Dark Game

Dark Game
117


__ADS_3

“Ini adalah buku kuno yang saya maksudkan. Walau itu hanya setengahnya namun saya rasa itu masih memiliki kegunaan yang besar” Reynal memberikannya pada Dead Eye.


Dead Eye yang baru saja mengambil buku kuno dari Reynal dengan tidak sabar membuka dan membaca isinya. Halaman per halaman, lembar per lembar ia baca, beberapa raut wajah Dead Eye berubah senang beberapa saat kemudian terlihat raut wajah Dead Eye bingung.


Reynal tersenyum tipis, ia tidak lagi memperhatikan Dead Eye dan segera kembali pada tempat duduknya. Apa yang membuatnya sedikit khawatir saat ini adalah keadaan pasukan undiednya.


Untunglah ketika Reynal  mengecek keadaan mereka, terlihat mereka hampir berhasil merampas kekayaan dari Black Undied.


~~


Pameran Black Undied akhirnya selesai, para tamu undangan termasuk Reynal telah kembali, kini hanya tersisa Dead Eye dan Black Undied beserta 5 tetua besar yang tersisa. Mereka saling bergantian membaca dan memahami isi dari buku kuno.

__ADS_1


“Dead Eye, sungguh kekayaan bagi kita untuk mendapatkan sebuah pecahan buku kuno hari ini!” Black Undied terlihat sangat gembira setelah melihat sendiri isi dari buku kuno yang nampaknya penuh dengan makna dan pencerahan.


Dead Eye mengangguk, “Saya tidak menyangka jika Black King akan bertindak bodoh hari ini, ia bahkan memberikan kita buku kuno yang berharga ini dengan sumber daya” Dead Eye tertawa.


“Ketua, kau benar! mungkin saya Black King telah putus asa dalam memahami buku kuno ini dan sebab itu ia melepaskannya hari ini dengan harga yang cukup tinggi” Seorang tetua berkata.


Disaat perbincangan semakin menarik, seorang penjaga sekali lagi masuk dan memotong suasan penuh kegembiraan itu. Penjaga itu terlihat sangat parah, tangan kirinya telah buntung bersama dengan kaki kanannya. Jika saja ia bukanlah pendekar Semesta maka mungkin ia akan tewas.


“Sementara kita melakukan pameran, Akademi Beladiri sekali lagi merampok kita! Mereka bahkan mengambil seluruh harta berharga yang kita miliki!” Seorang tetua mengutuk keras.


Mereka semua tahu apa akibat dari masalah ini, Jika sebelumnya mungkin mereka hanya akan marah namun kali ini mereka benar- benar terkunci. Bagaimanapun mereka telah habis- habisan sumber daya untuk membayar Black King untuk sebuah buku kuno.

__ADS_1


Sumber daya yang mereka berikan jelas merupakan pondasi inti dari kekayaan guild Black Undied sedangkan harta berharga yang dicuri oleh Akademi Beladiri adalah kekuatan financial guild. Mereka kehilangan keduanya hari ini membuat mereka sudah pasti akan mengalami krisis keungan dan kemungkinan terburuknya, mereka akan turun tingkat menjadi guild menengah.


Untuk guild Black Undied yang merupakan guild Besar selama bertahun- tahun lamanya, turun tingkat adalah sesuatu yang tabu dan terlarang bagi mereka.


“Sial!” Dead Eye kini tidak lagi memiliki nafsu untuk melihat buku kuno, ia dengan cepat berangkat menuju Hell Memoth untuk meminta bantuan bersama dengan Black Undied.


Sementara itu Reynal telah sampai pada tempatnya di sebuah daerah terlarang Hell Memoth. Terdapat gunung maupun danau buatan disana dengan sebuah rumah kecil yang melayang ditengahnya.


“Hari ini pondasi guild Black Undied telah hancur. Mereka pasti akan pergi menghadap sang utusan untuk meminta bantuan. Sang utusan pastinya akan memberikan mereka pinjaman dari sumber kekayaan altar yang dijaga oleh Black Undied. Saat itu rencana selanjutnya akan dimulai” Reynal tersenyum dingin sambil menganalisis kejadian yang akan terjadi berikutnya.


Reynal kemudian memanggil seorang murid kepercayaannya, ia memberikan semua sumber daya dan harta berharga yang ia dapatkan hari ini, “Berikan ini pada Poison King! Katakan padanya untuk menyimpan harta ini sebagai tambahan keuangan bagi organisasi tentara pembunuh”

__ADS_1


Setelah mengirimkan muridnya pergi, Reynal memutuskan untuk pergi ke guild Raja Nirwana, tepatnya untuk istana tersembunyi miliknya ada disana.


__ADS_2