
“Kenapa bapak terdiam? Apa bapak sebenarnya tidak memiliki bukti itu?” Reynal awalnya mencoba untuk memberikan umpan pada walikota dan dengan mudahnya walikota mengambil umpan itu dengan harapan mendapatkan kemengangan.
“Kau... beraninya kau berbicara seperti itu padaku, ingat batasanmu” walikota mulai berang terhadap Reynal, ia tidak berpikir jika Reynal akan membuatnya terpojok hari ini. Kalau ia tidak mengambil tindakan yang tepat saat ini bisa saja warga mulai mempertanyakan dirinya.
Walikota meremas bagian belakang bajunya, berusaha tetap tenang dan tidak emosi didepan warga kota. Dengan berat hati ia membebaskan Reynal dari tuduhan palsu tersebut dan segera melangkah pergi menuju balaikota.
Warga kota bersorak sorai gembira, mereka senang Reynal terbebas dari tuduhan palsu. Reynal kemudian mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga kota yang mendukungnya terutama pada ketiga warga yang telah berani membelanya di depan para prajurit.
Reynal merayakannya dengan memesan seluruh hidangan yang tersedia dalam sebuah restoran mewah dan membagikannya pada seluruh warga yag hadir.
Joni dan Jini juga menghampiri Reynal, sejak tadi mereka tidak terlihat. Reynal berpikir mereka berdua masih bersembunyi karena tidak terbiasa dengan suasana menegangkan.
“Sebaiknya kita kembali di penginapan, waktuku terlalu banyak terbuang disini” Reynal mendahului keduanya.
“Aku akan berkeliling sebentar, selama ini aku dan Joni hanya berdiam diri didalam kamar” ucap Jini menarik saudaranya untuk berbaur dengan warga kota.
Reynal mengeluarkan batu kekuatan dari kotak dimensi ketika dirinya telah tiba dipenginapan. Ia mulai berlatih dari siang hari sampai malam terasa sangat larut. Reynal menghentikan pelatihannya dan bermaksud untuk berjalan keliling kota.
Badannya cukup pegal sebab terlalu lama duduk diatas kasur, dengan semangat ia keluar dari kamarnya lalu menuju ruang tamu penginapan. Seorang pelayan melihat Reynal dan menanyakan keperluan yang dibutuhkannya.
__ADS_1
Reynal menggeleng pelan, ia menjelaskan maksudnya untuk sekedar berjalan keluar penginapan mencari udara segar. Pelayan itu menahan Reynal, ia menjelaskan bahwa kejahatan malam di kota akhir akhir ini meningkat akan sangat bahaya jika Reynal berjalan keluar sendirian ditengah malam.
Reynal tersenyum dan mengucapkan terimakasih kepada pelayan atas peringatannya. Reynal hanya dapat berjalan kembali kekamarnya, ia tidak dapat keluar dari pintu depan membuatnya harus melewati jendela jika ingin keluar dari penginapan tanpa ketahuan oleh petugas hotel.
Reynal melompat dengan mudah dan mendarat dengan mulus, ia berjalan memutari penginapan agar tidak terlihat dari pintu depan. Reynal mengamati keadaan sekitar sebelum berjalan kearah sebuah taman kota.
“Cukup sepi disini jika serangga serangga kecil itu tidak mengikutiku” Reynal tidak dapat lebih rileks walaupun telah duduk disalah satu bangku taman.
Ia sebelumnya telah menyadari ada sekelompok orang berpakaian hitam layaknya seorang ninja dalam film film jepang yang mengikutinya diam diam. Reynal mengetahui kelompok itu tidak memiliki niat yang baik terhadapnya.
“Kalian dapat keluar sekarang” Reynal bersuara cukup pelan namun ditengah taman yang sepi pada malam hari membuat suaranya dapat terdengar oleh seluruh kelompok yang mengikutinya.
Lima diantara mereka memiliki kekuatan bulan lapisan lima dan yang lainnya berada pada tingkat bulan lapisan dua dan tiga.
Mereka cukup yakin dapat mengalahkan Reynal malam itu, satu melawan sepuluh walau Reynal memiliki kekuatan diatas mereka.
“Hei, sepertinya diantara kalian masih ada pengecut. Keluarlah aku telah mengetahui kalian semua” Reynal mengeluarkan sedikit tekanan membuat beberapa diantara mereka merasa tertekan.
“Bos dia sudah mengetahui kita, bagaiamana ini? Bisik seseorang dalam kelompok itu.
__ADS_1
“Kita jangan keluar sekarang, biarlah mereka yang menyerang dahulu” ucap seorang yang terlihat seperti ketua dalam kelompok yang mengikuti Reynal
“Kebetulan aku ingin latihan fisik, kalian memang tepat waktu” Reynal tersenyum miring kepada mereka bersepuluh, ia berdiri dari bangku taman dan memunculkan sebuah pedang tingkat biasa.
“Ayo kita bermain” Reynal berlari kearah mereka sambil mengeluarkan jurus pedangnya. Suasana malam itu akan menjadi malam terakhir bagi mereka yang mengikuti Reynal.
~~
Seorang pemuda mendengus kesal, ia tidak menyangka musuhnya sekuat itu. “Terpaksa aku harus menggunakan nama ketua Inso untuk rencana selanjutnya”
“Apa kau bercanda, bagaimana jika mereka mengetahui kalau kita berbohong ? kau sudah gila” ucap seorang wanita yang memakai sebuah jubah dari guild Tujuh Warna.
“Kita harus bagaimana lagi, kita tidak mampu menghadapinya sendirian”
“Terserah kau saja, yang terpenting saat ini adalah membunuhnya dengan kedua tanganku” wanita itu melenggang pergi meninggalkannya sendirian.
“Tenang saja, walau ia lebih kuat tapi belum tentu dengan otaknya” pemuda itu tertawa lepas setelah beberapakali berbicara sendirian.
__ADS_1