Dark Game

Dark Game
325


__ADS_3

Tetua Jai melihat kesungguhan dimata Reynal sehingga membuatnya menaruh sedikit kepercayaan pada pemuda itu. ia mempersilahkan Reynal untu masuk ke dalam ruangannya.


“Sekarang kau bisa ceritakan apa yang ingin kau sampaikan padaku? Saya tidak punya waktu untuk bersantai!” mendengar ucapan tetua Jai, Reynal mengangguk pelan. Ia kemudian mulai menceritakan informasi palsu yang sebelumnya telah ia rencanakan.


Dengan mengatakan bahwa tetua Siu bersiap untuk kembali ke guild dan menugaskan tetua Bajra untuk memimpin pasukan. Reynal juga mengatakan bahwa selama tetua Bajra memimpin, tetua Jai harus menuruti perintahnya.


Namun seperti yang diketahui bahwa tetua Bajra dan tetua Jai tidak pernah memiliki masa yang akur. Mereka selalu berdebat dan bertengkar kapanpun mereka bertemu, sebab itu sangat tidak mungkin untuk tetua Jai menerima apa yang diucapkan oleh Reynal.


“Apa?! kenapa tetua Siu lebih memilih si Bajra yang tidak berguna itu? Jika benar seperti yang kau katakan maka saya harus bergerak. Saya harus menghadap pada tetua Siu sekarang” tetua Jai bangkit dari kursinya, amarahnya yang terus meluap – luap dapat terlihat jelas di udara.


Aura panas akibat amarahnya menimbulkan seutas energi berwarna merah yang sangat gelap. Bahkan dibeberapa titik terdapat gesekan seperti akan mengeluarkan api yang besar. Tetua Jai sepertinya tidak lagi memperhatikan Reynal yang kini telah tersenyum lebar melihat rencananya telah berhasil.


“Tunggu!” tepat ketika tetua Jai ingin keluar dari ruangannya menuju ruangan tetua Siu, Reynal menghentikannya.


“Ada apa?” tetua Jai terlihat tidak sabaran.

__ADS_1


“Tetua Jai, sepertinya kau melupakan sesuatu.” Reynal memberikan senyum misterius pada tetua Jai.


Tetua Jai berusaha menekan amarahnya lalu mulai mengingat beberapa hal namun tidak berhasil. Api amarahnya yang besar membuat dirinya tidak mampu mengingat beberapa hal yang penting. Sebab itu ia kembali bertanya pada Reynal.


“Tetua Jai, seperti yang sudah kita ketahui dengan baik bahwa jika kakakku, tetua Siu telah memutuskan sesuatu maka mustahil bagi kita untuk mengubahnya.” Ucapan Reynal seketika berubah seperti petir yang menyambar pikiran tetua Jai.


Tetua Jai segera mengingat hal itu, wajahnya kembali murung lalu api amarahnya berubah menjadi api iri hati yang besar pada tetua Bajra.


“Lalu apa saya harus pasrah menerima hal ini? lebih baik saya mati daripada menjadi bawahan dari Bajra tak berguna itu.”


“Maksudmu?” tanya tetua Jai yang terlihat bingung. Reynal tidak memberinya penjelasan namun menunggu tetua Jai mengerti sendiri.


Setelah beberapa saat barulah wajah tetua Jai berubah, ia segera memandang Reynal tidak percaya “Maksudmu kau ingin menyingkirkan tetua Bajra?”


Mendengar pertanyaan tetua Jai, Reynal hanya mengangguk pelan. Ia memang berencana untuk menyingkirkan tetua Bajra namun bukan karena tetua Jai tapi melainkan untuk Akademi Beladiri.

__ADS_1


Di saat tetua Jai bertarung menghadapi tetua Bajra maka ia akan melepaskan Undied Nymph pada seorang pendekar dewa lapisan awal lainnya sehingga dalam sekali jalan Reynal dapat menyiapkan 3 umpan besar.


Belum lagi kesepuluh anggotanya bersama dengan beberapa Undiednya telah melakukan perintahnya untuk mengumpulkan seluruh komandan tingkat 1 dan 2.


“Tetua Jai, kenapa masih disini? Apa kau ragu untuk membunuh tetua Bajra? Atau apa kau takut dengannya?” Reynal tertawa pelan melihat keraguan dimata tetua Jai yang bertolak belakang dengan aura membunuhnya yang telah perlahan bangkit dari dalam tubuhnya.


“Apa kau yakin dengan ini? saya takut tetua Siu mengetahui ini dan menghukum saya. Lagipula kekuatan tetua Bajra sangat cocok dengan kekuatanku hingga saya tidak yakin bisa mengalahkannya dengan mudah walau telah berada di dalam mode penuh.”


“Tetua Jai tidak usah ragu untuk itu. serahkan urusan tetua Siu padaku dan kau hanya berusaha untuk mengalahkannya. Saya akan mencoba untuk menyerangnya dari jauh pada beberapa kesempatan sehingga kau bisa mengalahkannya.”


Barulah setelah mendengar ucapan Reynal sekali lagi, tatapan ragu tetua Jai perlahan menghilang di dalam kedalam matanya dan digantikan oleh tatapan niat membunuh.


~~


Naca juga yah cerita lainnya (To Be Celestials Emperor) gendrenya full kultivator dengan gaya penulisan yang berbeda. Bisa langsung di cek profil penulis, update perdana tanggal 1- juli nanti....

__ADS_1


__ADS_2