan. Lumos adalah orang yang


pintar, ia dapat dengan mudah setelah berpikir beberapa saat dan menemukan


Reynal lah yang memberikan serangan ini pada saudaranya.


Waktu Reynal mengalahkan Lumos, ia menggunakan tinju


sehingga Lumos berpikir jika Reynal adalah seorang pendekar petarung namun kali


ini pandangannya sedikit berubah.


“Tuan, tolong selamatkan adikku! Ia adalah orang bodoh, saya


berjanji dimasa depan ia tidak akan berani menyinggung tuan” Lumos dengan cepat


memohon pada Reynal.


Reynal hanya menanggapinya dingin. Ia memetik jarinya sekali


lagi namun kini Lomos telah berhenti bergetar. Meski begitu ia masih jatuh tak


“Bawa dia kembali untuk saat ini! Dan jangan beritahu apapun


dan siapapun masalah hari ini. Juga saya akan memberikan kalian kepercayaan


sekali lagi. Jika kalian sampai membocorkan hal ini bukan hanya Lomos bahkan


kau juga akan menderita setiap hari. Ini ancamanku, jika kau berani


melanggarnya maka hidupmu tidak akan tenang!” Reynal mendengus dingin, ia


kemudian terbang menuju suatu arah dan meninggalkan Lumos yang kini tersenyum


pahit.


Lomus akhirnya membawa adiknya itu untuk pergi dari sana,


bagaimanapun ia sangat khawatir dengan kondisi adiknya itu.

__ADS_1


Disisi lain, Reynal saat ini bersiap untuk menggunakan


sayapnya untuk terbang menjelajahi dunia bawah tanah. Ia ingin menghabiskan


beberapa hari disini untuk mencari pusat energi juga sekalian untuk berlatih


sebab energi yang ada disini bahkan 10 kali lebih baik dari ruangan menara


Latihan.


“Bahkan jika saya tidak mendapatkan pusat energi maka saya


harus bisa dengan mudah naik pada lapisan 4. Saat itu saya akan menggunakan


kekuatan dari Anial untuk mencari pusat energi yang ada disini”


Reynal kemudian terus mencari pusat energi, karena ia


mengandalkan sayap yang ia miliki. Reynal tentu dapat berlatih dengan baik. Ia


perlahan dapat merasakan satu persatu kekuatan yang Ia olah mulai menunjukkan


tanda- tanda ingin naik lapisan.


Dan kemudian tidak terasa, Reynal menghabiskan waktu disana


selama seminggu sampai akhirnya ia mendesah dengan sedikit berat. “Itu hampir


sedikit lagi! Tapi kenapa itu bahkan tidak dapat menembus?”


Reynal tidak bisa untuk tidak mengutuk. Jelas beberapa hari


sebelumnya, ia dapat merasakan perubahan signifikan pada kekuatannya namun


kemudian entah mengapa sehari yang lalu kekuatannya menghilang. Itu tiba- tiba


tidak merasakan momentuk kenaikan.


Namun Reynal bukanlah orang yang mudah putus asa, lalu


bagaimana jika itu menghilang? Ia masih bisa berlatih terus menerus hingga ia

__ADS_1


mampu menjadi kuat untuk mewujudkan tujuannya.


__ADS_2