
Jauh ribuan mil dari ujung lembah pelangi, di kota Air Biru
tengah melakukan status siaga tingkat tinggi. Akademi Beladiri telah
mengumumkan dirinya sebagai salah satu perguruan besar di Humanie Empire.
Kabar tersebut diperkuat dengan munculnya tetua Utama
Akademi Beladiri, Parsi dan Fengtian telah resmi menjadi pendekar Dewa. Selain
itu dikabarkan pula pondasi dari Akademi Beladiri semakin kokoh sebab
penghancuran puluhan perguruan tingkat 2 dan 3 setiap harinya.
Hal ini tentu mendapatkan respon yang berbeda- beda baik
pada pihak kekaisaran maupun pihak persekutuan perguruan di Humanie Empire. Namun
nampaknya entah itu dukungan maupun kritikan tidak menjadi faktor yang dipedulikan
oleh Akademi Beladiri saat ini.
Pihak Kekaisaran dengan mengirimkan langsung seorang kasim
kerajaan kepercayaan pangeran mahkota. Ia membawa lebih dari tiga puluh peti
emas yang masing- masing berisi 2 juta koin emas serta dua puluh peti yang
berisi senjata tingkat Artefak dan beberapa tingkat Bintang.
Kasim tersebut menyebutkan bahwa kekaisaran mengucapkan
selamat kepada Akademi Beladiri karena telah resmi memasuki sebagai salah satu
faksi besar dunia Soun. Tentu setiap faksi besar tersebut memiliki prestise dan
kekuatan yang besar yang akan menjadi pilar keseimbangan Humanie Empire.
Sebelum Akademi Beladiri menjadi faksi besar, Humanie Empire
memiliki lebih dari 100 faksi besar atau lebih tepatnya 109 faksi besar yang
terdiri dari dua puluh perguruan besar, lima belas keluarga besar dan sisanya
dipegang oleh guild dan organisasi.
Masuknya Akademi Beladiri menggenapkan jumlah faksi besar
sebanyak 110 kelompok yang tersebar dalam tiga kerajaan yang tersisa.
“Ketua Remi, saya membawa pesan khusus dari pangeran
mahkota” Kasing kerajaan memulai pembicaraan pribadinya membawa alasan lain.
Ketua Remi tentu mengetahui apa yang ingin mereka bicarakan
__ADS_1
sebab itu raut mukanya berubah menjadi lebih dingin dan beberapa kali tersorot
rasa kecewa.
“Bicaralah!”
Kasim awalnya terlihat ragu, bingung untuk memulai dari
mana. Namun setelah pertimbangan yang singkat ia mulai berbicara.
“Ketua, seperti yang diketahui saat ini keadaan dan gejolak
dalam kekaisaran semakin tinggi ditambah lagi konflik yang dihadapi oleh Akademi
Beladiri saat ini membawa dampak lebih jauh pada kami. Sebab itu kami
memutuskan untuk....”
Ketua Remi semakin kecewa dari waktu kewaktu mendengar
penjelasan Kasim. Pangeran Mahkota ingin melepas ikatan aliansi yang telah
dibangun oleh kedua pihak secara sepihak dan tanpa perumusan dari pihak
lainnya.
Ketua Remi saat ini membutuhkan dukungan khusus pihak
kekaisaran dalam menghadapi keempat perguruan besar dengan begitu Akademi
Beladiri tidak akan menderita tuduhan yang menjelekkan kedepannya.
itu. Bukannya mendukung, pihak kekaisaran memutuskan hubungan aliansi diantara
mereka. Ketua Remi menghela nafasnya berat, ia tahu ini akan menjadi pukulan
hebat.
“Saya ingat dahulu pangeran Alex datang pada kami dengan
ucapan manis dan memohon dengan penuh kesan.” Ucap Ketua Remi dingin dan datar.
“Pangeran Alex meminta bantuan kami untuk memberantas
pemberontakan lalu kami menyetujui bahkan mendukungnya secara penuh” Nada ketua
Remi semakin mengeras, wajahnya dingin dan ucapannya yang terlihat sangat
menyinggung sang kasim.
“Ketua Remi, itu..” Sang Kasim tidak percaya ketua Remi akan
mengatakan hal tersebut padanya, alih- alih menerima dengan lapang dada, ketua
Remi malah menyinggungnya lebih lanjut.
__ADS_1
“Kenapa? Apa ucapanku salah?! Kalian pikir hubungan Aliansi
seperti seutas benang yang dapat diputuskan kapan saja dan disambungkan dimana
saja?! Apa kalian pikir resiko yang kita terima dahulu ketika menerima
permintaan pangeran Alex?!... Tentu saja kalian tidak mengetahuinya, kalian
pihak kekaisaran hanya menginginkan untung tanpa memandang rugi.”
Ketua Remi tidak lagi bisa menahan posisi duduknya yang
nyaman, ia berdiri dengan tegas sambil menunjuk sang kasim yang kini terlihat
tidak berdaya dihadapannya.
“Disaat kami sekarang ini membutuhkan uluran tangan
kekaisaran, kalian semua dengan wujud asli memutuskan aliansi tanpa pikir
panjang. Apa kalian tidak melihat prospek yang lebih jauh dari ini?! baiklah
kalau kalian ingin aliansi diputuskan maka kami akan mengatakan sejak pihak
kekaisaran memiliki niat seperti ini kami Akademi Beladiri telah memutuskan
hubungan aliansi dengan kalian Brengs*k!!”
“Tapi kupikir Akademi Beladiri mendapat manfaat dari itu. kalian
tidak bisa seperti itu! kekaisaran membantu kalian naik sampai sekarang ini.
Tanpa bantuan kami kalian tidak berdaya!” kata- kata kasim sangat menusuk ketua
Remi, membuat wanita itu tidak dapat berpikir lebih jauh.
Ketua Remi melempar sang kasim dengan mudahnya menuju pintu
keluar Akademi Beladiri bersama dengan para pengikutnya. Sang kasim tidak dapat
melawan ataupun menahan ketua Remi, ia hanya bisa pasrah menerimanya dengan
hati yang telah menggelap.
“Kalian berani memperlakukan utusan kekaisaran seperti
ini?!” salah seorang pelayan sang kasim mulai mencoba untuk melawan. Jelas
menurutnya ia sangat tidak pantas untuk mendapatkan perlakukan seperti ini
mengingat ia disini sebagai utusan kekaisaran.
“Saya memperlakukan orang sesuai dengan prilakunya
sendiri. Kalian tidak layak menerima penerimaan kami baik sekarang maupun
__ADS_1
dimasa depan. Masa lalu adalah bentuk kesalahan lain.” bentaknya sambil
memerintahkan para penjaga kota untuk mengusir mereka.