Dark Game

Dark Game
47. Dark Magic : Portunia


__ADS_3

Gara dan rombongan Akademi telah terlebih dahulu sampai pada ibukota kerajaan Horsox Multie. Kota Wira, kota sihir termaju dan termegah di kekaisaran Humanie. Toko toko sihir berjejer rapi hampir disetiap sudut kota. Gerbang kota sendiri terbuat dari sebuah portal sihir dengan lambang sapu terbang di atasnya.


Pemandangan yang hanya ada dikota Wira adalah semua penghuninya penyihir, sapu terbang dan permainan sihir sangat kental dan menjadi ciri khas kota ini. Draco terlihat senang, akhirnya ia bisa kembali melihat bangsa penyihir murni disana.


“Sementara menunggu kedatangan jendral Vamp, sebaiknya kita berkeliling melihat situasi kota” beberapa murid akademi mengepakkan sayap mereka, seluruh warga kota yang melihat terdiam.


Mereka berpikir baru saja melihat peri terbang dihadapan mereka, namun tidak cukup dengan sayap beberapa bahkan memunculkan tanduk pada wajah mereka.


“Hei lihat itu, mereka dapat menggunakan tanduk mereka.” Teriak seorang warga menunjuk kearah kelompok asasin.


“Aku juga mau punya tanduk” seorang anak kecil menangis dan terlihat sedang memukuli ayahnya.


Seluruh warga takjub, namun murid akademi lebih memilih untuk tidak menggubris mereka. Gara hanya menggelengkan kepalanya, tidak percaya jika kekuatan yang ia berikan pada murid muridnya adalah sesuatu yang sangat berharga. Bahkan penyihir murni belum tentu mendapatkannya.


Para legenda juga telah mengaktifkan tanduk dan sayap mereka, lalu berangkat ke istana Horsox membawa surat jendral Vamp. Karena akademi beladiri menjadi akademi utama kerajaan maka tempat mereka akan berada di suatu kawasan tersendiri dekat dengan istana.

__ADS_1


Para legenda akan menyiapkan segalanya, mereka juga menyiapkan untuk merekrut beberapa murid berbakat serta beberapa pangeran kerajaan.


Gara memilih untuk keluar dari kota kerajaan, ia melesat dengan cepat menuju perbatasan Horsox Multie dan Krunch Kingdom bagian utara. Besok mungkin ia akan melakukan serangan mendadak pada kerajaan tersebut, untuk itu ia terlebih dahulu menyiapkan beberapa jebakan dan perangkap sihir disana.


Setelah itu Gara mulai berjalan kearah kerajaan Krunch dengan senyuman. “Kerajaan ini harus hancur, jika tidak Hell Memoth akan mendapatkan bantuan besar.”


Semenjak Gara mendapatkan firasat bahwa Hell Memoth memiliki hubungan yang kuat dengan batu waktu dan pusaran waktu yang membawanya kedunia Soun.


Satu hal yang Gara sembunyikan dari Draco adalah ia menemukan sepuluh mantra sihir Dark yang memiliki kekuatan tingkat Semesta keatas. Mantra sihir itu dapat diaktifkan walau hanya memiliki kekuatan dibawah tingkat semesta asalkan pemiliknya dapat menyediakan sumber energi yang sangat besar.


“Dark Magic : Portunia” sebuah portal dari neraka bawah, ia mengaktifkan sihir hitam tingkat tinggi untuk memanggil para mahkluk neraka dan juga pemimpin mereka ‘Lucifer’.


Saat ini Gara telah memasuki tingkat Matahari Puncak sebentar lagi akan menginjak Matahari warna berkat batu kekuatan yang membuatnya dapat menaikkan kekuatan 5x lebih cepat.


Segerombolan makhluk bermacam wujud keluar dari portal, sekitar ribuan makhluk dengan kekuatan paling rendah tingkat Matahari Puncak. kekuatan Gara saat ini hanya mampu memanggil alam neraka paling bawah dan satu pemimpin neraka.

__ADS_1


Jika saja ia telah menginjak alam semesta maka dipastikan ia telah memiliki kekuatan untuk memanggil tujuh alam neraka beserta dengan para pemimpin mereka.


Seekor monster besar menjadi yang terakhir keluar dari portal, ia berwajah garang dengan 8 tentakel yang sangat panjang. “Lucifer kau lama sekali” ucap Gara menatap monster itu.


Monster dengan kekuatan tingkat semesta lapisan 4 segera menunduk hormat pada Gara, ia sedikit gemetar. “Bangunlah, aku ada tugas untuk kalian”


“Budak Lucifer siap melaksanakan tugas” suara monster iblis Lucifer menggema dengan angin panas dari neraka.


“Kau lihat istana putih disana?” Gara menunjuk sebuah bangunan yang terlihat sangat tinggi dengan puluhan menara yang memancarkan sinar yang tidak lain adalah istana kerajaan Krunch.


“Aku lihat tuanku, itu adalah bangunan yang paling tinggi yang pernah saya lihat walau jarak kita dan bangunan itu sangat jauh”


“Kalau begitu aku ingin kau menghancurkan istana itu” ucap Gara tersenyum miring.


 

__ADS_1


 


__ADS_2