Dark Game

Dark Game
331


__ADS_3

 "Saatnya pertunjukkan!” Reynal mengerahkan seluruh


pasukannya menuju keempat pendekar dewa yang menatap mereka dengan marah.


“Tetua Siu bahaya! Kita sepertinya telah di targetkan!”


salah satu dari empat pendekar dewa berteriak panik. Ia jelas terlihat tidak


berpengalaman dalam masalah seperti ini.


Di sisi lain beberapa tidak mengatakan apa- apa bukan karena


mereka mengerti apa yang terjadi namun beberapa juga gemetar ketakutan karena


mereka mengetahui bahkan menyembunyikannya.


Reynal segera membagi pasukannya, Nymph bersama dengan empat


undied dewa lainny segera mengepung tetua Siu. Masing- masing dari para


pendekar dewa guild Mata Angin segera mendapatkan lawan yang cocok untuk mereka


tepat ketika mereka keluar.


Para pendekar dewa ini bukan saja baru keluar namun ia


bahkan belum sempat membunuh seorang prajurit pun. Para undied Reynal mengepung


mereka juga turut memisahkan mereka  agar


tidak terjadi kerja sama.


“Saya akan pergi bersenangn- senang! Ketua Remi dapat


menunggu sebentar, saya serahkan lainnya disini” Reynal berteriak keras sebelum


mengirim kelimat pendekar dewa sisanya menjauh dari medan pertempuran.


Reynal tentu saja tidak dapat melepaskan teknik terkuat yang


dimiliki oleh para pasukannya di tengah pertempuran karena akan dapat membuat


karyawan biasa terbunuh dengan serangan yang meleset.

__ADS_1


Tetua Siu mengetahui rencana Reynal segera mendengus keras,


ia mengeluarkan kekuatan penuhnya setelah puas bermain dengan lima undied yang


mengelilinginya tanpa membuahkan hasil.


“Tetua Siu, saya tidak menyangka guild Mata Angin dapat


berbuat seperti ini kepada Akademi Beladiri ketika saya tidak berada di tempat”


Reynal berkata dengan dingin sambil menatap tajam tetua Siu.


Yang terakhir terkesiap mendengar nama Reynal. jelas saat


ini seluruh Humanie Empire mengetahui pemimpin Suci Akademi Beladiri yang hebat


dalam teknik Necromancer. Dapat dikatakan bahwa ia adalah necromancer terhebat


Humanie Empire.


Hal inilah yang membuat namanya ditakuti, pengendaliannya


terhadap puluhan undied tingkat dewa sungguh mengerikan. Terlebih ia mengetahui


“Pemimpin suci Akademi Beladiri? Reynal?kau sungguh terlihat


sesuai namamu!” balas tetua Siu.


Reynal tersenyum senang mendengar pujian tetua Siu. Jika


tetua Siu melihat senyum Reynal ketika keadaan lain mungkin ia dapat mengatakan


Reynal tersenyum tulus padanya. Namun kini senyumannya bagaikan seringai iblis


dari neraka.


“Tetua Siu, saya mendengar guild Mata Angin berada dibawah


kekaisaran, khususnya pangeran mahkota bukan? Hm.. pangeran mahkota sunggu


baik, ia dengan tulus memberikan tujuh pendekar dewa lainnya kepadaku untuk


dijadikan undied dewa yang lain bersama dengan seluruh pasukannya.”

__ADS_1


Ucapan Reynal terbukti seperti sambaran petir disiang hari,


“Ia berniat melakukan itu? bermimpi! Kekaisaran akan menghukumnya jika


memusnahkan guild Mata Angin.”


“Apa? tidak percaya?” Reynal tentu menyadari raut tetua Siu


yang tidak percaya, bagaimanapun juga menurut teuta Siu, Reynal terlalu percaya


pada dirinya.


Belum sempat tetua Siu menjawab, Reynal kembali memotongnya.


“Tidak peduli apa, kau akan menjadi pembukaan pertama hari ini!”


Ekspresi tetua Siu segera berubah menjadi lebih serius


ketika Reynal memancarkan aura yang lebih berat dari sebelumnya. Jubah longgar


yang ia kenakan segera berkibar kencang ketika beberapa hembusan angin keras


menyapu.


“Nymph, beri hujan petirmu!” Reynal bergumam pelan sambil


mengucapkan mantra lainnya dan mengirim perintah pada Nymph.


Tidak lama, ratusan sinar putih segera jatuh dari langit, ia


segera menghujani para pasukan guild Mata Angin dengan target utama tetua Siu.


Tidak ada yang berani menghentikan satupun dari sinar putih


karena menurutnya sekali mereka terkena maka akan semakin berbahaya mereka. Benar


saja, petir itu segera menghancurkan seorang pendekar semeta lapisan puncak


dengan tarikan nafas.


Meski begitu karena terget utama mereka adalah tetua Siu


maka sekitar 3/4  petir masih

__ADS_1


mengikutinya. Ini membuat pelarian diri tetua Siu sedikit melambat.


__ADS_2