Dark Game

Dark Game
469


__ADS_3

Reynal tiba di altar inti Hell Memoth, ia beberapa kali kemari untuk melakukan seleksi pertarungan


pendekar terkuat sehingga Reynal cenderung menguasai medan dan situasi yang ada disana.


Reynal berhasil mengendap- endap memasuki altar Inti Hell Memoth. Walau sempat beberapa kali


diketahui oleh para penjaga namun Reynal dapat membunuh mereka dan menyingkirkan mayatnya dengan cepat.


Tujun Reynal untuk memasuki altar inti lebih dulu adalah untuk mematikan dan merusak sistem formasi


pertahanan yang dimiliki. Reynal melihat sendiri bagaimana formasi dapat menahan serangan dari ribuan monster neraka sebab itu Reynal merasa tidak akan bisa memenangkan pertarungan jika Hell Memoth bersembunyi dibalik penghalang.


Tidak butuh waktu yang lama bagi Reynal untuk sampai di tempat yang ia tuju. Ia kemudian membunuh


seluruh penjaga termasuk 3 pendekar dewa lapisan 2 disana lalu dengan mudah memasuki ruangan tersebut.


Karena fungsi ruangan adalah untuk pusat pengendali pertahanan maka ruangan tersebut cenderung kosong


dan tidak ada yang menjaganya. Tidak ada harta atau sumber daya yang dapat


diambil oleh Reynal disana sehingga ia segera memfokuskan permasalahannya pada formasi.


Formasi yang dipakai tidak lain adalah berupa sebuah cerobong dimana memiliki 3 buah lubang yang


cukup besar. Reynal dapat menduga ketiga lubang tersebut adalah tempat dimasukkannya sumber daya untuk membangkitkan pertahanan.


“Saya akan menggunakan sihir ledakan dibantu dengan energi bantuan batu kekuatan dan kertas jimat penjaga langit mungkin sudah cukup untu menghancurkannya!”


Reynal menyiapkan 10 kertas jimat penjaga langit Bersama dengan tongkat sihir saintnya yang telah terpasang batu kekuatan.

__ADS_1


“Magic Power : Ledakan!”


Energi batu kekuatan mengalir dengan sangat buas menuju 10 kertas jimat penjaga langit. Bersama


kedua energi tersebut membentuk sebuah bola yang bentukna semacam atom yang pelahan terus membesar hingga sebesar kepala manusia.


Reynal sedikit terkejut, namun ia dengan sigap membuat sihir pertahanan terkuat miliknya dan berlindung.


Bang!


Beruntung, Reynal berhasil berlindung kurang dari sedetik sebelum bola ledakan itu meledak dengan


energi yang sangat kuat. Pemuda itu dapat merasakan energi yang sangat kuat menghantam


pengalangnya namun terpantul dan segera menabrak dinding serta atap.


Seakan energi yang mengamuk, Reynal dapat melihat dampak ledakan yang masih terus terjadi hingga


dinding lainnya telah hancur lebur menjadi pasir kecil.


Reynal merasakan ratusan energi menuju kearahnya segera menggunakan sihir teleportasi yang


membutuhkan banyak sekali energi. Untunglah ia memakai tongkat saint dan juga batu kekuatan yang membantunya memenuhi energi untuk melepaskan sihir teleportasi.


Reynalpun berpindah pada sebuah Lorong yang dekat dengan pintu depat altar inti. Reynal dapat


melihat sekitar 100 pendekar Semesta dipimpin oleh 10 pendekar dewa berjaga disana. Ia tersenyum tipis sebelum menggunakan sihir ledakan untuk yang kedua kalinya.


Tapi kali ini ia tidak akan meledakkan formasi atau apapun melainkan meledakkan pintu gerbang agar

__ADS_1


pasukan undied yang telah ia kerahkan diluar gerbang dapat memasuki Hell Memoth dengan mudah.


“Magic Power : Ledakan!”


“Magic Power : Elemental Fire - Cincin Api!”


Reynal tidak melepaskan sihir ledakan saja melainkan juga sihir elemen yang paling ia sukai.


Sebab sihir elemen selain memadukan antara kekuatan Mage dan Elemental, ia juga dapat membuat berbagai bentuk serangan yang baru setiap harinya.


Kali ini ia menggunakan cincin api untuk membakar musuh yang berada di dekatnya. Cincin api


tesebut perlahan membesar lalu membakar semua pendekar yang dilewatinya tanpa terkecuali.


Para pendekar Semesta tidak berkutik namun pendekar Dewa yang merasa memiliki kekuatan segera mencoba


menghentikan cincin api namun sayang sekali walau mereka Bersatu namun api tidak pernah padam.


Akhirnya salah satu pendekar dewa terkena cincin api, ia mengeluh dan berteriak kesakitan. Teman-


temannya yang lain melihat hal itu segera merinding dan ketakutan. Mereka


kemudian menatap seoang pemuda yang berdiri di tengah pusat api tanpa terbakar dengan senyum licik di wajahnya.


Sihir api telah membakar banyak pendekar yang dimiliki oleh Hell Memoth yang menjaga pintu


depan. Walau tidak hampir setengahnya namun cukup untuk mengurangi mental musuh.


Sihir Ledakannya ternyata juga berhasil menghantam pintu depan hingga pintu tersebut hancur

__ADS_1


berkeping- keeping Bersama dengan beberapa meter dinding disekitar roboh dan


hancur menjadi pasir.


__ADS_2