Dark Game

Dark Game
107


__ADS_3

Sementara itu di guild Black Undied yang baru, Dead Eye kesal mendengarkan laporan dari para tetua yang mengatakan jika mereka belum mendapatkan berita ataupun identitas dari sang pelaku. Ini membuatnya sangat frustasi bahkan sampai melupakan rencananya untuk merawat Reynal.


Seorang tetua buru- buru masuk dengan wajah panik. Ia berlutut minta maaf pada Dead Eye membuat para tetua Tinggi dan Dead Eye merasa bingung.


“Mengapa kau terlihat panik?” tanya seorang tetua tinggi disana.


“Tuanku! Bawahan tidak kompeten.” ucap tetua itu.


“Memangnya ada apa?” tanya tetua tinggi itu lagi.


Tetua itu nampak ragu- ragu sejenak lalu kemudian ia memutuskan untuk memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi pada mereka.


“Tuanku, saya adalah salah satu dari 12 tetua menengah yang menjaga tambang kristal dan sumber daya utama untuk guild Black Undied. Hari ini seseorang datang mencari masalah pada kami.”


“Awalnya kami berdua belas berpikir mampu melakukan dan memberikan orang itu pelajaran namun kami tidak pernah menduga jika kekuatan orang itu adalah pendekar Dewa Lapisan 5 yang sangat kuat.”

__ADS_1


“Kami tidak dapat menghentikannya dan segera seluruh tambang dan sumber daya itu dirampok oleh orang itu. Selain itu ia juga memiliki sihir yang sangat luar biasa, dengan kemampuannya ia mampu mengosongkan tambang dalam sekali jalan! Kami sangat takut segera bermaksud untuk melarikan diri dan melaporkan hal ini pada seorang tetua Tinggi.”


“Namun orang itu mengetahui niat kami dan membuat tetua tinggi yang dimintai bantuan tewas dipenggal olehnya. Bahkan 11 saudara saya juga berakhir ditangan orang itu. Diantara kami semua, hanya saya yang dilepas olehnya” Tetua itu menjelaskan dengan ekspresi sedih, marah dan juga takut diwajahnya.


Adapun ke 5 tetua tinggi dan Dead Eye yang mendengarkan terdiam. Mereka sungguh tidak menduga hal ini akan terjadi.


“Ketua, ini mungkin adalah orang yang sama dengan yang menghancurkan markas kita dan juga membunuh banyak saudara kami!” tetua itu berkata.


“Kurang ajar!” Dead Eye juga menyadari hal ini menjadi semakin marah. Ia meminta tetua itu menjelaskan ciri- ciri orang itu.


Tetua itu gemetar ketakutan, ia dapat melihat jika Dead Eye sedang berusaha sekuat tenaga untuk menahan amarahnya. “Tuanku, orang itu memakai jubah hitam, sosoknya sangat misterius! Saya bahkan tidak dapat melihat wajahnya”


Kelima tetua tinggi melihat hal itu hanya bisa menahan nafas mereka. Mereka juga sangat takut dengan kemarahan Dead Eye. Segera Dead Eye memalingkan mukanya pada seorang tetua tinggi yang memiliki rambut merah berdiri.


Tetua yang ditatap oleh Dead Eye bergetar ketakutan. Ia tidak berani menatap Dead Eye.

__ADS_1


“Saya akan memberimu tugas! Kali ini kau harus dapat menyelesaikannya!” Dead Eye berkata.


“Tugas apa itu ketua?” tanya tetua berambut merah.


“Buatlah persiapan untuk acara pameran yang sangat besar. Saya ingin di pameran itu seluruh harta karun yang berharga Black Undied kita disajikan.” ucap Dead Eye.


Awalnya tetua itu berpikir jika Dead Eye akan menyuruhnya untuk mencari sosok yang telah merebut tambang sumber daya. Namun tidak ia duga perintahnya akan begitu mudah.


“Ketua, saya memiliki pertanyaan. Untuk apa kita membuat pameran itu?” seorang tetua wanita kini mengajukan pertanyaannya.


“Jika benar sosok itu menyimpan dendam pada guild Black Undied dan ingin membuat kita menderita kerugian secara terus- menerus maka cara satu- satunya untuk membuatnya datang kemari adalah dengan membuat undangan untuknya.”


“Kita akan membuat pameran harta karun, dan sosok itu pasti akan datang. Setelah itu ia mungkin akan melakukan tindakannya dan mencoba untuk merebut harta karun itu dari tangan kita. Namun sebelum itu, ia juga telah masuk kedalam perangkap yang akan kita buat untuknya”


“Singkatnya, pameran itu hanyalah sebuah kamuflase untuk membuatnya tertarik dan datang kemari. Dan yang sebenarnya itu adalah perangkap yang disiapkan untuknya” Dead Eye menjelaskan.

__ADS_1


Para tetua yang awalnya bingung segera menjadi mengerti. Mereka sungguh tidak menduga jika Dead Eye akan memiliki ide yang cukup cemerlang seperti itu. Segera para tetua mulai memberikan pujian pada Dead Eye mengenai rencananya yang cemerlang.


~~


__ADS_2