
"Saatnya pertunjukkan!” Reynal mengerahkan seluruh
pasukannya menuju keempat pendekar dewa yang menatap mereka dengan marah.
“Tetua Siu bahaya! Kita sepertinya telah di targetkan!”
salah satu dari empat pendekar dewa berteriak panik. Ia jelas terlihat tidak
berpengalaman dalam masalah seperti ini.
Di sisi lain beberapa tidak mengatakan apa- apa bukan karena
mereka mengerti apa yang terjadi namun beberapa juga gemetar ketakutan karena
mereka mengetahui bahkan menyembunyikannya.
Reynal segera membagi pasukannya, Nymph bersama dengan empat
undied dewa lainny segera mengepung tetua Siu. Masing- masing dari para
pendekar dewa guild Mata Angin segera mendapatkan lawan yang cocok untuk mereka
tepat ketika mereka keluar.
Para pendekar dewa ini bukan saja baru keluar namun ia
bahkan belum sempat membunuh seorang prajurit pun. Para undied Reynal mengepung
mereka juga turut memisahkan mereka agar
tidak terjadi kerja sama.
“Saya akan pergi bersenangn- senang! Ketua Remi dapat
menunggu sebentar, saya serahkan lainnya disini” Reynal berteriak keras sebelum
mengirim kelimat pendekar dewa sisanya menjauh dari medan pertempuran.
Reynal tentu saja tidak dapat melepaskan teknik terkuat yang
dimiliki oleh para pasukannya di tengah pertempuran karena akan dapat membuat
karyawan biasa terbunuh dengan serangan yang meleset.
__ADS_1
Tetua Siu mengetahui rencana Reynal segera mendengus keras,
ia mengeluarkan kekuatan penuhnya setelah puas bermain dengan lima undied yang
mengelilinginya tanpa membuahkan hasil.
“Tetua Siu, saya tidak menyangka guild Mata Angin dapat
berbuat seperti ini kepada Akademi Beladiri ketika saya tidak berada di tempat”
Reynal berkata dengan dingin sambil menatap tajam tetua Siu.
Yang terakhir terkesiap mendengar nama Reynal. jelas saat
ini seluruh Humanie Empire mengetahui pemimpin Suci Akademi Beladiri yang hebat
dalam teknik Necromancer. Dapat dikatakan bahwa ia adalah necromancer terhebat
Humanie Empire.
Hal inilah yang membuat namanya ditakuti, pengendaliannya
terhadap puluhan undied tingkat dewa sungguh mengerikan. Terlebih ia mengetahui
“Pemimpin suci Akademi Beladiri? Reynal?kau sungguh terlihat
sesuai namamu!” balas tetua Siu.
Reynal tersenyum senang mendengar pujian tetua Siu. Jika
tetua Siu melihat senyum Reynal ketika keadaan lain mungkin ia dapat mengatakan
Reynal tersenyum tulus padanya. Namun kini senyumannya bagaikan seringai iblis
dari neraka.
“Tetua Siu, saya mendengar guild Mata Angin berada dibawah
kekaisaran, khususnya pangeran mahkota bukan? Hm.. pangeran mahkota sunggu
baik, ia dengan tulus memberikan tujuh pendekar dewa lainnya kepadaku untuk
dijadikan undied dewa yang lain bersama dengan seluruh pasukannya.”
__ADS_1
Ucapan Reynal terbukti seperti sambaran petir disiang hari,
“Ia berniat melakukan itu? bermimpi! Kekaisaran akan menghukumnya jika
memusnahkan guild Mata Angin.”
“Apa? tidak percaya?” Reynal tentu menyadari raut tetua Siu
yang tidak percaya, bagaimanapun juga menurut teuta Siu, Reynal terlalu percaya
pada dirinya.
Belum sempat tetua Siu menjawab, Reynal kembali memotongnya.
“Tidak peduli apa, kau akan menjadi pembukaan pertama hari ini!”
Ekspresi tetua Siu segera berubah menjadi lebih serius
ketika Reynal memancarkan aura yang lebih berat dari sebelumnya. Jubah longgar
yang ia kenakan segera berkibar kencang ketika beberapa hembusan angin keras
menyapu.
“Nymph, beri hujan petirmu!” Reynal bergumam pelan sambil
mengucapkan mantra lainnya dan mengirim perintah pada Nymph.
Tidak lama, ratusan sinar putih segera jatuh dari langit, ia
segera menghujani para pasukan guild Mata Angin dengan target utama tetua Siu.
Tidak ada yang berani menghentikan satupun dari sinar putih
karena menurutnya sekali mereka terkena maka akan semakin berbahaya mereka. Benar
saja, petir itu segera menghancurkan seorang pendekar semeta lapisan puncak
dengan tarikan nafas.
Meski begitu karena terget utama mereka adalah tetua Siu
maka sekitar 3/4 petir masih
__ADS_1
mengikutinya. Ini membuat pelarian diri tetua Siu sedikit melambat.