Dark Game

Dark Game
20. Ketiga Pusaka Hell Memoth


__ADS_3

Gara memeriksa Parsi, ia tidak menyangka bahwa Parsi memiliki penyakit yang aneh. Penyakit itu membuatnya mengalami kesulitan dalam menaikkan kekuatannya. Gara memberitahukan hal ini pada Parsi.


Ia terkejut ketika mengetahui dirinya terserang penyakit. Sebelumnya ia dalam kondisi sehat dan tidak pernah merasa sakit. Gara menjelaskan bahwa penyakitnya mungkin akan sangat berbahaya jika tidak diobati dengan cepat.


“Kau tidak usah khawatir, bagaimanapun juga aku akhirnya akan mati” Parsi terlihat lebih tua dari sebelumnya. Ia tahu bahwa walau dengan kekuatannya sekarang ia hanya mampu bertahan kurang dari sepuluh tahun lagi.


“Senior tidak perlu khawatir, saya mengenal seseorang yang mungkin dapat menolong senior.” Ucap Gara yakin.


“Itu sia sia saja, sebab semakin tinggi tingkat kekuatan seseorang maka semakin kuat pula energi penyakit yang ia miliki. Cuman sedikit orang yang memiliki kekuatan di atasku juga mereka termasuk jajaran orang yang tinggi sehingga mungkin mereka tidak akan mau mengobati.”


“Tenang saja Senior, teman saya ini sudah mencapai tingkat semesta lapisan 3 dan ia juga menguasai berbagai ilmu.” Gara tersenyum ketika membanggakan Draco.


Semenjak Draco menunjukkan kesetiaannya dan selalu mengikuti dimana pun ia berada membuat hubungan mereka menjadi sangat dekat. Ia telah menganggap Draco sebagai ayahnya walau mendapatkan tolakan.

__ADS_1


Gara kemudian melirik rak yang berisi 3 benda yang sangat menarik perhatiannya dari tadi. Ia lantas mengumpulkan keberanian untuk bertannya.


“Senior, sepertinya hati saya tertarik kepada ketiga benda ini” Gara mengatakan bahwa ia ingin membelinya sebab sangat cocok dan mungkin akan berguna untuknya.


“Oh iya, saya hampir lupa menjelaskan tentang pusaka yang saya curi dari aliran Hell Memoth”


“Apakah mungkin ketiga pusaka ini adalah salah satu pusaka itu?” Gara memandangi ketiga pusaka dihadapannya. Kalau ingin mengukur kekuatan dan aura yang keluar dari sana dapat dikatakan memiliki tekanan yang hampir sama dengan tingkat bintang.


“Berapa harga agar aku bisa membelinya?” ucap Gara spontan. Ia tidak menduga akan melihat senjata dengan kekuatan diatas tingkat bintang.


“Ini tidak dijual dengan uang namun kau bisa menukarnya dengan barang yang menarik” walaupun tokonya terlihat tua dan tidak terawat dan sangat membutuhkan biaya namun ia kelihatan tidak begitu tertarik dengan uang.


Hobi Parsi adalah menjelajah dan mengumpulkan benda benda yang ia lihat menarik. Tentu saja uang baginya tidaklah semenarik pusaka dan senjata. Gara dibuat bingung dengan tawaran Parsi. Ia tidak memiliki benda yang lebih berharga kecuali uang.

__ADS_1


“Kau bisa mengambilnya hari ini, masalah penukaran kita bicarakan besok.” Parsi melihat Gara adalah sosok pemuda yang berlatenta, umurnya belum mencapai 20 tahun namun sifatnya sudah sangat dewasa.


Tingkat kekuatannya juga dinilai sangat mustahil didapatkan oleh pemuda seumurannya. Parsi yakin Gara bukanlah orang jahat atau salah satu utusan Hell Memoth.


“Terimakasih Senior, Gara akan menepati janji dan kembali besok dan memberimu barang yang menarik” sosok pemuda dihadapannya ini memiliki sifat hati yang murni namun diisisi lain juga memiliki sisi kelam. Ia telah berhasil melewati Lima Pintu Labirin dan tidak menghalalkan segala cara.


Gara mengambil ketiga pusaka itu, ia memegangnya dengan sangat hati-hati lalu menyimpannya dalam kotak dimensi. Ia sangat ingin memeriksa lebih lanjut tetapi sepertinya sesuatu telah terjadi pada pertandingan kota Awan.


Firasatnya sangat tidak enak, ia lalu berpamitan pada Parsi dan berjanji sekali lagi untuk datang kesini esok hari. Dengan cepat ia keluar dari toko dan memanggil Elang Perak, ia tidak punya banyak waktu lagi...


 


 

__ADS_1


__ADS_2