Dark Game

Dark Game
2


__ADS_3

Halu King bersama- sama dengan 20 pendekar  lainnya segera melesat menyerang Qin Feng dan


Albert. Tetua Qin Feng menangkat tongkat sihirnya lalu mengumamkan beberapa


mantra dan seketika formasi pembunuh yang baru saja dihancurkan kembali


terbentuk.


Halu King dan yang lainnya tidak sempat untuk menghentikan


gerakkan mereka karena terlalu mendadakan dan akibatnya mereka semua terkena


serangan dri formasi pembunuh.


“Walau hanya bisa bertahan selama beberapa detik, tapi itu


sudah cukup untuk memberikan luka parah untuk mereka! Tuan Albert tidak perlu


mengotori tangan anda untuk menghajar mereka” ucap tetua Qin Feng tertawa


keras.


“Hahaha, kau cukup pintar.” Alber ikut tertawa melihat Halu


King diserang dengan formasi pembunuh dengan begitu parah.


Black Dangger dan Draco yang baru saja bersiap untuk saling


menyerang juga ikut terkejut mendapati rencana Qin Feng. Draco tertawa keras,


ia mengalirkan energinya dalam setiap tawanya membuat telingat dari Black


Dangger menjadi sakit.


Pria tua itu mengumpat keras, ia menggunakan energinya


sekali lagi untuk menstabilkan cedera dari para pendekar. “Tidak berguna! Kalin


sangat bodoh”


Energinya berkurang sekali lagi, inilah yang disesalkan oleh


Black Dangger. Namun ia juga tidak punya pilihan lain.


“Akar Pengikat Mangsa!” Draco mengucapkan sihirnya. Black


Dangger segera melompat ke udara ketika mendapati ratusan akar tiba- tiba


keluar dari dalam tanah dan ingin mengikat kakinya.


“Pisau Iblis!” Black Dangger memperaktekkan gaya menebas kea

__ADS_1


rah ratusan akar yang masih menggeliat pelan di tanah. Energi hitam melesat


keluar dan dengan mudah memotong akar tanaman.


Black Dangger tersenyum sinis, “Saya kira sihir anda sangat


kuat, nyatanya itu mungkin karena saya terlalu gugup,” Baru saja sektika Black


Dangger selesai menghina Draco, ratusan akar yang sebelumnya terpotong kini


kembali menyambung dengan sangat cepat.


Akar tersebut kemudian mengejar Black Dangger membuat pria


tua itu harus sekali lagi menggunakan jurus Pisau iblis untuk memotongnya. Dan


sekali lagi akar tersebut terpotong dengan mudah namun tidak berselang 2 detik


berlalu, akar tersebut kembali menyatu dan menyerang Black Dangger.


“Kau tidak bisa lepas dari sihir Akar Pengikat Mangsa. Sihir


itu akan berakhir jika pengguna ataupun target yang dituju tewas.” Draco


tersenyum tipis.


Black Dangger yang mendengarnya menjadi sangat kesal. “Kalau


“Kau bisa mencobanya” Draco menghentakkan tongkatnya,


seketika belasan Draco bermunculan.


“Seratus Bayangan Semi!” Draco dengan belasan bayangannya


kembali menghentakkan tongkat sihirnya. Hal yang sama kembali muncul, belasan


Draco memunculkan belasan Draco lainnya. Seketika ratusan Draco mengelilingi


Black Dangger.


Black Dangger menggunakan Pisau Iblis sebanyak 5 kali untuk


membuat Akar pengikat mangsa berhenti untuk bergerak. Setelah itu dengan pisau


kecil ditangannya, Black Dangger melompat kearah ratusan Draco sambil berkata


“Kau tidak akan bisa membodohi saya hanya dengan mengandalkan ilusi. Saya yakin


hanya 1 diantara bayanganmu ini yang merupakan dirimu sesungguhnya”


Black  Dangger

__ADS_1


menyerang sosok Draco yang paling dekat darinya, ia menusuk dengan cepat ke


arah dada sebelah kiri Draco. Namun dengan cepat sosok itu menggunakan sihirnya


untuk melempar Black Dangger menjauh.


Tidak menyerah, Black Dangger mencoba menyerang sosok


lainnya namun sihir yang sama membuatnya tidak dapat mendekati bayangan


tersebut. Seolah bayangan itu hidup dan bertindak seperti layaknya seorang


pendekar.


“Kau tidak akan bisa memusnahkan satupun bayangan tapi


memiliki berani omong kosong ingin membunuh?” ucap Ratusan bayangan Draco


bersamaan.


“Pisau Iblis Bulan!” teriak Black Dangger, sesosok bayangan


iblis yang menyeramkan muncul dibelakang Black Dangger. Sama seperti ratusan


bayangan Draco, iblis itu juga merupakan bayangan yang tidak nyata.


Draco yang melihat Black Dangger terpancing untuk


menggunakan salah satu jurus terkuatnya dengan santai mengangkat tongkat


sihirnya. “Sihir Cahaya Kebenaran!”


Seketika ratusan bayangan Draco mengeluarkan sihir cahaya


yang menyilaukan. Cahaya itu menyerang bayangan iblis di belakang Black


Dangger.


Black Dangger tentu tidak mengharapkan serangan yang paling


dibenci olehnya, ia dengan cepat melompat mundur dan menjauh dari lingkaran


sihir cahaya Draco. Tapi sayangnya Akar Pengikat Mangsa yang dari awal


mengincarnya terlupakan oleh Black Dangger.


Ia terlalu fokus pada sihir Draco dan melupakan hal yang


juga sama berbahaya dengan itu. Tepat ketika Black Dangger menyentuh tanah,


Akar pengikat mangsa segera mengikat kedua kaki Black Dangger dengan begitu

__ADS_1


erat.


__ADS_2