Dark Game

Dark Game
332


__ADS_3

Puluhan petir putih menyambar tetua Siu dengan ganas. Setiap


sambaran menimbulkan gelombang kejut dan ledakan yang besar membuat beberapa


prajurit guild Mata Angin terbunuh karena terkenal ledakan tersebut.


“Masih hidup! Pendekar Dewa lapisan 4 memang hidup sesuai


dengan kekuatannya. puluhan petir Nymph sebenarnya mampu membunuh dua sampai


tiga pendekar dewa lapisan 3 sekaligus tapi ia dapat menahannya dengan luka


kecil?”


Reynal menajamkan penglihatannya membuat ia dapat melihat


dibalik kabut ledakan yang mengelilingi tetua Siu. Ia dengan jelas melihat


tetua Siu masih berdiri tegak setelah menahan puluhan petir putih yang dimiliki


oleh Nymph.


Di sisi lain Tetua Siu terlihat terengah- engah, ia


kehabisan energi dan juga tenaganya untuk menahan serangan dari salah satu


pasukan Undied Reynal. Walau ia berhasil menahan puluan petir putih namun


kondisinya saat ini tidak dapat dikatakan baik.


Ia menderita luka pada bagian telapak tangannya serta energi


dan tenaga yang ia miliki telah sepenuhnya menahan serangan dari Nymph membuat


ia tidak lagi memiliki tenaga dan energi yang tersisa.


Wajahnya pucat membuat siapapun bisa melihatnya dari dekat


dapat memeriksa kondisi tetua Siu tidak akan bertahan jika mendapatkan serangan


serupa untuk kedua kalianya. Untunglah bagi tetua Siu bahwa Reynal tidak


memperhatikan wajahnya yang pucat jika tidak maka Reynal suda pasti akan


mengirimkan serangan kedua dengan segera.

__ADS_1


Tetua Siu tidak mampu menahan amarahnya setelah melihat


pasukannya tidak berdaya melawan Akademi Beladiri. Terlebih ia mendapatkan


serangan yang sangat kuat pada saat ia pertama kali muncul.


“Mundur! Perintahkan pasukan untuk mundur!” Tetua Siu tentu


tidak cukup bodoh untuk mengetahui situasi. Ia menyadari bahwa Akademi Beladiri


telah mengetahui kondisi pangkalan yang telah terpecah juga memanfaatkan ikan


di dalam jaring untuk membunuh seluruh petinggi guild yang hadir.


“Akademi Beladiri sepertinya memiliki pendekar dewa lapisan


3?” seberkas pemikiran tersebut segera dibantah oleh tetua Siu sendiri. Ia


mengetahui dengan baik para tetua utama yang memiliki kekuatan dewa. Tetua


Parsi sekalipun hanya berada pada lapisan 2 paling banyak.


Lalu jika bukan tetua utama Akademi Beladiri yang melakukan


serangan maka pastilah pihak lain yang ikut membantu Akademi Beladiri. Namun


mengirimkan kabar jika mereka melihat pasukan dari guild besar membantu Akademi


Beladiri.


“Jika bukan bantuan dari luar maka itu akan berada bantuan


dari dalam. Oh saya ingat sekarang, pemimpin suci Akademi Beladiri diketahui


memiliki kekuatan untuk membangkitkan Undied tingkat dewa, tapi jika benar


pemimpin Suci Akademi Beladiri memiliki kekuatan seperti itu maka akan sangat


sulit bagi guild Mata Angin untuk menaklukkan kota Air Biru”


Entah sampai kapan dan dimana pemikiran tetua Siu berjalan,


yang pastinya lebih dari setengah pasukan guild Mata Angin kini telah tewas


ditangan Akademi Beladiri. Walau beberapa penjaga raja dan penjaga utama juga

__ADS_1


ikut meninggal namun itu tidak seberapa.


“Para tetua, lebih baik kita mundur” teriak tetua Siu pada


pasukannya. Bukannya tetua Siu takut menghadapi pasukan Akademi Beladiri namun


ia hanya takut pada kekuatan dari pemimpin suci Akademi Beladiri.


“Jendral! Dua tetua


dewa telah tewas!”


“Komandan Sinyo terluka parah!”


“Komandan, seluruh prajurit bagian selatan dalam masalah!”


“Jendral, tetua Yamanaka dibunuh!”


Naas bagi pasukan guild Mata Angin, mereka awalnya telah


berhasil mundur dari kepungan dengan bantuan dari para jendral dan komandan


yang tersisa. Tapi satu demi satu mereka tewas di serang oleh pasukan undied


Reynal membuat pertahanan mulai longgar dan akhirnya dapat kembali di bobol.


Reynal mengamati seluruh pertempuran dengan tenang,


perhatiannya dari awal tidak pernah lepas dari tetua Siu yang kini nampak


sangat frustasi. Disampingnya telah berdiri Nymph bersama dengan empat pendekar


dewa lainnya yang belum mulai bergerak.


Adapun alasan Reynal hanya melepaskan sebuah serangan pada


Siu di awal pertarungan karena ia ingin menikmati momen yang seperti ini.


Lawannya yang menderita, frustasi dan putus asa sangat menyenangkan untuk


dipandang.


Entah sifat Reynal yang asli telah mulai berubah semenjak


menginjakkan kakinya pada dunia Soun. Ia cenderung lebih dingin dan kejam pada

__ADS_1


lawan- lawannya, serta sering merasakan kesenangan ketika melihat lawannya


tidak berdaya.


__ADS_2