
Kehebatan Dillon nyatanya terbukti ketika ia mampu
berhadapan dengan 20 undied dewa sekaligus. Walau beberapa kali terlihat
terpojok namun dengan jurus 5 jari yang ia miliki membuatnya dapat kembali
mengimbangi mereka.
Reynal juga mengagumi kekuatan dari Dillon yang menurutnya
hebat, mampu bertahan beberapa jam menghadapi 20 undiednya tanpa terluka parah
adalah prestasi besar. Bagaimanapun juga Dillon telah beberapa kali membunuh
Undied Reynal namun karena mereka adalah mayat hidup maka pada dasarnya selama
Reynal menyalurkan energi yang ia miliki pada mereka setara dengan memberikan
kehidupan abadi pada para undied yang ia kendalikan.
Reynal tentunya ikut kehilangan banyak energi namun karena
adanya sumber cadangan energi tak terbatas dari batu kekuatan membuatnya dapat
tersenyum legah berbeda dengan Dillon yang kini telah menghabiskan separuh dari
energi yang ia miliki.
Teknik 5 jari yang ia miliki memang sangat kuat namun disisi
lain itu juga membutuhkan sumber energi yang besar. Sebab itu tak pernah ia
memakai jurus 5 jari begitu lama selain hari ini.
“Dillon, kau akui saja kekalahanmu dan tunduk menjadi budak.
Kekuatanmu tidak buruk namun dihadapan pasukan Undiedku itu tidak bernilai apa-
apa” Reynal berusaha membuat Dillon tertarik.
Namun Dillon sama sekali tidak menghiraukannya setelah
mengetahui yang ia hadapi adalah Reynal sang pemimpin suci dari Akademi
Beladiri yang telah membunuh Nymph, murid kesayangannya.
“Saya tidak akan pernah tunduk padamu, kau sungguh tidak
malu memakai sihir Necromancer yang jahat dan membangkitkan mayat yang tidak
__ADS_1
berdosa menjadi pasukanmu. Sepertinya Akademi Beladiri tidak sesuci yang
terlihat”
Reynal hanya tersenyum mendengar cibiran Dillon, ia sama
sekali tidak membantah. “Sihir Necromancer adalah salah satu jalan sihir yang
terkuat yang saya kuasai selain dari Sihir Hitam, dan kutukan. Selain itu saya
juga dapat memberi beberapa ilmu jahat lainnya” ucap Reynal sambil melemparkan
ratusan jarum perak pada Dillon.
Dillon yang sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk
menghindar terpaksa terkena serangan Reynal. Wajahnya segera memucat setelah
lebih dari separuh jarum perak yang Reynal lemparkan mengenainya.
“Ini.. Racun?!” Seru Dillon. Ia sungguh terkejut, racun yang
memasuki tubuhnya adalah racun Langit yang berpengaruh pada pendekar dewa
seperti mereka.
Dillon segera memandang Reynal, kini pandangannya berubah. “Kau
ragu jika kau merupakan pemimpin suci Akademi Beladiri”
Reynal tertawa keras, ia kembali menawari Dillon untuk
bekerja sama namun yang terakhir sepertinya tidak ingin merubah keputusannya.
Reynal tidak bisa untuk tidak menghela nafas, selama ini ia
mencoba untuk membujuk dengan baik namun sepertinya Dillon ingin merasakan
sesuatu yang menantang.
(Pembaca : “Membujuk dengan baik? Kau bahkan melemparkan
racun dan 20 undied dewa untuk menyerang Dillon bersamaan dan kau bilang itu
baik”
Penulis akhirnya datang dan melerai para pembaca untuk tidak
menganiaya MC. )
__ADS_1
“Kau tidak mau menyerah?” Tanya Reynal sekali lagi,
Dillon menggeleng, ia terus membantai pasukan Undied yang
menyerangnya walau beberapa saat kemudian mereka akan kembali hidup seperti
semula. “Bahkan para pasukan undiedmu tidak mampu melukaiku dan kau ingin aku
bekerja sama? Mustahil!”
Reynal mengangguk pelan, senyum iblis akhirnya muncul di
wajahnya, para pembaca yang sebelumnya tenang kembali ribut, untunglah penulis
tetap setia menjaga mereka bagai Bandit, eh maksudnya BodyGuard.
“Memang benar kau tidak terluka dalam menghadapi para
pasukan undied saya namun itu karena mereka hanyalah pasukan yang lemah. Untuk
memuaskanmu saya akan memanggil 10 undied elit yang saya miliki dan bersama
untuk menyerangmu. Saat itu jika kau berhasil bertahan selama 3 jam maka saya
akan pergi dan tidak akan menganggumu”
Ekspresi Dillon membeku, jadi selama ini yang ia hadapi
dengan penuh hati hanyalah pasukan yang lemah? Jika benar ada yang lebih kuat
maka ia pasti akan sangat kesulitan.
Reynal hanya menepuk tangannya dua kali, lalu seketika 10
aliran hitam segera berdiri dihadapannya dengan aura kuat dan sombong. Dillon
menahan nafasnya selama beberapa detik setelah memperhatikan beberapa dari
mereka bahkan setara atau lebih kuat daripada dirinya.
“Bahkan ada undide dewa lapisan 4?” gumam Dillon panik.
Pandangannya kemudian jatuh pada undied bagian kiri yang
memiliki perawakan familiar baginya. Tubuh undied tersebut memancarkan cahaya
putih semacam kilat mirip dengan kila dalam tubuh Dillon hanya saja berbeda
warna.
__ADS_1
Dengan ragu- ragu ia berkata “Nymph?”