Dark Game

Dark Game
304. Utusan Kekaisaran


__ADS_3

Jauh ribuan mil dari ujung lembah pelangi, di kota Air Biru


tengah melakukan status siaga tingkat tinggi. Akademi Beladiri telah


mengumumkan dirinya sebagai salah satu perguruan besar di Humanie Empire.


Kabar tersebut diperkuat dengan munculnya tetua Utama


Akademi Beladiri, Parsi dan Fengtian telah resmi menjadi pendekar Dewa. Selain


itu dikabarkan pula pondasi dari Akademi Beladiri semakin kokoh sebab


penghancuran puluhan perguruan tingkat 2 dan 3 setiap harinya.


Hal ini tentu mendapatkan respon yang berbeda- beda baik


pada pihak kekaisaran maupun pihak persekutuan perguruan di Humanie Empire. Namun


nampaknya entah itu dukungan maupun kritikan tidak menjadi faktor yang dipedulikan


oleh Akademi Beladiri saat ini.


Pihak Kekaisaran dengan mengirimkan langsung seorang kasim


kerajaan kepercayaan pangeran mahkota. Ia membawa lebih dari tiga puluh peti


emas yang masing- masing berisi 2 juta koin emas serta dua puluh peti yang


berisi senjata tingkat Artefak dan beberapa tingkat Bintang.


Kasim tersebut menyebutkan bahwa kekaisaran mengucapkan


selamat kepada Akademi Beladiri karena telah resmi memasuki sebagai salah satu


faksi besar dunia Soun. Tentu setiap faksi besar tersebut memiliki prestise dan


kekuatan yang besar yang akan menjadi pilar keseimbangan Humanie Empire.


Sebelum Akademi Beladiri menjadi faksi besar, Humanie Empire


memiliki lebih dari 100 faksi besar atau lebih tepatnya 109 faksi besar yang


terdiri dari dua puluh perguruan besar, lima belas keluarga besar dan sisanya


dipegang oleh guild dan organisasi.


Masuknya Akademi Beladiri menggenapkan jumlah faksi besar


sebanyak 110 kelompok yang tersebar dalam tiga kerajaan yang tersisa.


“Ketua Remi, saya membawa pesan khusus dari pangeran


mahkota” Kasing kerajaan memulai pembicaraan pribadinya membawa alasan lain.


Ketua Remi tentu mengetahui apa yang ingin mereka bicarakan

__ADS_1


sebab itu raut mukanya berubah menjadi lebih dingin dan beberapa kali tersorot


rasa kecewa.


“Bicaralah!”


Kasim awalnya terlihat ragu, bingung untuk memulai dari


mana. Namun setelah pertimbangan yang singkat ia mulai berbicara.


“Ketua, seperti yang diketahui saat ini keadaan dan gejolak


dalam kekaisaran semakin tinggi ditambah lagi konflik yang dihadapi oleh Akademi


Beladiri saat ini membawa dampak lebih jauh pada kami. Sebab itu kami


memutuskan untuk....”


Ketua Remi semakin kecewa dari waktu kewaktu mendengar


penjelasan Kasim. Pangeran Mahkota ingin melepas ikatan aliansi yang telah


dibangun oleh kedua pihak secara sepihak dan tanpa perumusan dari pihak


lainnya.


Ketua Remi saat ini membutuhkan dukungan khusus pihak


kekaisaran dalam menghadapi keempat perguruan besar dengan begitu Akademi


Beladiri tidak akan menderita tuduhan yang menjelekkan kedepannya.


itu. Bukannya mendukung, pihak kekaisaran memutuskan hubungan aliansi diantara


mereka. Ketua Remi menghela nafasnya berat, ia tahu ini akan menjadi pukulan


hebat.


“Saya ingat dahulu pangeran Alex datang pada kami dengan


ucapan manis dan memohon dengan penuh kesan.” Ucap Ketua Remi dingin dan datar.


“Pangeran Alex meminta bantuan kami untuk memberantas


pemberontakan lalu kami menyetujui bahkan mendukungnya secara penuh” Nada ketua


Remi semakin mengeras, wajahnya dingin dan ucapannya yang terlihat sangat


menyinggung sang kasim.


“Ketua Remi, itu..” Sang Kasim tidak percaya ketua Remi akan


mengatakan hal tersebut padanya, alih- alih menerima dengan lapang dada, ketua


Remi malah menyinggungnya lebih lanjut.

__ADS_1


“Kenapa? Apa ucapanku salah?! Kalian pikir hubungan Aliansi


seperti seutas benang yang dapat diputuskan kapan saja dan disambungkan dimana


saja?! Apa kalian pikir resiko yang kita terima dahulu ketika menerima


permintaan pangeran Alex?!... Tentu saja kalian tidak mengetahuinya, kalian


pihak kekaisaran hanya menginginkan untung tanpa memandang rugi.”


Ketua Remi tidak lagi bisa menahan posisi duduknya yang


nyaman, ia berdiri dengan tegas sambil menunjuk sang kasim yang kini terlihat


tidak berdaya dihadapannya.


“Disaat kami sekarang ini membutuhkan uluran tangan


kekaisaran, kalian semua dengan wujud asli memutuskan aliansi tanpa pikir


panjang. Apa kalian tidak melihat prospek yang lebih jauh dari ini?! baiklah


kalau kalian ingin aliansi diputuskan maka kami akan mengatakan sejak pihak


kekaisaran memiliki niat seperti ini kami Akademi Beladiri telah memutuskan


hubungan aliansi dengan kalian Brengs*k!!”


“Tapi kupikir Akademi Beladiri mendapat manfaat dari itu. kalian


tidak bisa seperti itu! kekaisaran membantu kalian naik sampai sekarang ini.


Tanpa bantuan kami kalian tidak berdaya!” kata- kata kasim sangat menusuk ketua


Remi, membuat wanita itu tidak dapat berpikir lebih jauh.


Ketua Remi melempar sang kasim dengan mudahnya menuju pintu


keluar Akademi Beladiri bersama dengan para pengikutnya. Sang kasim tidak dapat


melawan ataupun menahan ketua Remi, ia hanya bisa pasrah menerimanya dengan


hati yang telah menggelap.


“Kalian berani memperlakukan utusan kekaisaran seperti


ini?!” salah seorang pelayan sang kasim mulai mencoba untuk melawan. Jelas


menurutnya ia sangat tidak pantas untuk mendapatkan perlakukan seperti ini


mengingat ia disini sebagai utusan kekaisaran.


“Saya memperlakukan orang sesuai dengan prilakunya


sendiri. Kalian tidak layak menerima penerimaan kami baik sekarang maupun

__ADS_1


dimasa depan. Masa lalu adalah bentuk kesalahan lain.” bentaknya sambil


memerintahkan para penjaga kota untuk mengusir mereka.


__ADS_2