
Apa yang tidak terpikirkan oleh Reynal dan lainnya adalah
kedua jendral hantu yang dipanggil oleh Ghost King nyatanya memiliki kekuatan
menyamai Lucifer dan Raja Racun.
Lucifer menghadapi Jade Fox sedangkan Raja Racun menghadapi
Big Stode. Pertarungan keduanya berimbang, terutama Jade Fox dan Lucifer yang
keduanya telah berbagi ratusan jurus.
Lucifer mengambil jarak setelah tapaknya di tangkap oleh
Jade Fox. Nafasnya sedikit tidak beraturan menandakan ia melakukan pertempuran
yang cukup melelahkan. Lucifer sedikit memandang kesal Ghost King, ia tidak
dapat percaya jika jendral hantu Jade Fox menyamai kekuatan dirinya.
Ia sedikit terluka, harga dirinya sebagai penjaga gerbang
Darah akan ternoda karena tidak mampu mengalahkan satu jendral hantu dari
gerbang neraka hantu. Selain itu ia menyadari jika kekuatan dari gerbang Darah
jauh lebih lemah dibandingkan kekuatan gerbang lainnya.
“Reynal, orang ini... maksud saya Hantu ini sangat sulit
dikalahkan. Sekarang saya mengerti mengapa selama ini tidak ada satupun gerbang
neraka yang ingin mengalahkan gerbang Hantu” Lucifer mengeluh pada Reynal.
Reynal yang mendengarnya sedikit kesal, ia kembali melepas
niatnya untuk menaklukkan gerbang neraka ke enam. “Mari kita lihat Raja Racun,
jika ia juga dikalahkan oleh Bog Stode maka ia tidak lagi pantas disebut
sebagai raja”
“Hihihi, Kalian manusia selalu cepat putus asa. Tapi saya
suka itu, kau tahukan putus asa adalah salah satu ornamen dari rasa takut dan
itu sebenarnya sangat menyenangkan untuk dilihat”
Reynal mendengus kesal pada Ghost King, jika dihadapnnya
terdapat kamera maka mungkin ia telah lama melambaikan tangannya, menyerah.
__ADS_1
Tidak lama setelah pertarungan Lucifer dan Jade Fox
berhenti, Raja Racun dan Big Stode juga telah mengalami kebuntutan. Keduanya
tidak ada yang lebih kuat dan bahkan sama- sama terkena pukulan terkuat lawan.
“Hihihihi.... kalian kalah! kalian harus memberiku 100
tumbal nyawa, jika tidak maka kalian bertiga akan mati hari ini. Hihihihi...”
Reynal merinding mendengar ucapan Raja Hantu, “Apakah tidak
ada cara lain? apa kau tidak ingin benar bekerja sama dengan kami?”
Raja hantu yang mendengar sedikit terdiam, walau kekuatan
gerbang neraka hantu kuat namun itu cukup menghadapi satu atau dua gerbang
neraka dibawah 5 besar.
Reynal melihat adanya kesempatan “Beri saya kesempatan, jika
salah satu jendralmu dapat menangkap serangan yang saya berikan maka tolong
menjadi prajuritku”
Lucifer, raja Racun bahkan Ghost King sedikit terkejut
berada pada puncak dewa lapisan awal dan itu tidak cukup untuk menaklukkan
salah satu jendral besar hantu.
Lucifer bertanya dengan tergesah- gesah “Apakah kau yakin?”
“Um!” Reynal mengangguk, ia memiliki 10 sihir gelap di
tangannya. 10 sihir gelap itu salah satunya adalah portunia. Reynal belum
pernah mencoba sihir lainnya, namun melihat portunia sangat kuat maka ia
beranggapan jika yang lainnya juga tidak kalah hebatnya.
Ghost King mengangguk, ia kemudian memberikan Bog Stode pada
Reynal. Dari segi pertahanan, Big Stode adalah yang terkuat di antara 5 jendral
hantu yang ia miliki.
“Kapan kau ingin menyerang?”
“Sekarang!” Ucap Reynal mantap, ia juga mulai membuka sebuah
__ADS_1
buku yang telah menguning dalam kotak dimensi yang ia miliki.
Reynal melihat dibawah sihir Portunia, terdapat sihir kedua.
Disana telah tercantum mantra utama serta detail sihir.
“Five Magical Poison” Sihir yang terdiri dari 5 macam racun
mematikan di dunia, berasal dari 5 hewan beracun. Membutuhkan kondisi Dewa
lapisan awal untuk mengoprasikan racun.
Five Magical Poison, memiliki tiga macam bentuk yang dapat
diolah yaitu Bubuk, Cair dan Gas. Setiap pemakaian sihir Five Magical Beast
membutuhkan pengorbanan darah dari seorang pendekar racun. Efek racun dapat
dikendalikan oleh pengguna dan dapat digunakan untuk pendekar dibawah dewa
bumi.”
Setelah puas membaca, Reynal mengulum senyumnya yang paling
lebar. Ia tidak masalah dengan pengorbanan darah, selama itu hanya beberapa
tetes darah tidak akan masalah.
Reynal mendekati Raja Racun, ia mengambil pisau dari kotak
dimensi dan segera memotong telapak tangan raja Racun. Yang terakhir terkejut
dan tidak dapat mengambil tangannya tepat waktu membuat Reynal berhasil
mengambil beberapa tetes darahnya.
“Ini sakit! Kau kenapa mengambil darahku yang berharga?” tanya
Raja Racun kesal, ia meringis kesakitan melihat telapak tangannya terbelah oleh
Reynal.
“Kau adalah dewa puncak, bahkan hanya butuh beberapa detik
untuk menyembuhkan luka sekecil itu!” Reynal tidak sedikitpun menghiraukan raja
Racun.
Ia kini memfokuskan dirinya membaca mantra Five Magical
Poison dengan benar, setelah itu ia akan dapat mengalahkan Big Stode.
__ADS_1