Dark Game

Dark Game
216. Guild Pisau Keramat 5


__ADS_3

“Aku tahu apa yang kau pikirkan, kau menolak tawaranku karena kemampuanku yang rendah ini bukan? Kau sungguh pelupa, setahun yang lalu aku berhasil membunuh salah satu petinggi Hell Memoth yang bernama Withca itu dengan mudah.” Ucap Reynal sambil membanggakan dirinya.


Parsi sama sekali tidak melupakannya, namun saat ini musuh mereka jauh lebih banyak dari yang lalu juga tingkatan kekuatan mereka yang terlampau jauh membuat Parsi tidak ingin mengambil resiko lebih jauh.


“Ini sangat berbeda, Aku tentu menolak permintaanmu.” Tantang Parsi, ia mengeluarkan auranya untuk menekan Reynal. Berharap pemuda itu dapat menerimanya.


“Baiklah jika itu kemauanmu, aku tidak dapat memaksa tapi apa kau ingat jika aku tidak menerima penolakan sedikitpun!” balas Reynal. Ia juga mengeluarkan auranya berusaha untuk menekan aura milik Parsi.


Keduanya beradu aura yang sangat aneh sekaligus sangat kuat membuat kedua penjaga Suci Akademi menjadi lemas, mereka tidak dapat menahan maupun melawan aura yang dikeluarkan oleh Parsi dan Reynal karena keduanya saat ini bukanlah mengeluarkan aura energi tetapi aura Magic Art yang keduanya dapatkan dari labirin lima pintu.


“Aku tidak menyangka kau akan sengat berkembang, kau memang sangat berbakat. Tak heran, Akademi Beladiri dapat berdiri kokoh di kota Air Biru berkat dirimu” ucap Parsi sambil terus mengeluarkan aura Magic Art Miliknya.


“Itu sudah sangat jelas pak tua, sedangkan kau terlihat sangat menyedihkan sekarang. Perkembanganmu sangat buruk, aku kira kau telah memasuki tingkat Dewa namun sepertinya dugaan ku salah besar. Jika saja kau menurutiku untuk bergabung pada Akademi Beladiri mungkin kekuatan yang kau miliki telah berkembang sangat jauh bahkan dua kali lipat yang kau miliki sekarang.” Dengus Reynal.

__ADS_1


Kini perkataan Reynal seperti sebuah sambaran petir bagi Parsi. Ia sungguh menyadari hal itu, perasaan kecewa karena menolak tawaran Reynal walau ia sedikit tersinggung.


Aura keduanya terlihat berimbang walau keduanya memiliki perbedaan kekuatan yang sangat jauh, hal itu sangatlah wajar sebab Aura Magic Art yang dilepaskan oleh keduanya sama sekali tidak bergantung pada kekuatan dan Energi.


“Pak tua, percayalah padaku. Kau telah memberiku batu kekuatan dan tongkat Sihir Saint yang berguna untukku melawan mereka. Apa kau tidak mendengar berita jika diriku ini dapat mengimbangi salah satu pemimpin agung Hell Memoth yang kekuatannya telah berada pada tingkat Dewa. Pendekar tingkat Semesta tidak terlalu masalah bagiku, jadi kau tidak perlu khawatir”


“Baiklah, tapi kau harus menuruti satu permintaanku!” ucap Parsi. Ia menghentikan Aura Magic Art dan tersenyum pada Reynal.


Reynal juga telah menghentikan auranya sehingga kedua penjaga Suci Akademi Beladiri mendapatkan kembali kesadaran mereka. “Apa itu?”


Reynal tertawa setelah mendengar permintaan Parsi, “Kalau itu kau tidak perlu memintanya sebab aku yang akan memintanya darimu. Aku yakin kau dapat menjadi salah satu tetua utama Akademi Beladiri dengan rekomendasiku. Dengan jabatanmu sebagai tetua tentu kau akan mendapatkan hak untuk mendapatkan peningkatan kekuatan ataupun sumber daya untuk berlatih.”


Parsi memicing curiga, ia tentu menyadari ada yang salah dari perkataan Reynal. “Kau merencanakan sesuatu dengan menjadikanku sebagai tetua?!”

__ADS_1


“Bisa dikatakan begitu, aku akan memberikanmu wewenang untuk memimpin seluruh Penjaga Suci yang dimiliki oleh Akademi Beladiri sebab kau memiliki banyak pengalaman bertarung sehingga dapat mengajari dan melatih para penjaga Suci kedepannya.”


Parsi menepuk jidatnya, sungguh pemuda dihadapannya ini tidak dapat ditebak.


“Penjaga Luck, Penjaga Jack, kalian bersiaplah. Sepertinya mereka akan segera sampai disini. Aktifkan kertas jimat pelindung tingkat Semesta disekitar sini.”


Raut wajah Reynal berubah, nada bicaranya juga menjadi lebih serius. Kedua penjaga yang sejak tadi berdiri dibelakang Reynal telah bergerak menjalankan perintah Reynal. Parsi yang masih bingung dengan perintah Reynal mencoba untuk bertanya.


“Apa yang terjadi?”


“Guild Pisau Keramat telah mengetahui keberadaan kita dihutan ini, mereka membawa begitu banyak pendekar. Sepertinya itu adalah kekuatan penuh mereka.” Ucap penjaga Luck yang telah selesai menjalankan perintah Reynal untuk mengaktifkan kertas jimat pelindung, disusul oleh Jack yang juga telah selesai melakukan tugasnya.


“Pelindung ini dapat menahan setidaknya lima serangan dari pendekar Semesta lapisan puncak sepertimu Parsi, lalu selama hal itu terjadi kita akan menyerang mereka dengan kertas jimat tingkat Semesta lainnya untuk menurunkan jumlah musuh. Barulah setelah masa aktif pelindung ini habis, kita akan menyerang mereka dengan kekuatan energi yang kita miliki.” Reynal menjelaskan hal tersebut pada Jack dan Luck sedangkan Parsi, kondisinya masih kurang baik membuat Reynal tidak ingin menyuruhnya untuk ikut bertarung.

__ADS_1


Baru saja Reynal selesai mengatur persiapannya, pasukan guild Pisau Keramat menemukan mereka berempat.


__ADS_2