Dark Game

Dark Game
108. Balai Pengobatan


__ADS_3

Sesuai rencananya Brian bersama dengan ayah angkatnya Rider Fire menuju balai pengobatan di pusat kota. ketika mereka berdua melangkah ke pintu masuk seorang wanita tua menghadang keduanya.


Wanita itu memperhatikan Brian dan Rider Fire dengan seksama sebelum mengusir keduanya dengan kasar.


“Aku memiliki uang, tolong sembuhkan ayahku” Brian bersujud dihadapan wanita tersebut ketika mengetahui mereka berdua tidak diizinkan untuk memasuki balai pengobatan.


Bukan tanpa sebab wanita itu mengusir keduanya sebab Brian dan Rider Fire memakai pakaian yang sangat kotor dan terlihat banyak tambalan. Bau keduanya juga sedikit tidak sedap, wanita itu tidak ingin membuat balai pengobatan mendapat protes keras jika memasukkan mereka berdua.


Wanita itu menggerakkan kakinya yang saat ini di peluk oleh Brian dengan keras. Wajah wanita itu kian memburuk membuatnya tak segan menampar dan memukuli Brian dengan keras. Rider Fire tentu tidak terima dengan hal itu namun kekuatannya tidak cukup kuat saat ini sehingga hanya memohon untuk melepaskan Brian.

__ADS_1


Wanita tua itu akhirnya melempar Brian kasar hingga mendarat didekat pintu masuk Balai Pengobatan. Ia tidak peduli lagi pada mereka berdua lalu pergi meninggalkan Brian yang masih terbaring penuh luka di lantai.


Brian mendapatkan beberapa pukulan membuat beberapa bagian tubuhnya sakit dan tak dapat digerakkan. Bagi seorang pendekar tingkat Galaksi sekalipun akan kesusahan menyembuhkan kedua kakinya sembuh dengan baik apalagi Brian yang hanya seorang anak kecil dengan kekuatan tingkat bumi lapisan awal.


Untung saja ia memiliki kekuatan api yang dapat menyembuhkan luka luarnya dalam sekejap namun dengan luka dalam yang ia terima membuat kenaikan tingkatnya akan semakin sulit.


Rider Fire segera menggendong Brian, ia tidak lagi memperdulikan penyakitnya lalu mulai berjalan keluar balai pengobatan namun jalannya lagi lagi dihentikan oleh seorang dari jauh. Rider Fire seperti berusaha mengingat wajah pemuda yang menghalangi jalannya.


Rider Fire akhirnya mengetahui nama pemuda tersebut bernama Reynal. Reynal menjelaskan bahwa dirinya memang belum pernah bertemu dengan Rider Fire namun terlihat keduanya memiliki beberapa ikatan batin untuk saling merasakan setelah berkenalan lebih dekat dengan Reynal.

__ADS_1


Tidak hanya Rider Fire yang memiliki perasaan tersebut melainkan Reynal juga merasakan hal menyenangkan bersama Rider Fire. Sosok Rider Fire menjadi seorang ayah yang baik, tegas, serta bertanggung jawab dan berusaha semampunya berbuat lebih banyak lagi.


Reynal merasa cukup nyaman berada didekat Rider Fire. Ia juga dapat merasakan bahwa Rider Fire memiliki kekuatan yang tidak kalah dengan Reynal yaitu Matahari Matahari Warna. Rider sebenarnya mampu meningkatkan kekuatannya menjadi tingkat Galaksi namun dengan kondisinya sekarang serta beberapa alasan membuat dirinya harus terpuruk seperti hari ini.


Ditambah lagi ia harus mengurus Brian seorang diri serta beberapa kali ada pendekar dan ksatria yang datang untuk membunuhnya.


ketiganya sampai pada sebuah tempat dengan energi yang sangat tebal, tempat itu sangat baik untuk latihan dan meningkatkan kekuatan.


“Tidak usah, biar saya saja yang akan mengantarkan Brian ketempat istirahat selama berada disini kau cukup untuk berlatih tambah giat. “ ucap Reynal lalu menggendong Brian ketempat yang dimaksud.

__ADS_1


“Terimakasih nak Reynal, tanpa bantuanmu mungkin aku tidak dapat menyelesaikannya sendirian” Rider Fire masih terasa panik ketika melihat Brian terluka seperti itu namun saat ini kekuatannya menghilang karena ketinggalan jauh peraktik.


__ADS_2