
Pedang Nyawa berhasil menekan serangan dari Ketua Cia dan Inso, setelah beberapa jurus ia berhasil melukai keduanya dengan parah.
Tak memberi kesempatan untuk keduanya berbalik menyerang, Pedang Nyawa melanjutkan serangannya hingga Inso dan Cia hanya dapat pasrah menerima serangan darinya.
Kelopak bunga mawar putih semakin berguguran, lima kelopak pertama telah gugur. Pedang Nyawa cemas ia tidak dapat menghabisi keduanya sebelum sepuluh kelopak bunga mawar habis berguguran sebab regenerasi dari luka bangsa Undied sangat mengerikan.
Telah berkali kali Pedang Nyawa menyerang dan mengenai keduanya dengan telak dan membuat luka yang cukup parah namun setelah beberapa saat luka tersebut kembali sembuh dan tertutup rapi.
Pedang Nyawa hampir mengeluh dan berteriak kesal, ia telah mengorbankan nyawanya dengan sia sia. Sepuluh menit berlalu dan kini waktunya hanya tersisa sebuah kelopak Pedang Nyawa mendesah pelan, ia menyerah.
Dengan pedang besar yang ia tancapkan ketanah menjadi pijakan dan sandarannya, Pedang Nyawa menghela nafas dan kembali melihat kedua temannya. Ia tersenyum dan cukup bersyukur sebab akhir hidupnya ia dapat bertarung bersama kedua teman lamanya.
~~
Flasback tentang pertemuan ketiganya....
Setelah setahun peluncuran pertamanya, hari ini adalah peluncuran kedua dari Dark Game. Dengan mengeluarkan paket Premium pada pembelian dan setiap biayanya. Statistik pemain kini meningkat pesat setelah peluncuran kedua.
Andi seorang anak direktur besar dari perusahaan semen nasional yang terletak di salah satu kota besar kawasan Indonesia Timur, Makassar. Kehidupannya yang mewah membuat dirinya harus memilih teman pergaulan sehingga jaringan pertemanannya sangat sedikit.
__ADS_1
Pada umurnya yang ke tujuh belas ia hanya memiliki dua orang teman. Andi sangat menginginkan kebebasan namun dirinya setiap hari terkurung dalam rumah, vasilitas yang sangat lengkap membuat dirinya tak perlu lagi keluar rumah.
Merasakan berjalan bebas diluar menjadi salah satu keinginan terbesarnya namun hal itu tidak pernah terjadi.
“Tuan muda” panggil seorang pelayan dari pintu, Andi sedang duduk termenung melihat pemandangan luar dari jendela besar.
“Ada Apa” Ia menduga ayahnya mengirimkan sebuah mainan baru untuknya agar ia tidak lagi meminta untuk pergi keluar.
“Tuan Besar mengirimkan mainan kepada anda” ucap pelayan itu sambil menyodorkan dihadapannya.
“Dark Game?” ucap Andi memperhatikan nama dari perangkat permainan yang dibawa oleh pelayannya.
Andi menghela nafas kesal, selalu saja ayahnya dapat menemukan alasan bagi dirinya untuk tidak keluar dari rumah. Namun walau kesal ia juga sangat penasaran dengan permainan yang kali ini diberikan oleh ayahnya.
Andi menyambungkan perangkat dan mulai mencoba untuk memainkan Dark Game, setelah memakai kacamata penghubung Andi mengucapkan kata mulai.
~~
Telah tiga minggu memainkan permainan Dark Game, Andi merasa telah menemukan dunianya. Ia sangat bahagia ketika kembali terhubung dengan permainan tersebut. Walau ia tidak dapat bergerak bebas di luar rumah namun dalam permainan ini keinginannya terwujud.
__ADS_1
Hari ini ia akan pergi berburu pada sebuah hutan, levelnya saat ini cukup tinggi dengan dilengkapi beberapa ekuipment mahal dan legendaris membuatnya cukup percaya diri memasuki hutan sendirian. Dirinya mengambil kekuatan Sword atau berpedang, dengan bedang besar ditangannya membuat dirinya memilliki kekuatan serangan yang cukup besar.
Andi berjalan dengan sedikit hati hati, ia memperhatikan keadaan sekitar. Suasana hutan cukup tenang membuat perasaan khawatirnya berkurang, namun segera saja sebuah suara mengusik kedamaian hutan.
Dua ekor singa level 70 mengaum dihadapannya, Andi tidak menyangka akan menemui dua ekor singa level seperti itu pada hutan ini. Walau cukup tinggi namun level Andi hanya sebesar 36, dengan kekuatannya sekarang paling tidak ia hanya dapat membunuh salah satu dari kedua singa itu dengan susah payah.
Kedua singa dihadapannya menunjukkan mode siaga dan berganti dengan cepat pada mode serang. Andi berusaha untuk melarikan diri, ia berlari sekuat tenaga namun naas kecepatan larinya tidak sebanding dengan kecepatan singa.
Hanya butuh waktu sebentar saja ia telah kembali dikepung oleh kedua singa, Andi memahami situasinya. Ia mencoba untuk menyerang salah satu dari keduanya, namun setelah bertukar beberapa serangan HP miliknya telah turun mencapai 60% sedangkan singa hanya berkurang 10% dari HP normal.
Andi mengetahui ia akan kalah sebab itu ia kembali menyarungkan pedang besar miliknya dan pasrah untuk dijadikan makanan. Ia akan kembali hidup setelah membayar 1jt dan kehilangan dua level.
Andi pasrah menerima serangan kedua singa, tangannya ia buka selebar mungkin namun ketika kedua singa itu ingin menerkamnya samar samar Andi melihat sebuah anak panah dan tombak mengenai kedua singa.
Kedua singa itu meraung kesakitan sebelum akhirnya tergeletak tak bernyawa, Andi tidak menyangka akan selamat dari kejadian ini. Ia segera mencari keberadaan orang yang membantunya.
__ADS_1