Dark Game

Dark Game
465


__ADS_3

Malam akhirnya tiba, Reynal telah memanggil


semua Undied dewa yang ia miliki. Segera ia akan membagi penyerangan menjadi 2


sisi. Sisi depan akan diisi oleh 50 undied dan sisi lainnya berjumlah 20


undied. Reynal akan memimpin sisi yang terlemah.


Setelah itu, Reynal mulai memerintahkan mereka


untuk bergerak. Altar Luar segera mendapatkan serangan yang hebat dari 50 orang


undied pada bagian depan membuat altar tersebut bergetar keras. Para tetua Hell


Memoth yang menjaga segera berlari keluar dan menyerang 50 dari mereka.


2 pemimpin Agung Hell Memoth memimpin


pertarungan bersama dengan masing- masing bawahan mereka, terjadilah


pertempuran sengit di sekitar Altar. Sementara itu disisi lainnya, Reynal telah


berhasil membawa 20 undied lainnya untuk memasuki altar dengan mudah.


Ia kemudian memasuki  koridor, tempat itu hanya dijaga oleh 3 orang


pendekar Semesta.


“Magic Power : Peti Es” segera dengan sekali


sihir, 3 pendekar semesta yang semulanya ingin menyerang kini telah terkurung


di dalam 3 buah peti es yang sangat tebal dan dingin.


Reynal tidak menghirukan ketiganya yang


berusaha meminta ampun, ia dengan cepat memasuki sebuah ruangan yang ada


disana. Ruangan pertama yang dimasuki oleh Reynal tidak lain adalah dapur umum.


Disana ia mendapati 3 orang koki ditemani 10


wakilnya sedang memasak dengan serius. Hanya ketiga koki yang memiliki kekuatan


pendekar Dewa lapisan awal sedangkan yang lainnya adalah pendekar semesta.


Reynal dengan sihir yang sama membekukan


mereka yang ada disana dengan mudah. Ia kemudian memanggil 100 undied Semesta,


“Ambil semua barang yang ada disana!” perintah Reynal.


Selanjutnya, Reynal menyuruh mereka berpencar

__ADS_1


dan membunuh siapapun anggota Hell Memoth yang mereka temui. Sementara ia akan


mencari Malaikat Suci yang menjaga Altar Luar. Itu tidak lain adalah Malaikat


Suci Voda.


Kekuatannya sedikit lebih kuat daripada


Dillon, ia memiliki kekuatan menyerap kegelapan. Serta sihir tidak akan


berpengaruh padanya.


Tidak butuh waktu yang lama bagi Reynal untuk


mengetahui posisi Voda berada. Sasarannya berada tepat di pusat pengendali


altar Luar yang sebenarnya hanya terpaut beberapa ruangan disana. Reynal segera


membereskan ruangan lainnya pada seluruh Undiednya.


Ia langsung menuju pusat pengendali. “Magic


Power : Ledakan!”


Bang!


Pintu ruangan tersebut segera hancur


serius melihat pertarungan di luar terlambat menyadari jika altar Luar telah


diserang dari 2 sisi.


Ia hanya bisa menggertakkan giginya lalu mulai


menyerang Reynal. Dari tangannya muncul kuku- kuku panjang nan tajam mirip


dengan salah satu film superhero yang pernah ditonton Reynal.


Reynal telah siap, ia mengeluarkan sebuah


pedang yang cukup kuat. Kali ini ia akan mencoba menggunakan pedang yang


berbeda dengan rencananya. Awalnya Reynal berencana ingin menggunakan kekuatan


dari Ledakan Bintang namun sayang jurus itu terlalu kuat dan menghabiskan


banyak energinya.


Walau tidak terlalu jago dalam memainkan


pedang, namun kemampuan Reynal tidak boleh dianggpa remeh. Ia pernah menjuarai


kompetisi Samurai yang diadakan ketika pertukaran pelajar yang diikutinya ke

__ADS_1


jepang. Ia berhasil mendapat peringkat ke 3 dengan latihan selama seminggu


saja. Ini menunjukkan bakatnya yang diatas rata- rata.


Voda menyerang Reynal dengan kedua tangannya,


mendapati serangan tersebut Reynal segera mengayunkan pedangnya menahan cakar


milik Voda. Tak butuh waktu lama kedua benda tajam itu saling bergesekan dan


menimbulkan percikap api.


Reynal memanfaatkan hal itu, ia menciptakan


sihir Support untuk memperbesar percikan api dan meniupnya ke arah Voda. Alhasil,


Voda terbakar dan segera melompat mundur. Reynal dapat melihat beberapa rambut


dan kedua lengan baju Voda hangus terbakar.


Merasa dikalahkan dengan sangat buruk, Voda


kembali menyerang. Kali ini ia menggunakan panduan antara tinju dan tendangan


yang ia kuasai. Hampir saja Reynal terkena cakaran ketika ia sibuk menangkis


tendangan dan pukulan Voda. Lengan kirinya hampir saja tertebas jika saja ia


tidak dengan cepat melepaskan serangan tendangan dan menahan cakar Voda.


Sayangnya walau ia berhasil tidak terkena


cakaran, namun perutnya terkena tendangan yang sangat kuat dan membuatnya


terdorong mundur 5 langkah. Reynal dapat merasakan perutnya yang terasa sangat


sakit.


“Voda memiliki serangan yang tidak teratur dan


terkesan tiba- tiba. Ini sangat mirip dengan penggunaan dari kekuatan Anial.”


tebak Reynal.


Tebakan Reynal memang tidak meleset, Voda


merupakan pendekar berkekuatan Anial atau lebih tepatnya Monster Beruang Madu.


“Aura Magic Art!” Reynal merasa lawannya


sedikit lebih kuat dari yang ia kira. Ia segera mengaktifkan Aura miliknya dan


melepaskan kekuatan menekan yang kuat.

__ADS_1


__ADS_2