Dark Game

Dark Game
393


__ADS_3

Kehebatan Dillon nyatanya terbukti ketika ia mampu


berhadapan dengan 20 undied dewa sekaligus. Walau beberapa kali terlihat


terpojok namun dengan jurus 5 jari yang ia miliki membuatnya dapat kembali


mengimbangi mereka.


Reynal juga mengagumi kekuatan dari Dillon yang menurutnya


hebat, mampu bertahan beberapa jam menghadapi 20 undiednya tanpa terluka parah


adalah prestasi besar. Bagaimanapun juga Dillon telah beberapa kali membunuh


Undied Reynal namun karena mereka adalah mayat hidup maka pada dasarnya selama


Reynal menyalurkan energi yang ia miliki pada mereka setara dengan memberikan


kehidupan abadi pada para undied yang ia kendalikan.


Reynal tentunya ikut kehilangan banyak energi namun karena


adanya sumber cadangan energi tak terbatas dari batu kekuatan membuatnya dapat


tersenyum legah berbeda dengan Dillon yang kini telah menghabiskan separuh dari


energi yang ia miliki.


Teknik 5 jari yang ia miliki memang sangat kuat namun disisi


lain itu juga membutuhkan sumber energi yang besar. Sebab itu tak pernah ia


memakai jurus 5 jari begitu lama selain hari ini.


“Dillon, kau akui saja kekalahanmu dan tunduk menjadi budak.


Kekuatanmu tidak buruk namun dihadapan pasukan Undiedku itu tidak bernilai apa-


apa” Reynal berusaha membuat Dillon tertarik.


Namun Dillon sama sekali tidak menghiraukannya setelah


mengetahui yang ia hadapi adalah Reynal sang pemimpin suci dari Akademi


Beladiri yang telah membunuh Nymph, murid kesayangannya.


“Saya tidak akan pernah tunduk padamu, kau sungguh tidak


malu memakai sihir Necromancer yang jahat dan membangkitkan mayat yang tidak

__ADS_1


berdosa menjadi pasukanmu. Sepertinya Akademi Beladiri tidak sesuci yang


terlihat”


Reynal hanya tersenyum mendengar cibiran Dillon, ia sama


sekali tidak membantah. “Sihir Necromancer adalah salah satu jalan sihir yang


terkuat yang saya kuasai selain dari Sihir Hitam, dan kutukan. Selain itu saya


juga dapat memberi beberapa ilmu jahat lainnya” ucap Reynal sambil melemparkan


ratusan jarum perak pada Dillon.


Dillon yang sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk


menghindar terpaksa terkena serangan Reynal. Wajahnya segera memucat setelah


lebih dari separuh jarum perak yang Reynal lemparkan mengenainya.


“Ini.. Racun?!” Seru Dillon. Ia sungguh terkejut, racun yang


memasuki tubuhnya adalah racun Langit yang berpengaruh pada pendekar dewa


seperti mereka.


Dillon segera memandang Reynal, kini pandangannya berubah. “Kau


ragu jika kau merupakan pemimpin suci Akademi Beladiri”


Reynal tertawa keras, ia kembali menawari Dillon untuk


bekerja sama namun yang terakhir sepertinya tidak ingin merubah keputusannya.


Reynal tidak bisa untuk tidak menghela nafas, selama ini ia


mencoba untuk membujuk dengan baik namun sepertinya Dillon ingin merasakan


sesuatu yang menantang.


(Pembaca : “Membujuk dengan baik? Kau bahkan melemparkan


racun dan 20 undied dewa untuk menyerang Dillon bersamaan dan kau bilang itu


baik”


Penulis akhirnya datang dan melerai para pembaca untuk tidak


menganiaya MC. )

__ADS_1


“Kau tidak mau menyerah?” Tanya Reynal sekali lagi,


Dillon menggeleng, ia terus membantai pasukan Undied yang


menyerangnya walau beberapa saat kemudian mereka akan kembali hidup seperti


semula. “Bahkan para pasukan undiedmu tidak mampu melukaiku dan kau ingin aku


bekerja sama? Mustahil!”


Reynal mengangguk pelan, senyum iblis akhirnya muncul di


wajahnya, para pembaca yang sebelumnya tenang kembali ribut, untunglah penulis


tetap setia menjaga mereka bagai Bandit, eh maksudnya BodyGuard.


“Memang benar kau tidak terluka dalam menghadapi para


pasukan undied saya namun itu karena mereka hanyalah pasukan yang lemah. Untuk


memuaskanmu saya akan memanggil 10 undied elit yang saya miliki dan bersama


untuk menyerangmu. Saat itu jika kau berhasil bertahan selama 3 jam maka saya


akan pergi dan tidak akan menganggumu”


Ekspresi Dillon membeku, jadi selama ini yang ia hadapi


dengan penuh hati hanyalah pasukan yang lemah? Jika benar ada yang lebih kuat


maka ia pasti akan sangat kesulitan.


Reynal hanya menepuk tangannya dua kali, lalu seketika 10


aliran hitam segera berdiri dihadapannya dengan aura kuat dan sombong. Dillon


menahan nafasnya selama beberapa detik setelah memperhatikan beberapa dari


mereka bahkan setara atau lebih kuat daripada dirinya.


“Bahkan ada undide dewa lapisan 4?” gumam Dillon panik.


Pandangannya kemudian jatuh pada undied bagian kiri yang


memiliki perawakan familiar baginya. Tubuh undied tersebut memancarkan cahaya


putih semacam kilat mirip dengan kila dalam tubuh Dillon hanya saja berbeda


warna.

__ADS_1


Dengan ragu- ragu ia berkata “Nymph?”


__ADS_2