
Puluhan petir putih menyambar tetua Siu dengan ganas. Setiap
sambaran menimbulkan gelombang kejut dan ledakan yang besar membuat beberapa
prajurit guild Mata Angin terbunuh karena terkenal ledakan tersebut.
“Masih hidup! Pendekar Dewa lapisan 4 memang hidup sesuai
dengan kekuatannya. puluhan petir Nymph sebenarnya mampu membunuh dua sampai
tiga pendekar dewa lapisan 3 sekaligus tapi ia dapat menahannya dengan luka
kecil?”
Reynal menajamkan penglihatannya membuat ia dapat melihat
dibalik kabut ledakan yang mengelilingi tetua Siu. Ia dengan jelas melihat
tetua Siu masih berdiri tegak setelah menahan puluhan petir putih yang dimiliki
oleh Nymph.
Di sisi lain Tetua Siu terlihat terengah- engah, ia
kehabisan energi dan juga tenaganya untuk menahan serangan dari salah satu
pasukan Undied Reynal. Walau ia berhasil menahan puluan petir putih namun
kondisinya saat ini tidak dapat dikatakan baik.
Ia menderita luka pada bagian telapak tangannya serta energi
dan tenaga yang ia miliki telah sepenuhnya menahan serangan dari Nymph membuat
ia tidak lagi memiliki tenaga dan energi yang tersisa.
Wajahnya pucat membuat siapapun bisa melihatnya dari dekat
dapat memeriksa kondisi tetua Siu tidak akan bertahan jika mendapatkan serangan
serupa untuk kedua kalianya. Untunglah bagi tetua Siu bahwa Reynal tidak
memperhatikan wajahnya yang pucat jika tidak maka Reynal suda pasti akan
mengirimkan serangan kedua dengan segera.
__ADS_1
Tetua Siu tidak mampu menahan amarahnya setelah melihat
pasukannya tidak berdaya melawan Akademi Beladiri. Terlebih ia mendapatkan
serangan yang sangat kuat pada saat ia pertama kali muncul.
“Mundur! Perintahkan pasukan untuk mundur!” Tetua Siu tentu
tidak cukup bodoh untuk mengetahui situasi. Ia menyadari bahwa Akademi Beladiri
telah mengetahui kondisi pangkalan yang telah terpecah juga memanfaatkan ikan
di dalam jaring untuk membunuh seluruh petinggi guild yang hadir.
“Akademi Beladiri sepertinya memiliki pendekar dewa lapisan
3?” seberkas pemikiran tersebut segera dibantah oleh tetua Siu sendiri. Ia
mengetahui dengan baik para tetua utama yang memiliki kekuatan dewa. Tetua
Parsi sekalipun hanya berada pada lapisan 2 paling banyak.
Lalu jika bukan tetua utama Akademi Beladiri yang melakukan
serangan maka pastilah pihak lain yang ikut membantu Akademi Beladiri. Namun
mengirimkan kabar jika mereka melihat pasukan dari guild besar membantu Akademi
Beladiri.
“Jika bukan bantuan dari luar maka itu akan berada bantuan
dari dalam. Oh saya ingat sekarang, pemimpin suci Akademi Beladiri diketahui
memiliki kekuatan untuk membangkitkan Undied tingkat dewa, tapi jika benar
pemimpin Suci Akademi Beladiri memiliki kekuatan seperti itu maka akan sangat
sulit bagi guild Mata Angin untuk menaklukkan kota Air Biru”
Entah sampai kapan dan dimana pemikiran tetua Siu berjalan,
yang pastinya lebih dari setengah pasukan guild Mata Angin kini telah tewas
ditangan Akademi Beladiri. Walau beberapa penjaga raja dan penjaga utama juga
__ADS_1
ikut meninggal namun itu tidak seberapa.
“Para tetua, lebih baik kita mundur” teriak tetua Siu pada
pasukannya. Bukannya tetua Siu takut menghadapi pasukan Akademi Beladiri namun
ia hanya takut pada kekuatan dari pemimpin suci Akademi Beladiri.
“Jendral! Dua tetua
dewa telah tewas!”
“Komandan Sinyo terluka parah!”
“Komandan, seluruh prajurit bagian selatan dalam masalah!”
“Jendral, tetua Yamanaka dibunuh!”
Naas bagi pasukan guild Mata Angin, mereka awalnya telah
berhasil mundur dari kepungan dengan bantuan dari para jendral dan komandan
yang tersisa. Tapi satu demi satu mereka tewas di serang oleh pasukan undied
Reynal membuat pertahanan mulai longgar dan akhirnya dapat kembali di bobol.
Reynal mengamati seluruh pertempuran dengan tenang,
perhatiannya dari awal tidak pernah lepas dari tetua Siu yang kini nampak
sangat frustasi. Disampingnya telah berdiri Nymph bersama dengan empat pendekar
dewa lainnya yang belum mulai bergerak.
Adapun alasan Reynal hanya melepaskan sebuah serangan pada
Siu di awal pertarungan karena ia ingin menikmati momen yang seperti ini.
Lawannya yang menderita, frustasi dan putus asa sangat menyenangkan untuk
dipandang.
Entah sifat Reynal yang asli telah mulai berubah semenjak
menginjakkan kakinya pada dunia Soun. Ia cenderung lebih dingin dan kejam pada
__ADS_1
lawan- lawannya, serta sering merasakan kesenangan ketika melihat lawannya
tidak berdaya.