
Secret Toun menahan serangan Jacson dengan mudah, setelah itu ia merapalkan sebuah mantra Faith membuat tubuhnya bersinar terang.
“Cahaya Keimanan : Belenggu Keimanan” sebuah sihir faith berbentuk rantai segera mengikat tiga pendekar tingkat Dewa yang bergerak kearahnya.
“Saudaraku, kau terlalu cepat seratus tahun untuk menggedor pintu guild kami dengan tidak terhormat.” Ucapnya menggelengkan kepala.
Jacson bergerak mundur, setelah serangan pertamanya beradu dengan Secret Toun membuatnya dapat mengukur bayangan kekuatan yang dimiliki oleh Secret Toun.
“Tidak aku sangka kekuatanku dengannya sangat jauh, aku bukan tandingannya jika bergerak sendiri” Jacson segera memikirkan ide yang tepat.
Disisi lain, Secret Toun tersenyum penuh arti, kekuatannya saat ini setidaknya berimbang dengan salah satu dari tiga kuasa agung Hell Memoth. Dalam hal ini, Jacson bahkan tidak dapat membuat Secret Toun mengeluarkan lebih dari 30% kekuatan yang ia miliki.
__ADS_1
Terlebih lagi, dua pendekar terkuat Secret God juga hadir bersamanya.
“Belum terlambat untuk mengakui kesalahanmu dan meminta maaf, kami sedang berduka, sehingga tidak ingin membunuh ataupun merebut nyawa orang lain untuk sementara” Secret Rafaela tidak lagi dapat menahan diri untuk tidak mengamuk. Sedari awal ia berusaha untuk menenangkan dirinya sebab akan menimbulkan masalah yang tidak perlu jika hal ini berlanjut.
“Hahaha, kau kira punya hak untuk berbicara denganku?! Hmp!” Jacson segera memanggil keempat ketua guild Raja Nirwana yang hadir untuk menghadapi Secret Rafaela. Jacson tidak terlalu bodoh, saat ini Secret Rafaela memiliki posisi ketujuh pendekar terkuat membuat dirinya harus lebih waspada dan berhati-hati.
“Kalian kemari ingin melemahkan guild Secret God agar kalian menjadi guild nomor satu menggantikan kami, tapi kau dengan mudah menghilangkan kesempatannya hari ini.”
Secret Rafaela mengeluarkan senjata andalannya yaitu sebuah busur panah berukuran sedikit besar. Panah tersebut memancarkan energi yang tidak biasa.
Keempat wakil ketua guild Raja Nirwana tidak sempat menghindar sebab itu mereka terkena panah pembunuh dari Secret Rafaela. Keempatnya hanya bisa pasrah sebab panah tersebut dengan cepat menyerap energi yang mereka miliki bak pusaran air yang deras.
__ADS_1
“Level dan kualitas para anggota guild kita berbeda, lebih baik kalian menyerah dengan cepat sebelum aku membunuh keempatnya sekarang” Secret Rafaela terlihat senang melakukan hal tersebut, ia mengancam Jacson untuk segera mundur dan menyerah untuk menaklukkan Secret God.
~~
Disisi lain, seorang pemuda sedang terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi kearah barat laut. Pemuda itu dapat dengan mudah terbang dengan kecepatan yang mengerikan karena memiliki tiga pasang sayap.
Butuh beberapa jam sampai akhirnya ia sampai pada lokasi tujuan yang ia ingin kunjungi. Pemuda itu tersenyum cukup puas setelah tiba pada tempat tersebut. Ia melihat ribuan dan beberapa tumpukan mayat yang mulai berbau akibat tidak di makamkan dengan baik dan benar.
“Tempat ini sangat hancur, aku tidak dapat membayangkan dengan pertarungan para pendekar tinggi seperti tingkat Dewa. Dari jarak satu kilometer dari sini kerusakan telah terjadi begitu banyak sehingga tidak menyadari satu hal yang pasti.” Ucapnya sambil bergumam sendiri, pemuda itu mulai melakukan aktivitasnya. Ia membuat beberapa tanda khusus bagi setiap tubuh para mayat yang ia temui dan kumpulkan.
“Aku tidak menduga akan mendapatkan pasukan sebesar ini, enam mayat pendekar tingkat Dewa akan menjadi salah satu pasukan terbesarku selain para legenda dan kedelapan gerbang neraka” pemuda itu dengan senyuman khasnya mulai merapalkan sebuah mantra panjang setelah selesai menandai seluruh mayat disana.
__ADS_1
Cahaya emas menyilaukan bersinar terang dan menuju pada setiap dan masing masing mayat lalu mayat tersebut bangkit secara tiba-tiba menjadi seperti monster mayat hidup. Tidak berhenti sampai disitu, Sang pemuda tersebut kembali membaca sebuah mantra yang tidak kalah panjang dari yang tadi.
Sebuah gerbang besar dengan warna merah darah muncul dihadapannya kemudian seluruh prajurit mayat hidup segera memasuki gerbang tersebut. Setelah memastikan seluruh prajurit Undied miliknya selesai, ia mengepakkan kembali sayapnya dan kembali menuju sebuah tempat dalam waktu yang cepat.