Dark Game

Dark Game
159


__ADS_3

58


Lucy adalah legenda Lancer yang telah mendalami ilmu hitam, ia dulunya mantan kuasa mutlak Hell Memoth namun ia ditakdirkan terbunuh dibawah serangan legenda Draco. Beberapa tahun kemudian, ia dihidupkan oleh Reynal dengan bantuan Draco pula. Sehingga orang yang menjadi paling tahu mengenai kekuatan Lancer adalah Draco.


Sekarang Lucy telah berniat menggunakan kekuatan penuhnya. Ia tahu seberapa kuat kekuatan penuh sang legenda Lancer. Satu serangan tombaknya saja sudah dapat membuat pendekar puncak tewas seketika.


“Serangan Sepuluh Ribu Tombak!”


“Magic Support : Power Double!”


“Magic Support : Attack Maxsimum!”


Lucy berteriak 3 kali berturut- turut, dengan tombaknya seketika menjadi sepuluh lalu dengan cepat bertambah menjadi seribu lalu sepuluh ribu, setelah itu sihir hitam miliknya mulai bekerja menampilkan 10 ribu tombak lainnya. Setiap Tombak mengandung kekuatan terkuat yang dimiliki oleh para legenda.


Draco dan yang lainnya terpana melihat kekuatan dari Lucy, “Ia tidak pernah melemah dari dulu” Draco tersenyum kecut melihat rivalnya di masa lalu masih sekuat yang ia bayangkan.

__ADS_1


Scorpion Blue tidak lagi mampu bertahan lama dan mulai mengacau terlihat ketakutan merasakan perasaan menindas yang datang dari Lucy. Ia ingin melawan pertama kali seolah berusaha untuk mengambil dominasi pada lawannya. Sayang, lawannya bukanlah hal yang mudah ia taklukkan.


Lucy tersenyum dingin melihat tindakan Scorpion Blue, ia menggerakkan tangannya kedepan seolah memberi aba- aba pada 20 ribu tombaknya untuk mulai menyerang. Benar saja, setelah itu puluhan ribu tombak menyerang Scorpion Blue membuat setiap jengkal ditubuhnya ditutupi oleh tombak Lucy.


Apa yang menakutkan adalah Scorpion Blue bahkan tidak bersuara ketika seluruh tombak Lucy menusuk tubuhnya karena sebuah tombak besar menusuk leher dan mulutnya. Scorpion Blue gemetar dan kejang untuk beberapa saat sebelum akhirnya meninggal.


Para legenda dan orang- orang yang menyaksikan semuanya menahan nafas melihat kengerian dan kekejaman yang dilakukan oleh Lucy, wanita cantik berwajah manis itu.


Barulah setelah membunuh Scorpion Blue, Lucy tersenyum senang. Namun sayang wajahnya berubah menjadi pucat lalu tak lama ia terhuyung- huyung jadi kehabisan energi. Draco yang melihatnya bergerak cepat dan mulai menolong Lucy dengan kecepatan penuh yang ia miliki lalu disusul oleh para legenda di belakangnya.


Melihat hal itu Wakil Raflesia sedikit menatap tajam Bruno. Ia tentu sangat marah melihat lawannya yang tidak berdaya masih menatap tajam dirinya, Bruno buru- buru mendekat ke arah Raflesia tapi tak sadar matanya juga ikut menatap Raflesia.


Buzz!


Bruno dan Raflesia tiba- tiba merasakan sesuatu yang aneh di hati mereka, walau itu hanya sesaat namun cukup membuat mereka bertanya- tanya dan heran. Karena perasaan itu, Bruno yang awalnya ingin menegur Raflesia mengurungkan niatnya dan pergi dengan perasaan bingung.

__ADS_1


Adapun Raflesia, karena ia dalam keadaan bersedih membuatnya tidak dapat memikirkan perasaan itu terlalu lama Sementara itu, pertarungan masih pecah di pihak Reynal. Setelah ia melempar para murid legenda kembali, kini ia dikepung oleh beberapa lusin pendekar dewa puncak dan lapisan lima.


Reynal tersenyum kecut melihat banyaknya pendekar yang mengepungnya. Ia melirik ketua Remi dengan kesal namun ketua Remi malah mengalihkan pandangannya seolah ia tidak peduli dengan Reynal.


Reynal tidak bisa untuk tidak mengumpat saat itu, ia sadar bahwa ketua Remi berusaha untuk bermain dengannya. Disatu sisi, ia tidak boleh terlihat memberikan lawannya kebaikan namun disisi lain lawannya saat ini adalah kekuatan inti dari Akademi Beladiri membuatnya serba salah.


“Bodo amatlah” Reynal mengumpat, ia mengayunkan tubuhnya menjauh ketika seorang pendekar menyerangnya dengan ganas. “Karena kalian begitu hebat maka tunjukkan kehebatan kalian dihadapanku” ucap Reynal sombong, ia kini mulai terpancing oleh pertarungan.


“Huh! Anak kecil, saya tidak tahu mengapa kau masih bertahan dengan kekuatanmu yang lemah ini, tapi yakinlah bahwa saya akan membunuhmu hari ini” Seorang pria tua yang memakai jubah devisi jimat berkata dengan arogan.


“Orang tua, kau sebaiknya menjaga ucapanmu!” Reynal memutar matanya, satu  ia sangat membenci orang yang arogan.


“Kenapa? Kau takut?Hahaha” Orang itu tertawa terbahak- bahak, namun wajah Reynal berubah serius. “Karena kau begitu mencari kematina maka saya akan memberikanmu sekarang juga” ucap Reynal sebelum berubah menjadi sinar cahaya keemasan menuju pria tua itu.


“Anak yang sombong!” Pria tua itu menghina namun tidak sampai beberapa detik ia selesai mengatakan hal itu, wajahnya berubah menjadi ketakutan. Ia dapat merasakan tubuhnya tiba- tiba mematung tanpa aba- aba. Sementara Reynal semakin mendekat kearahnya, orang tua itu akhirnya panik.

__ADS_1


Sayangnya, Reynal bukanlah orang yang penuh kasih. Walau lawannya adalah orang tua, ia tidak menunjukkan keragu- raguan karena yakin bahwa tindakannya telah benar.


__ADS_2