Dark Game

Dark Game
150


__ADS_3

Kali ini ia tiba di depan murid dari legenda Lancer, sang ahli tombak. Murid dari legenda Lucy sangatlah biasa dan jika di tempatkan pada kerumunan maka ia akan sangat tidak mencolok. Yang menonjol dari dia adalah tinggi dan sedikit tampan.


Ia membawa tombak berwarna merah darah, dan menatap Reynal dengan tatapan membara. Reynal sedikit terkejut, ia sedikit merasakan antisipasi dari murid dari legenda Lucy.


“Apa kau akan bertarung dengan tombak atau lainnya?” Reynal bertanya.


Murid dari legenda Lucy segera menyingkirkan tombaknya dan berkata, “Jika anda tidak dapat memainkan tombak maka saya tidak akan melawan anda dengan tombak. Ajaran tombak sangat tinggi layaknya seorang kaisar. Seorang Kaisar tidak akan  memakai pakaian rajanya untuk mengintimidasi rakyatnya” Murid legenda Lucy menjawab dengan tenang.


Reynal mengangguk senang, kesan pertamanya pada murid ini sangat tinggi. Sebab itu ia menanyakan nama dari murid itu.


“Zilong! Nama saya Zilong” ketika menyebutkan namanya, pendekar itu terlihat sedikit bangga.


Sekilas interaksi keduanya tidak menggambarkan seorang yang bertemu musuh seperti murid dari legenda pedang. Mereka bahkan bertindak seolah telah saling mengenal karena tidak ada dari mereka yang memancarkan niat permusuhan antara satu dan yang lainnya.

__ADS_1


“Bagus! Kita akan memainkan tombak” Reynal kemudian mengganti pedangnya dan memunculkan sebuah tombak. Tombak Reynal terlihat sangat sederhana, hanya karena warnanya yang emas gelap serta dengan ukiran naga di ganggangnya membuat itu terlihat mistik.


Zilong melihat tombak Reynal segera melebarkan matanya, ia dapat melihat aura mistik dan agung dari tombak Reynal.


“Kau cukup beruntung karena saya memiliki kesan yang baik padamu. Sebab itu saya memakai tombak terbaik yang saya miliki. Tombak ini disebut sebagai Tombak Penakluk Naga! Jika kau bersungguh- sungguh dan dapat membuatku terkesan maka tombak ini akan menjadi milikmu” Reynal berkata.


Zilong menatap Reynal sekali lagi, dari matanya Reynal dapat melihat semangat tempur yang kuat terpancar. “Bagus! kau dapat menyerang sekarang!” Reynal memajukan tombaknya dan memasang keadaan tempur.


Tombak Merah melesat dengan cepat ke arah Reynal, melihat serangan dari Zilong, Reynal memutar tombaknya. Itu kemudian membuat Tombak Merah terpental. Melihat serangan pertamanya di tangkap dengan mudah, Zilong tidak mundur, ia bahkan semakin maju mendekati Reynal.


Tang! Tombak Zilong membuat Reynal terpukul mundur. Namun serangan itu jauh dari kata selesai, sebab Reynal segera maju dan menyerang dengan kekuatan penuhnya.


Zilong ikut maju, bersama dengan tombak Merahnya ia menghadapi Reynal dalam pertukaran seribu serangan sebelum keduanya sama- sama mundur. Reynal sedikit mendapatkan luka dari pertukaran itu sedangkan Zilong belum terluka sama sekali.

__ADS_1


“Bagus! Kau membuatku terkesan, sikapmu yang rendah hati dan tidak memandang lemah lawan adalah hal yang terbaik. Sungguh saya bisa merasakan aura pertempuran sekaligus seorang kaisar darimu. Ambillah Tombak ini sebagai hadiah dariku” Reynal melemparkan tombak itu pada Zilong.


Zilong yang telah merasakan sendiri kehebatan dari sang tombak tidak menolak, Ia tahu bahwa ia sangat membutuhkan tombak itu untuk meningkatkan kekuatannya. Ia segera menangkupkan telapak tangannya dan berterimakasih pada Reynal.


‘’Kau tidak perlu berterimakasih, Itu adalah balasan dari sikapmu yang membuatku terkesan. Tapi satu hal yang dapat saya katakan bahwa Seorang kaisar selain memiliki wibawa ia juga memiliki sikap dominasi. Kau hanya kekurangan sikap dominasi, sebab itu saya masih belum terlalu puas”


Sama seperti sebelumnya, Reynal kembali menghilang dari balik asap putih setelah memberikan nasehatnya pada para murid legenda.


Zilong yang terdiam mulai mencerna kata- kata yang diberikan oleh Reynal padanya. Tidak ada yang tahu bahkan legenda lucy sekalipun jika Zilong bukan hanya mengelola teknik dan ilmu tombak dan Lucy namun ia juga mendapatkan ilmu tombak tingkat tinggi dari tetua Yin Yang. Itu sebabnya Reynal terkejut ketika mendapati jurus dan teknik baru yang tidak dimiliki oleh Lucy namun dikuasai oleh Zilong.


Namun selama belakangan ini, ia telah mendapatkan rintangan dan hambatan dalam permainan tombaknya. Seolah ia dapat merasakan sesuatu yang kurang dari tombaknya itu. Karena penggabungan dua ajaran yang berbeda membuat Lucy maupun tetua Yin Yang juga tidak mengerti dan tidak dapat memecahkan masalah hambatan yang ditemui oleh Zilong.


“Sikap Dominasi Kaisar! Hahaha... Akhirnya saya mendapatkan jawabannya” Zilong berteriak girang seolah telah mendapatkan sesuatu yang berharga.

__ADS_1


Ia tidak berharap rintangan dan hambatan itu terpecahkan oleh nasihat sederhana dari Reynal. Kini perlahan ia bisa melihat jalan kaisarnya melalui tombak telah terbuka lebar. Tidak akan lama baginya untuk mendapatkan pemahaman dan maju menjadi pendekar dewa bumi.


__ADS_2