
Pria tua itu tidak menunggu jawaban Reynal dan segera melanjutkan ceritanya. “Kau saat ini berada pada tingkatan Dewa bukan? lalu apa kau tahu ada berapa banyak tingkatan dewa di dunia ini?”
Reynal menggeleng keras, “Tetua, saya hanya mengetahui 2 tingkatan dewa saat ini yaitu Dewa dan Dewa Bumi. Adapun yang lainnya, saya harap tetua dapat menjelaskannya” Reynal meminta dengan hormat.
“Dewa dibagi menjadi Dewa, Dewa Bumi, Dewa Langit, Dewa Surgawi dan terakhir adalah Dewa Beladiri dengan masing- masing memiliki 5 lapisan kekuatan. Saat saya menciptakan Pusat Energi, saya adalah Dewa Beladiri lapisan 5 yang sedikit lagi menyentuh puncak kekuatan Dewa. Itulah sebabnya walau pusat energi ini bukanlah yang terbaik namun itu masih merupakan kelas atas. Bahkan di dunia terkuat sekalipun pusat energi kelas atas adalah harta yang sangat berharga. Sebab itu saya ingin kau mengetahui nilai sebenarnya dari pusat energi ini.”
“Yakinlah tetua, saya berjanji akan memanfaatkan pusat energi ini dengan baik dan membuatnya bermanfaat bagi orang banyak.” Reynal buru- buru meyakinkan pria tua tersebut.
“Hahaha, saya percaya padamu! Baiklah saya akan menceritakan pengalaman saya hingga menjadi Dewa Beladiri. Saya harap kau menyimaknya dan dapat membuat beberapa pemahaman baru.” pria tua itu mulai menceritakan pengalaman hidupnya dan Reynal mendengarkan dengan baik.
__ADS_1
Walau ia berniat untuk meninggalkan dunia Soun namun tidak bisa dipungkiri Reynal perlahan menjadi tertarik dengan dunia Soun dan segala macam tingkat kekuatan yang ada disana. Menurutnya tidak ada salahnya jika mendengarkan pengalaman dari seorang ahli.
Cerita dari pria tua itu dimulai dari kelahirannya di dunia Soun. Saat itu dunia Soun merupakan salah satu dari 3 tempat teratas di alam semesta dengan banyak ahli serupa awan dilangit. Saat itu dunia Soun memiliki banyak dewa yang tak terhitung jumlahnya.
Saat itu kekuatan terkuat atau puncak dari dunia Soun adalah Dewa Beladiri. Yang mana hanya merupakan 3 dunia yang memiliki keberadaan sekuat itu menjaganya.
Perlu diketahui bahwa Dewa Langit merupakan kekuatan yang patut diperhitungkan saat itu. Dan Hong Qian berhasil menjadi salah satu pendekar dewa Langit pada usia yang begitu muda. Dilanjutkan dengan usia 40 tahun ia berhasil memasuki jajaran Dewa Surgawi dan akhirnya pada umur 50 tahun berhasil menjadi pendekar dewa Beladiri.
Umur 50 tahun dalam dunia Soun masih merupakan usia yang sangat muda namun berhasil menjadi salah satu ahli puncak. Kekuatannya dan bakatnya yang sangat mengagumkan membuat Dunia Soun kembali terangkat menjadi dunia terkuat saat itu.
__ADS_1
Namun kemudian bakat dan kekuatan yang dimiliki bukan hanya membawa berkah tapi juga membawa bencana. Banyak orang yang memusuhi Hong Qian dan juga iri pada bakatnya membuat mereka membuat jebakan untuk menyingkirkan Hong Qian.
Terlebih saat itu Hong Qian memiliki musuh paling kuat dari dunia Surgawi yang juga ikut dalam rencana penyingkiran Hong Qian. Karena banyak pendekar yang ikut dalam rencana tersebut membuat Hong Qian yang hanya sendirian mengalami kekalahan dan membuat kultivasinya tidak lagi dapat berkembang. Ia tetap menjadi Dewa Beladiri lapisan 5 dan tidak lagi dapat meningkat menjadi dewa Beladiri Puncak.
Hong Qian akhirnya kembali ke Dunia Soun dan menjalani hidupnya dalam pengasingan tanpa siapapun ketahui dan pada akhir hayatnya membuat Pusat Energi untuk generasi selanjutnya.
“Pada akhirnya sekuat apapun seorang pendekar akan ada masanya ia akan jatuh setelah ia bangkit. Lima ratus tahun yang lalu adalah akhir dari hidup pria tua ini” Pria tua itu menghela nafas dalam kesedihan.
Barulah saat ini Reynal menyadari jika pria tua ini bukanlah sosok asli melainkan hanya berupa kesadaran yang melekat pada pusat energi. Dalam hal ini Reynal dapat merasakan betapa kuatnya sosok Hong Qian itu jika saja kesadarannya saja telah berhasil bertahan hingga saat ini dan masih merupakan keberadaan yang kuat.
__ADS_1