Dark Game

Dark Game
490


__ADS_3

Eliza dengan cepat


memimpin 100 pendekar Semesta untuk menyerang serangan musuh. Ia memberikan


aba- aba pada pasukannya untuk mengaktifkan kertas jimat yang masing- masing


mereka pegang.


Eliza melihat 3 tetua


dewa Lapisan awal mendekatinya, ketiganya berniat untuk mengeroyoki Eliza namun


nasib sial target mereka adalah Eliza yang kini telah memiliki kekuatan dewa


lapisan 2. Eliza segera mengeluarkan kekuatannya untuk menyerang lawan.


Ia membangkitkan 3


buah golem batu dalam sekejap lalu kemudian golem tersebut hancur membuat


puluhan batu besar berjatuhan bagai hujan meteor. Eliza sengaja melakukan hal


ini untuk menghambat ketiganya sementara ia mendekati salah satu dari mereka.


“Tinju 1000 ton!”


teriak Eliza sambil mengerahkan kepalan tinjunya tepat di bagian perut


lawannya. Seketika pria yang terkena tinjuan maut dari Eliza terlempar ratusan


meter dengan perut yang telah bocor.


Tidak sampai disana,


Eliza Kembali bergerak cepat. Ia menguasai elemen tanah dan bumi membuatnya


berjalan lebih cepat diatas tanah. Eliza Kembali muncul di depan seorang


pendekar dewa lainnya, berbeda dari sebelumnya Eliza kini menggunakan kaki


kananya untuk menendang.


“Tendangan 2000 ton!”


teriak Eliza yang Kembali mengakibatkan seorang disana terlempar jauh.


Tersisa satu pendekar


dewa, Eliza tersenyum sinis sebelum melemparkan kepadanya 10 kertas jimat


tingkat semesta sekaligus. Meski bukan kertas Penjaga langit namun seorang dewa


awal jika diserang dengan sebanyak itu membuat tubuhnya juga tidak sanggup dan

__ADS_1


seketika meledak ditempat.


Eliza melihat 3


pendekar dewa dari lawan telah tewas berniat untuk Kembali ke menara. Sementara


pasukannya bersiap melemparkan serangan kertas jimat. Eliza menunggu waktu yang


pas untuk melempar.


Saat pasukan pertama


Hell Memoth mencapai 50 meter dari gerbang, Eliza segera mengerahkan pasukannya


untuk mengaktifkan kertas jimat.


Bang!


Bang!


Bang!


..


Puluhan ledakan saling


bersahut- sahutan, akibat banyaknya ledakan yang terjadi membuat daerah


tersebut menjadi berkabut pasir yang cukup tebal. Eliza dan tetua Qin Feng yang


penyerang pertama Hell Memoth telah tewas seluruhnya.


“Eliza, tetap


pertahankan taktik kita ini sampai 2 ribu kertas jimat habis. Setelah itu


barulah kita mengaktfkan formasi pembunuhnya” ucap tetau Qin.


Dan seperti yang


dipikirkan oleh keduanya, tak lama setelah tewasnya seluruh pasukan penyerang


pertama, Eliza sekali lagi melihat pasukan kedua yang akan menyerang. Jumlah


dari pasukan ini sama seperti yang sebelumnya.


Karena pendekar


Akademi Beladiri telah melihat serangan pertama membuat mereka pada serangan


kedua menjadi lebih lancar. Eliza masih turun tangan untuk membunuh 3 pendekar


dewa yang ada disana dengan mudah. Pada akhirnya pasukan kedua juga tewas

__ADS_1


dihabisi dibawah kendali Eliza.


Hell Memoth kemudian


terus menerus mengirimkan satu demi satu kelompok penyerang dengan jumlah yang


sama. Sampai ketika kelompok yang ke 20, tetua Qin Feng merasa ada yang aneh.


Menurutnya Hell Memoth


menggunakan tindakan yang bodoh karena menggunakan lebih dari 4 ribu pasukannya


dengan percuma. Ia merasa Hell Memoth memiliki sesuatu setelah ini yang jauh


lebih besar.


Eliza juga


menyadarinya, ia segera membuat para pasukannya bersiaga. Barulah tepat ketika


10 menit kosong tanpa adanya serangan dari Hell Memoth, Eliza dan Qin Feng


dikejutkan dengan 4 ribu mayat dari pasukan Hell Memoth bangkit Kembali menjadi


pasukan Undied.


Melihat hal itu, tetua


Qin Feng akhirnya menyadari jika selain untuk menyerang Akademi Beladiri


menggunakan pasukan hidup, Hell Memoth juga akan menggunakan pasukan Undied


untuk menyerang. Apalagi pasukan undied yang mulai menyerang adalah mayat dari


para pendekar yang tewas karena serangan Akademi Beladiri di awal.


“Hell Memoth nyatanya


tidak terlalu bodoh untuk Menyusun rencana yang lumayan ini!” gumam Qin Feng.


“Aktifkan formasi


Sihir!” teriak Qin Feng pada sebuah alat komunikasi berbentuk kerang dengan


warna seputih susu. Alat komunikasi tersebut segera menyambungkan suara Qin


Feng pada setiap anggota Formasi yang mengatur setiap formasi Akademi Beladiri.


Sekitar 100 orang kemudian


bergerak dan mulai menarik beberapa tuas dan tombol dalam sebuah ruangan yang


mirip dengan kemudi pesawat.

__ADS_1


“Siap diaktifkan!”


ucap mereka bersamaan.


__ADS_2