
Malam akhirnya tiba, Reynal telah memanggil
semua Undied dewa yang ia miliki. Segera ia akan membagi penyerangan menjadi 2
sisi. Sisi depan akan diisi oleh 50 undied dan sisi lainnya berjumlah 20
undied. Reynal akan memimpin sisi yang terlemah.
Setelah itu, Reynal mulai memerintahkan mereka
untuk bergerak. Altar Luar segera mendapatkan serangan yang hebat dari 50 orang
undied pada bagian depan membuat altar tersebut bergetar keras. Para tetua Hell
Memoth yang menjaga segera berlari keluar dan menyerang 50 dari mereka.
2 pemimpin Agung Hell Memoth memimpin
pertarungan bersama dengan masing- masing bawahan mereka, terjadilah
pertempuran sengit di sekitar Altar. Sementara itu disisi lainnya, Reynal telah
berhasil membawa 20 undied lainnya untuk memasuki altar dengan mudah.
Ia kemudian memasuki koridor, tempat itu hanya dijaga oleh 3 orang
pendekar Semesta.
“Magic Power : Peti Es” segera dengan sekali
sihir, 3 pendekar semesta yang semulanya ingin menyerang kini telah terkurung
di dalam 3 buah peti es yang sangat tebal dan dingin.
Reynal tidak menghirukan ketiganya yang
berusaha meminta ampun, ia dengan cepat memasuki sebuah ruangan yang ada
disana. Ruangan pertama yang dimasuki oleh Reynal tidak lain adalah dapur umum.
Disana ia mendapati 3 orang koki ditemani 10
wakilnya sedang memasak dengan serius. Hanya ketiga koki yang memiliki kekuatan
pendekar Dewa lapisan awal sedangkan yang lainnya adalah pendekar semesta.
Reynal dengan sihir yang sama membekukan
mereka yang ada disana dengan mudah. Ia kemudian memanggil 100 undied Semesta,
“Ambil semua barang yang ada disana!” perintah Reynal.
Selanjutnya, Reynal menyuruh mereka berpencar
__ADS_1
dan membunuh siapapun anggota Hell Memoth yang mereka temui. Sementara ia akan
mencari Malaikat Suci yang menjaga Altar Luar. Itu tidak lain adalah Malaikat
Suci Voda.
Kekuatannya sedikit lebih kuat daripada
Dillon, ia memiliki kekuatan menyerap kegelapan. Serta sihir tidak akan
berpengaruh padanya.
Tidak butuh waktu yang lama bagi Reynal untuk
mengetahui posisi Voda berada. Sasarannya berada tepat di pusat pengendali
altar Luar yang sebenarnya hanya terpaut beberapa ruangan disana. Reynal segera
membereskan ruangan lainnya pada seluruh Undiednya.
Ia langsung menuju pusat pengendali. “Magic
Power : Ledakan!”
Bang!
Pintu ruangan tersebut segera hancur
serius melihat pertarungan di luar terlambat menyadari jika altar Luar telah
diserang dari 2 sisi.
Ia hanya bisa menggertakkan giginya lalu mulai
menyerang Reynal. Dari tangannya muncul kuku- kuku panjang nan tajam mirip
dengan salah satu film superhero yang pernah ditonton Reynal.
Reynal telah siap, ia mengeluarkan sebuah
pedang yang cukup kuat. Kali ini ia akan mencoba menggunakan pedang yang
berbeda dengan rencananya. Awalnya Reynal berencana ingin menggunakan kekuatan
dari Ledakan Bintang namun sayang jurus itu terlalu kuat dan menghabiskan
banyak energinya.
Walau tidak terlalu jago dalam memainkan
pedang, namun kemampuan Reynal tidak boleh dianggpa remeh. Ia pernah menjuarai
kompetisi Samurai yang diadakan ketika pertukaran pelajar yang diikutinya ke
__ADS_1
jepang. Ia berhasil mendapat peringkat ke 3 dengan latihan selama seminggu
saja. Ini menunjukkan bakatnya yang diatas rata- rata.
Voda menyerang Reynal dengan kedua tangannya,
mendapati serangan tersebut Reynal segera mengayunkan pedangnya menahan cakar
milik Voda. Tak butuh waktu lama kedua benda tajam itu saling bergesekan dan
menimbulkan percikap api.
Reynal memanfaatkan hal itu, ia menciptakan
sihir Support untuk memperbesar percikan api dan meniupnya ke arah Voda. Alhasil,
Voda terbakar dan segera melompat mundur. Reynal dapat melihat beberapa rambut
dan kedua lengan baju Voda hangus terbakar.
Merasa dikalahkan dengan sangat buruk, Voda
kembali menyerang. Kali ini ia menggunakan panduan antara tinju dan tendangan
yang ia kuasai. Hampir saja Reynal terkena cakaran ketika ia sibuk menangkis
tendangan dan pukulan Voda. Lengan kirinya hampir saja tertebas jika saja ia
tidak dengan cepat melepaskan serangan tendangan dan menahan cakar Voda.
Sayangnya walau ia berhasil tidak terkena
cakaran, namun perutnya terkena tendangan yang sangat kuat dan membuatnya
terdorong mundur 5 langkah. Reynal dapat merasakan perutnya yang terasa sangat
sakit.
“Voda memiliki serangan yang tidak teratur dan
terkesan tiba- tiba. Ini sangat mirip dengan penggunaan dari kekuatan Anial.”
tebak Reynal.
Tebakan Reynal memang tidak meleset, Voda
merupakan pendekar berkekuatan Anial atau lebih tepatnya Monster Beruang Madu.
“Aura Magic Art!” Reynal merasa lawannya
sedikit lebih kuat dari yang ia kira. Ia segera mengaktifkan Aura miliknya dan
melepaskan kekuatan menekan yang kuat.
__ADS_1