Dark Game

Dark Game
71. Bantuan


__ADS_3

Setelah dua hari berjalan akhirnya mereka bertiga dapat keluar dari Gurun dengan selamat lalu singgah disebuah kota yang cukup besar. Disana Reynal memesan 3 kamar untuk dirinya dan juga untuk Joni dan Jini.


Mereka memutuskan untuk beristirahat memulihkan tenaga mereka, namun Reynal lebih memilih untuk berkeliling sebentar. Penginapan disana cukup terawat, terbukti seluruh barang barangnya terbuat dari bahan antik dan mudah pecah. Disana juga terdapat beberapa gulung lukisan yang tertempel di setiap sisi dinding yang kosong.


Reynal memperhatikan lukisan tersebut namun setelah memperhatikannya selama tiga puluh menit Reynal belum mengerti sedikit pun mengenai lukisan ini, Ia menyerah.


Reynal kemudian mencoba untuk keluar dari penginapan. Berbeda dengan adat kebiasaan dari kerajaan lain, Zein Kingdom memiliki adat yang unik. Para pria dewasa biasanya memilih untuk bertelanjang dada dalam melakukan aktivitasnya.


Mereka melakukan itu sebab para pria Zein Kingdom setiap saat bekerja di bawah terik matahari membuat tubuh mereka mengeluarkan banyak sekali keringat. Jika mereka memakai baju, itu akan membuat baju mereka basah oleh keringat.


Setelah berjalan sekitar sepuluh menit, Reynal menemukan segerombolan pengemis yang meminta minta. Dapat dikatakan bahwa walaupun termasuk kota besar namun jumlah kemiskinan dikota ini sangat tinggi.


Rumah dan pemukiman penduduk juga terlihat sederhana sehingga dapat dikatakan bahwa kekuatan ekonomi yang sangat rendah. Reynal mendekati para pengemis lalu mulai membagikan masing masing dari mereka tiga keping emas.

__ADS_1


Mereka berteriak senang ketika mendapatkan sumbangan yang begitu besar bahkan ada yang sampai gemetar memegang tiga koin emas yang diberikan kepadanya.


“Aku punya tugas buat kalian” ucap Reynal kepada rombongan pengemis


“Serahkan saja pada kami tuan”


“Saya ingin kalian mengumpulkan semua warga yang membutuhkan bantuan keungan disini, aku akan menunggu” rombongan pengemis itu saling bertatapan, mereka tidak menduga bahwa Reynal ingin membagi bagikan uang dalam jumlah yang besar.


Mereka kemudian mulai berpencar seluruh arah mata angin untuk mengumpulkan semua warga yang kekurangan.


Setelah beberapa menit seluruh penduduk desa yang kurang mampu telah berkumpul. Reynal memandang mereka sedikit sedih sebab pakaian yang mereka pakai telah lusuh dan tidak sedikit yang memiliki beberapa tambalan.


“Aku akan membantu kalian, ini dapat meringankan beban kalian untuk sementara waktu. Untuk selanjutnya aku akan berbicara pada walikota disini.” Reynal mulai membagikan masing masing dari mereka tiga keping emas.

__ADS_1


“Terimakasih tuan” ucap penduduk kota serentak setelah itu mereka membubarkan diri ketika Reynal telah pergi untuk bertemu Walikota.


Diluar perkiraan Reynal, gedung walikota disini nampak seperti istanah yang mewah berbading terbalik dengan kehidupan dan keadaan para penduduk.


Reynal mengingat kembali ketika ia pertama kali berada di desa Air Biru, kehidupan disana juga seperti itu hanya beberapa bangunan saja yang dibangun sangat mewah lalu yang lainnya keadaanya bagaikan langit dan bumi.


Reynal dihentikan oleh kedua prajurit penjaga pintu, ia mengetahui maksudnya segera memberikan sekeping koin perak kepada mereka.


“Silahkan masuk” ucap keduanya seraya memasukkan koin perak pada kantong baju mereka.


Sesuai dengan suasana di luar, keadaan didalam tidak jauh berbeda bahkan terkesan lebih mewah. Dalam setiap sudt ruangan terdapat sebuah alat pendingin yang dibuat secara sederhana.


“Pantas saja pemimpin mereka sangat nyaman tinggal disini” batin Reynal

__ADS_1


~~


Ayo dukung novel ini dengan cara beri like dan favorit, terimakasih


__ADS_2