
Secret Akio mengubah seluruh yang berada pada jarak seratus meter darinya menjadi es tanpa pandang bulu. Secret Akio bertarung dengan segenap kekuatannya melawan sesosok iblis yang terbentuk dari jurus gabungan Joe Nie dan Joe Lie.
Kekuatan iblis tersebut berada pada tingkat Dewa lapisan satu mendekati lapisan dua membuat Secret Akio tidak lagi berniat untuk main- main. Ia mengeluarkan aura pembeku massal dari dalam tubuhnya membuat Shisui yang berniat untuk maju menyerang Secret Akio menjadi ragu.
“Aku harus mengalahkan iblis ini terlebih dahulu, kekuatannya sangat merepotkan!” gumam Secret Akio setelah berhasil memberi serangan telak pada iblis tersebut.
Walaupun berhasil memberikan serangan telak namun Secret Akio juga mendapatkan serangan yang cukup besar walau tidak terlalu mengkhawatirkan. Yang membuat ia heran adalah beberapa kali ia mendapatkan serangan pada bagian tertentu namun secara mengejutkan serangan tersebut tidak berbekas sama sekali.
Secret Akio kemudian menyadari bahwa kelemahan iblis dihadapannya saat ini adalah segel suci yang terdapat pada bagian tersebut membuat serangannya menjadi sia- sia. Secret Akio mulai menyembuhkan lukanya dengan melafalkan sebuah teknik penyembuhan yang berasal dari kepercayaan pada Dewa Neptunus, sang dewa air.
“Ini lebih mudah dari bayanganku” Secret Akio tertawa pelan sambil terus mengeluarkan aura dingin yang mematikan dari tubuhnya.
Aura tersebut kini mulai menyebar sampai pada radius dua ratus meter atau dua kali lipat dari sebelumnnya membuat Joe Nie, Joe Lie dan Shisui bergerak mundur membiarkan Blood Evil yang menghadapinya.
__ADS_1
Joe Nie mengerutkan keningnya setelah menyadari serangan Blood Evil ternyata tidak dapat memberikan bekas pada Secret Akio, belum lagi luka yang sebelumnya diderita kini telah pulih seperti tidak pernah terluka.
“Jika begini terus Blood Evil akan musnah dan itu akan membuat tetua keluarga Joe memarahi kita” ucap Joe Nie memberitahukan situasinya pada Joe Lie.
Shisui yang merupakan orang luar mulai memahami situasinya, ia juga mengalami kerugian yang tidak sedikit. Kekuatannya melemah setelah banyak koleksi Undied tingkat Semesta miliknya hancur ditangan Secret Akio.
“Kita harus mundur, beritahukan hal ini pada wakil Gressham. aku tidak peduli lagi jika ia ingin mengamuk lebih jauh, yang terpenting sekarang ini kita harus meminimalkan korban yang jatuh dipihak kita” setelah mendengar pendapat Joe Lie membuat Joe dengan cepat mengambil keputusan.
Menurutnya selama mereka dapat lolos dan mampu menyelamatkan lebih dari pendekar yang ada disini kehilangan wakil Gressham menurutnya tidak terlalu merugikan malah justru akan sedikit menguntungkan posisinya pada guild dan aliansi.
Shisui segera memerintahkan seluruh pendekar Black Undied yang tersisa untuk mundur begitupula dengan Joe Nie dan Joe Lie serta seluruh anggota Raja Nirwana. Beruntung wakil Gressham mengikuti perintahnya, ia terlihat menderita luka- luka yang cukup dalam serta kondisinya yang sedikit kritis setelah bertarung melawan ketua Karin yang menggunakan kekuatan penuhnya.
~~
__ADS_1
Sebelum perintah untuk mundur terdengar bagi guild Seribu Racun dan Pembunuh Merah, mereka melakukan perlawanan yang sangat sengit pada anggota Akademi Beladiri yang dipimpin oleh Reynal pada bagian lain dari kota Air Biru.
Walau kekuatan yang berada dibawah pimpinan Reynal tidak sampai separuh pasukan garis depan namun cukup untuk menghadapi para musuh dalam waktu yang cukup lama.
Reynal, Secret Ryu dan Secret Seung berdiri didepan musuh yang berjumlah lebih dari tiga ratus orang tersebut. Yang cukup mengejutkan adalah lebih dari seratus adalah pendekar Semesta dengan sepuluh diantaranya mencapai lapisan lima.
Reynal mengetahui seragam yang dipakai oleh musuh berasal dari guild Seribu Racun namun seragam lain yang berbentuk tidak biasa dengan warna dasar berwarna merah itu tidak ia ketahui. Reynal sedikit memahami tentang racun sehingga ia berniat untuk menghadapi petinggi dari guild tersebut sedangkan kelompok lainnya ia serahkan pada Secret Ryu dan Secret Seung.
“Salam tetua Gilbert, saya tidak menyangka kita akan bertemu disini” Reynal mengetahui salah satu petinggi guild Seribu Racun tersebut adalah manajer atau kepala toko racun di kota Danau Merah.
Rupanya tetua Gibert bersama dengan tiga orang tetua lainnya yang memimpin seratus pasukan guild Seribu Racun. Reynal menyadari salah satu dari ketigannya bernama Tenggu, salah satu pendekar Seribu Racun yang sempat membuatnya kesulitan dalam Lembah Neraka.
Reynal menoleh pada pasukan Akademi yang tersisa, selain dirinya tidak ada yang mampu untuk menetralkan ratusan jenis racun dalam satu waktu dalam pertempuran membuat kekuatan dari guild Seribu Racun tidak dapat dihadapi.
__ADS_1
Walaupun energinya hampir pulih sepenuhnya namun stamina yang ia miliki telah mencapai batasnya. Reynal masih tetap berdiri tegap dihadapan ratusan musuh tidak lain karena energi yang terdapat dalam tubuhnya yang cukup besar.
“Jika saja saya dapat memanggil King Poison maka guild Seribu Racun tidak lagi menjadi masalah besar.” Reynal menggigit bibir bawahnya, ia tidak pernah menduga akan mengalami kondisi seperti ini.