
Jendral Kambing yang kakinya terikat malah menjadi semakin marah, ia mengeluarkan auranya yang sangat mendominasi. “Aura Kambing Gunung!”
Aura itu seolah membuatnya semakin kuat, bahkan pria berotot terkejut. Ini karena auranya bukan hanya membuat Jendral Kambing semakin kuat, itu juga membuat tubuhnya menjadi sangat berotot dan membesar. Bahkan sulur yang menjerat kakinya dapat dengan mudah putus.
Kali ini wanita itu tidak dapat lengah, segera ia kembali mengendalikan ikat rambutnya yang panjang dan berubah menjadi Pedang. Pedang itu sekilas terbuat dari jalinan sulur dan nampak sangat lemah, tapi jangan coba untuk menyandingkannya bahkan dengan pusaka tingkat Artefak.
Pria berotot juga tidak tinggal diam, ia mengayunkan pedangnya yang sangat besar dan menyerang jendral kambing dari arah depan sedangkan wanita bersulur itu akan menyerang dari samping. Jendral Kambing tertawa, ia telah mengaktifkan skill terkuatnya yang membuat anggota tubuhnya sangat kuat. Ia percaya diri menghadapi serangan keduanya.
Pedang besar terjun bagaikan air hujan di depan Jendral Kambing, Jendral Kambing segera menggunakan tanduknya untuk menghalangi pedang itu. Benturan pun terjadi, antara pedang besar dan tanduk bagaikan lempengan besi yang saling gesek itu menimbulkan percikan api.
Pria berotot memiliki wajah yang sedikit berubah, selama ini ketika ia menggunakan pedangnya tidak seorangpun yang dibawah pendekar Dewa lapisan 4 yang dapat menahannya tanpa menggunakan senjata artefak. Selain itu kekuatan yang ia alirkan dapat membuat ratusan lapis baja sekalipun terpotong.
__ADS_1
“Sangat kuat! Tanduknya berbahaya, hati- hati!” Pria besar itu berteriak ketika wanita itu menyerang.
Jendral kambing menggunakan tangannya untuk menghalangi serangan sang wanita, Ditangannya sebuah gada berduri menahan pedang sulur milik sang wanita.
Terlihat tangan sang wanita sedikit bergetar menahan pedang sulurnya, Ia tahu jika kekuatannya jauh dari sebanding dengan jendral Kambing sebab itu ia mengubah metode serangannya. Pedang sulur yang sebelumnya saling bertahan dengan gada berduri kini mulai berubah kembali menjadi sulur yang panjang dan mulai melilit tangan jendral Kambing.
Tidak sampai disana, lilitan itu semakin kuat setiap saat seolah ingin memeras tangan lawannya. Jendral Kambing tidak punya waktu untuk membiarkan hal itu, ia segera menggunakan kakinya untuk menendang sang wanita.
“Sial!” Jendral kambing meraung sangat marah, Jika saja ia tidak menghadapi pendekar berotot yang menggunakan pedang ini dalam waktu yang bersamaan maka pria berotot ataupun wanita sulur itu tidak ada yang menjadi tandingannya.
Darah mulai mengalir di bahu jendral kambing yang kini telah bolong. Adapun wanita itu, ia segera menyerang kembali menggunakan sulur- sulurnya.
__ADS_1
“Jala*ng, tidak akan kubiarkan kau hidup hari ini!” Jendral kambing telah sangat marah ketika tangannya telah dicabut paksa, kini wanita itu kembali menyerangnya membuat dirinya yang telah buntung mengalami kerepotan dalam pertarungan 2 lawan 1.
Meski begitu, wanita dan pria besar itu tidak merasa senang, sebab mereka dapat mengatakan jika mereka telah menggunakan kekuatan penuh namun belum bisa membuat Jendral Kambing terpojok, paling- paling ia hanya kerepotan.
Disisi lain pertempuran, Jendral Macan yang baru saja menghancurkan penghalang kini dihalangi oleh seorang pria dan seorang wanita. Apa yang membuatnya begitu tidak senang adalah pria yang menjadi lawannya menggunakan pakaian wanita dan merias dirinya layaknya wanita.
Adapun wanita pasangannya, itu bahkan memiliki tinggi hanya sepinggang orang dewasa, dengan kacamata besar dan rambut hitam cepaknya.
“Jendral Kambing memiliki lawan yang baik tapi mengapa saya mendapatkan mereka?” Jendral Macan meraung marah.
Mendengar jendral Macan menghina mereka berdua, Pria dan wanita itu segera melakukan serangan. Wanita cebol itu mengeluarkan senjata artefak miliknya yang berupa palu yang sangat besar. Sekilas ia tidak akan bisa mengangkatnya mengingat tubuhnya yang kecil.
__ADS_1
Namun jendral Macan sedikit terpanah ketika melihat wanita cebol itu dengan mudah mengangkat dan mengayun palu besar itu bagaikan sebuah ranting pohon. Jendral Macan tidak tinggal diam, ia menerjang wanita cebol itu menggunakan kuku- kukunya yang tajam.