Dark Game

Dark Game
28. Enam Monster Lainnya


__ADS_3

Kekuatan pasukan Humanie dan Monster Knight bertambah berkali lipat semenjak dua kekaisaran itu memutuskan untuk bersatu dalam hal ekonomi. Pasukan aliansi memesan 200 ribu lembar kertas jimat dari masing masing tingkatan.


Gara harus terkurung selama 3 hari 3 malam untuk memenuhi pesanan, ia kemudian beristirahat pada hari keempat karena kelelahan. Kekuatan aliansi Elver melemah namun mereka belum mengirimkan sisa monster ataupun senjata rahasia lainnya.


Setelah hari kelima dalam minggu kedua, badannya telah kembali segar dan dapat bertanding diarena pertarungan. Ia tidak sabar mengumpulkan keenam monster yang ingin ia jadikan budak.


Walaupun berstatus budak namun kedua monster merasa sangat beruntung sebab kenaikan level mereka lebih meningkat pesat, mereka juga dibekali puluhan kertas jimat oleh Gara. Pada hari ini akan dilaksanakan perang tetua untuk kedua kalinya. Pasukan aliansi Elver berkurang banyak disisi NPC dan disisi kekuatan pemain banyak terjadi kerugian penurunan level.


Gara yakin hari ini keenam monster itu dapat muncul, ia telah menyiapkan jebakan dan serangan yang telah ia pasang sebelumnya. Para tetua yang turun kali ini sudah sangat siap sebab telah memiliki puluhan kertas jimat tingkat tinggi dan ratusan jimat tingkat rendah.


Kaisar Xin mengatakan jika kita memenangkan peperangan hari ini maka dapat dipastikan kekuatan mereka telah sangat berkurang untuk selanjutnya. Pujian dilontarkan kepada Gara, berkat jasanya peperangan ini memiliki 80% persentase kemenangan. Gara tidak mendengarkan pujian yang dilontarkan kepadanya malah ia saat ini sibuk untuk memikirkan perkiraan yang akan terjadi selanjutnya.


Goncangan hebat, kilat dan petir serta sihir elemen lainnya mewarnai pertarungan kali ini. Semua tetua aliansi Elver dapat dikalahkan dengan mudah oleh tetua aliansi Humanie berkat bantuan kertas jimat.


Sesuai dugaan Gara, keenam monster telah menunjukkan dirinya. Banyak prajurit dan pemain tingkat rendah menjadi sasaran mereka. Namun itu tidak lama setelah Gara memasuki arena perang.


Gara melepaskan aura yang dahsyat agar menarik monster-monster itu mendekat.

__ADS_1


“Wah, wah hari ini saya akan mendapatkan budak budak yang berharga” Gara tersenyum jahat kepada 6 monster dihadapannya.


“Hei, kau jangan bangga walaupun si raja dan pembunuh itu telah kau kalahkan namun bukan berarti kami juga dapat kau kalahkan” seorang peri dengan pakaian bak dewa maju dan melepaskan aura yang tak kalah hebat.


“Hoh, baiklah kalau begitu mari kita lihat”Gara mengaktifkan sihir petir yang telah ia sembunyikan tepat di bawah keenam monster.


Suara petir menggelegar dan disambut dengan kurungan es dan tanah, dua dari enam telah berhasil di dapatkan.


“Kalian tidak akan bisa melawan tuanku, lebih baik menyerah saja” sang monster Raja terbang kearah pertarungan. Ia mengingatkan agar tidak melawan Gara sebab walaupun mereka semua bersatu tidak akan dapat mengalahkannya.


“Bagaimana kau dapat membuat si sombong itu tunduk?” sang monster racun kini maju, Gara tahu bahwa ia tidaklah bersungguuh-sungguh bertanya melainkan ingin mengecoh dan dapat menyerangnya.


“Kalian mencoba untuk mengecohku? Baiklah saya tidak akan main main lagi dengan kalian” Gara melepaskan aura tingkat compuser yang membuat semuanya terkena stun selama 10 detik.


Ia kemudian melancarkan serangannya kepada keempat monster dan meninggalkannya dalam keadaan skarat. Setelah terlepas dari stun, mereka tidak akan dapat lagi melarikan diri ataupun menyerang.


“Bagaimana kau bisa?” mereka semua keheranan. Dalam Elver Empire mereka disebut sebagai monster karena kekuatan mereka yang mampu mengguncang kekaisaran. Mereka begitu sombong sehingga memandang orang lain dan pemain lain lebih rendah dari mereka.

__ADS_1


“Kesombongan hanya membawa kita pada kerendahan. Sedangkan kerendahan akan membawa kita pada kemuliaan” salah satu ajaran kitab kesederhanaan, mereka ber-enam dibawa pada ruangan khusus milik Gara.


Setelah membereskan keenam monster, Gara terbang dengan sapu dan melihat situasi dari atas. Ia memiliki ide untuk menyerang musuh dengan efektif.


Ia akan menggambarkan ilmu tulis jimat pada awan yang berada diatas markas musuh. Setelah setengah jadi seorang tetua dari guild Air Reina mendapati Gara sedang menulis diawan.


Ia segera menyerang Gara dengan kekuatan penuhnya namun seketika, Gara menyerangnya dengan gesit seakan gerakan seorang ahli bela diri. Terjadi pertukaran serangan beberapa saat sampai akhirnya Gara memutuskan untuk serius.


Seorang tetua dari Guild 10 besar adalah bagaikan melawan 10 orang ketua dari sebuah Guild tak berperingkat. Sangat merepotkan, Gara merasakan baru pertama kalinya menghadapi seseorang yang begitu kuat.


Serangan keduanya membuat mereka mundur dan terpaut beberapa meter, merasa beruntung Gara ia mengaktifkan kertas jimat tingkat 4 yang dimana kekuatannya setara dengan level 200 dalam Dark Game.


Tetua itu berubah menjadi cahaya merah, Gara juga terlihat kelelahan. Ia segera menyelesaikan mantra Jimatnya lalu kembali keruangan pribadinya untuk beristirahat.


 


 

__ADS_1


__ADS_2