
Eliza dengan cepat
memimpin 100 pendekar Semesta untuk menyerang serangan musuh. Ia memberikan
aba- aba pada pasukannya untuk mengaktifkan kertas jimat yang masing- masing
mereka pegang.
Eliza melihat 3 tetua
dewa Lapisan awal mendekatinya, ketiganya berniat untuk mengeroyoki Eliza namun
nasib sial target mereka adalah Eliza yang kini telah memiliki kekuatan dewa
lapisan 2. Eliza segera mengeluarkan kekuatannya untuk menyerang lawan.
Ia membangkitkan 3
buah golem batu dalam sekejap lalu kemudian golem tersebut hancur membuat
puluhan batu besar berjatuhan bagai hujan meteor. Eliza sengaja melakukan hal
ini untuk menghambat ketiganya sementara ia mendekati salah satu dari mereka.
“Tinju 1000 ton!”
teriak Eliza sambil mengerahkan kepalan tinjunya tepat di bagian perut
lawannya. Seketika pria yang terkena tinjuan maut dari Eliza terlempar ratusan
meter dengan perut yang telah bocor.
Tidak sampai disana,
Eliza Kembali bergerak cepat. Ia menguasai elemen tanah dan bumi membuatnya
berjalan lebih cepat diatas tanah. Eliza Kembali muncul di depan seorang
pendekar dewa lainnya, berbeda dari sebelumnya Eliza kini menggunakan kaki
kananya untuk menendang.
“Tendangan 2000 ton!”
teriak Eliza yang Kembali mengakibatkan seorang disana terlempar jauh.
Tersisa satu pendekar
dewa, Eliza tersenyum sinis sebelum melemparkan kepadanya 10 kertas jimat
tingkat semesta sekaligus. Meski bukan kertas Penjaga langit namun seorang dewa
awal jika diserang dengan sebanyak itu membuat tubuhnya juga tidak sanggup dan
__ADS_1
seketika meledak ditempat.
Eliza melihat 3
pendekar dewa dari lawan telah tewas berniat untuk Kembali ke menara. Sementara
pasukannya bersiap melemparkan serangan kertas jimat. Eliza menunggu waktu yang
pas untuk melempar.
Saat pasukan pertama
Hell Memoth mencapai 50 meter dari gerbang, Eliza segera mengerahkan pasukannya
untuk mengaktifkan kertas jimat.
Bang!
Bang!
Bang!
..
Puluhan ledakan saling
bersahut- sahutan, akibat banyaknya ledakan yang terjadi membuat daerah
tersebut menjadi berkabut pasir yang cukup tebal. Eliza dan tetua Qin Feng yang
penyerang pertama Hell Memoth telah tewas seluruhnya.
“Eliza, tetap
pertahankan taktik kita ini sampai 2 ribu kertas jimat habis. Setelah itu
barulah kita mengaktfkan formasi pembunuhnya” ucap tetau Qin.
Dan seperti yang
dipikirkan oleh keduanya, tak lama setelah tewasnya seluruh pasukan penyerang
pertama, Eliza sekali lagi melihat pasukan kedua yang akan menyerang. Jumlah
dari pasukan ini sama seperti yang sebelumnya.
Karena pendekar
Akademi Beladiri telah melihat serangan pertama membuat mereka pada serangan
kedua menjadi lebih lancar. Eliza masih turun tangan untuk membunuh 3 pendekar
dewa yang ada disana dengan mudah. Pada akhirnya pasukan kedua juga tewas
__ADS_1
dihabisi dibawah kendali Eliza.
Hell Memoth kemudian
terus menerus mengirimkan satu demi satu kelompok penyerang dengan jumlah yang
sama. Sampai ketika kelompok yang ke 20, tetua Qin Feng merasa ada yang aneh.
Menurutnya Hell Memoth
menggunakan tindakan yang bodoh karena menggunakan lebih dari 4 ribu pasukannya
dengan percuma. Ia merasa Hell Memoth memiliki sesuatu setelah ini yang jauh
lebih besar.
Eliza juga
menyadarinya, ia segera membuat para pasukannya bersiaga. Barulah tepat ketika
10 menit kosong tanpa adanya serangan dari Hell Memoth, Eliza dan Qin Feng
dikejutkan dengan 4 ribu mayat dari pasukan Hell Memoth bangkit Kembali menjadi
pasukan Undied.
Melihat hal itu, tetua
Qin Feng akhirnya menyadari jika selain untuk menyerang Akademi Beladiri
menggunakan pasukan hidup, Hell Memoth juga akan menggunakan pasukan Undied
untuk menyerang. Apalagi pasukan undied yang mulai menyerang adalah mayat dari
para pendekar yang tewas karena serangan Akademi Beladiri di awal.
“Hell Memoth nyatanya
tidak terlalu bodoh untuk Menyusun rencana yang lumayan ini!” gumam Qin Feng.
“Aktifkan formasi
Sihir!” teriak Qin Feng pada sebuah alat komunikasi berbentuk kerang dengan
warna seputih susu. Alat komunikasi tersebut segera menyambungkan suara Qin
Feng pada setiap anggota Formasi yang mengatur setiap formasi Akademi Beladiri.
Sekitar 100 orang kemudian
bergerak dan mulai menarik beberapa tuas dan tombol dalam sebuah ruangan yang
mirip dengan kemudi pesawat.
__ADS_1
“Siap diaktifkan!”
ucap mereka bersamaan.