Dark Game

Dark Game
197. Guild Seribu Racun 3


__ADS_3

Reynal terlihat sangat kesulitan ketika melawan kedua pendekar semesta sekaligus, jika saja ia tidak memiliki energi dan tenaga yang begitu besar maka Reynal telah lama terkapar akibat serangan dari kedua tetua guild Seribu Racun.


“Power Magic : Magic Poison” Reynal kembali mengeluarkan sihirnya racunnya untuk menyerang kedua pendekar semesta tersebut. Kali ini racun yang dikeluarkan Reynal merupakan racun alami yang berasal dari sayap beracunnya sebab itu kedua tetua racun yang menghadapinya seketika terdorog kurang lebih sepuluh meter dari tempat sebelumnya.


Mereka berdua terkena racun terhebat milik Reynal, wajah mereka terlihat berubah menjadi biru akibat racun dalam tubuh mereka. Namun mereka tetaplah sang pendekar racun yang setiap saat memiliki penawar racun tingkat tinggi dalam saku mereka.


Tetua Nie dengan sigap meminum ramuan berwarna merah kental yang ia kelurkan dari dalam saku, setelah meminumnya wajah tetua Nie kembali membaik. Hal yang sama juga dilakukan oleh tetua Tenggu namun warna penawar yang mereka keluarkan berbeda, tetua Tenggu mengeluarkan penawar berwarna biru cerah.


“Ia masih memiliki racun tingkat tinggi. Aku tidak yakin dapat selamat jika tidak membawa penawar tingkat tinggi kemari.” Ucap tetua Nie setengah berbisik pada Tenggu.


“Bagaimanapun kita telah terlalu jauh melangkah, lebih baik kita cepat membunuhnya sebab aku hanya membawa racun tingkat menengah dan harus cepat kembali ke guild untuk mendapatkan penawar racun tingkat tinggi lainnya.” Lain halnya dengan tetua Nie yang telah tenang kini tetua Tenggu terlihat sangat cemas, ia terlupa untuk membawa penawar tingkat tinggi miliknya menyebabkan racun yang ia dapatkan akan kembali kambuh setelah beberapa saat.

__ADS_1


“Magic Power : Dark Elemen” seolah tidak memberikan waktu bagi keduanya, Reynal kembali menyerang dengan ratusan serangan elemen api dan angin. Ia juga mengaktifkan sepasang sayap elemennya membuat serangan elemen yang ia keluarkan semakin kuat.


Tetua Nie segera membuat pelindung dari racun kelabang hitam miliknya, sedangkan tetua Tenggu terlihat sedang berlindung dibalik tetua Nie. “Mereka telah melemah karena racunku, lebih baik aku siapkan kejutan yang lainnya”


Kedua pendekar semesta dari guild Seribu Racun tidak mampu memberikan serangan balik pada Reynal, mereka memilih untuk lebih bertahan. Reynal tentu tidak melepaskan kesempatan emas yang didapatkannya, ia kemudian melemparkan dua lembar kertas jimat tingkat Semesta kepada tetua Nie.


Tetua Nie tidak menyangka akan mendapatkan serangan dari kertas jimat tingkat semesta akibatnya ia tidak sempat untuk membuat pelindung yang lebih kuat. Tetua Nie terpental jauh, Reynal berhasil membuatnya tidak sadarkan diri.


Reynal segera memusatkan perhatiannya pada pasukan Undiednya setelah merasa kedua pendekar tingkat Semesta tersebut tidak lagi ingin menyerangnya. Reynal kemudian menyadari bahwa posisi pasukan Undiednya telah terpojok, terlebih puluhan undied tingkat Galaksi tidak mampu untuk menahan dua pendekar tingkat semesta dan tiga pendekar Galaksi dalam satu waktu.


Disisi lain terlihat Raja Ren tengah bertarung dengan seorang pendekar semesta berkekuatan ninja. Keadaan Raja Ren tidak terlalu baik begitupula dengan pendekar tersebut, Reynal mengerti jika saja Raja Ren bukanlah bangsa Undied yang dapat bangkit kembali walau telah meninggal maka pendekar bersenjata ninja itu telah memenangkan pertarungannya.

__ADS_1


Reynal melepaskan serangannya pada pendekar ninja tersebut membuatnya terlempar jauh, raja Ren kemudian menyerangnya dengan jurus pamungkasnya membuat pendekar tersebut menjadi tidak sadarkan diri.


Hal yang sama dilakukan oleh Reynal untuk membantu Undied Poppey dan kedua pertarungan lainnya. Tetua Tenggu yang melihatnya hanya bisa pasrah, ia telah kehabisan tenaga dan energi untuk membantu.


Reynal kemudian mengerahkan seluruh undied tingkat Semesta untuk membantu melawan dua pendekar semesta lainnya. Melihat seluruh rekannya habis tak tersisa membuat Tetua Tenggu hanya dapat melarikan diri dan melaporkan hal ini pada guildnya. Ia membiarkan tetua Nie meninggal ditempat karena kehabisan darah oleh serangan kertas jimat tingkat Semesta.


Setelah berhasil membereskan seluruh pendekar yang sebelumnya menghadang dirinya, Reynal berniat untuk segera kabur menuju Akademi Beladiri. Ia telah menghabiskan seharian hanya untuk melawan para pendekar dari guild Seribu Racun sebab itu walau telah hampir gelap, Reynal tetap terbang dengan kecepatan tinggi.


~~


Ayo beri vote dan like pada novel Dark Game. Vote sebanyak- banyaknya yah... Oh iya jangan lupa buat bergabung dalam grub Chat Dark Game ( dapat dilihat dibawah kolom vote pada profil utama cerita atau kunjungi profil penulis) disana akan ada informasi seputar Dark Game(bocoran eps selanjutnya) serta jadwal update Dark Game setiap harinya. Dan yang paling penting, disana Author akan membagikan puluhan poin gratis setiap harinya pada beberapa anggota, jadi tunggu apa lagi? buruan gabung**!!

__ADS_1


__ADS_2