
Gara membangunkan seluruh murid lebih awal, ia mendapat firasat buruk mengenai pertandingan babak selanjutnya. Sebab itu Gara memberikan pengaman terhadap racun sebab hanya racunlah yang sangat sulit untuk dideteksi.
Setelah persiapan selesai, mereka berangkat ke arena pertandingan. Draco dan Albert yang bertugas untuk mengantar sedangkan Gara ingin berkeliling. Mereka berpisah di pertigaan, Draco dan lainnya menuju arena sedangkan Gara berjalan lurus kearah pasar.
Pasar kota Awan sangat luas dan mewah, dapat dikatakan pasar ini dikelola oleh seorang yang sangat berkuasa dan paling kaya di kota ini. Toko obat, toko bahan makanan, toko pakaian bahkan rumah bordir juga ada.
Gara berkeliling berharap ada sesuatu yang mampu menarik perhatiannya. Ia berhenti pada sebuah toko klasik. Plang nama pada toko telah hampir rusak dan tidak dirawat dengan baik. Toko ini sangat sedikit orang yang melihatnya dikarenakan toko ini berada di ujung dan terletak pada kawasan yang sangat tidak terawat.
Meskipun begitu Gara merasa tertarik untuk memasuki toko, pintu tua dengan engsel yang hampir lepas membuat pintu dengan cepat terbuka ketika disentuh.
Didalamnya sangat berdebu dan barang- barangnya juga terlihat sangat tua dan usang. Pada toko itu terdapat beberapa rak yang terbuat dari bahan transparan yang disebut kaca pada dunia nyata.
Rak- rak itu terlihat berbeda dengan tempat barang yang lainnya karena tertutup dan tidak terkena debu. Barang barang yang terdapat disana juga terlihat sedikit terawat.
Ia mendekati rak pertama, di dalamnya ia melihat sebuah kotak dengan 12 lambang yang tertempel. Lalu disebelahnya terdapat sebuah benda panjang yang terlihat seperti tongkat sihir Saint.
Tongkat itu berwarna hijau dengan corak merah dan hitam serta terdapat berlian hijau cukup besar. Sama seperti tongkat sihir milik Draco namun cuma warnanya terlihat berbeda.
Benda ketiga adalah sebuah buku tanpa judul dan terlihat sangat rahasia. Gara mengira toko ini adalah sebuah toko tua yang hanya memiliki barang barang biasa namun sepertinya kenyataan tidak seperti yang sebenarnya.
“Kau ingin membelinya?” Gara hampir meloncat karena terkejut, ia berbalik untuk melihat siapa yang berbicara mungkin saja itu adalah pemilik toko ini.
__ADS_1
“Hormat senior” Gara menunduk memberi hormat, ia tidak menyangka akan bertemu dengan seorang praktisi tingkat semesta awal lapisan 2.
Badannya lemas dan gemetar tidak sanggup menahan tekanan yang diberikan, untung saja ia memiliki Aura Magic Art yang membantunya lepas dari tekanan yang mengerikan itu.
“Aku tidak menyangka kau memiliki kekuatan itu, namun sepertinya kau hanya dapat mengeluarkan 30 % kekuatan aslinya.”
“Apa maksud senior, saya tidak mengetahui jelas. Mohon maaf atas kebodohan saya” ucap Gara.
“Aura Magic Art adalah salah satu kekuatan dari peninggalan lima pintu labirin. Orang yang memilikinya adalah orang yang pernah masuk dan mempelajari ilmu tingkat dewa yang sebenarnya.”
Penjaga toko itu menjelaskan bahwa hanya orang yang beruntung dan bersih hati yang dapat meloloskan dan mempelajari ilmu dewa. Saat ini Gara telah berhasil menguasai 5 ilmu dewa pada pintu pertama dan kedua.
“Kalau senior berkenan, siapakah sebenarnya Senior ini dan mengapa Senior mengetahui tentang Magic Aura?” Gara penasaran dengan latar belakangnya, bukan tidak mungkin ia juga telah melewati bahkan lolos dari lima pintu labirin karena mengetahui secara mendalam pada teknik Aura Magic.
“Panggil saja Parsi, tebakan mu benar anak muda. Aku telah berhasil melewati seluruh pintu labirin yang ada.”
Ternyata tekanan yang diberikan oleh Gara sebelumnya adalah salah satu teknik pengembangan dari Magic Aura. Walau memiliki rasa berbeda namun unsur mereka sama sehingga ketika ia juga mengaktifkan Aura otomatis membuat keduanya berbenturan dan menghilang.
“Senior, suatu kehormatan dapat bertemu denganmu.” Gara kemudian memperkenalkan diri dan asal usulnya. Ia bertanya mengenai pusaran waktu dan cara untuk kembali pada dunia asalnya.
Pasri hanya memberikan beberapa informasi yang tidak begitu penting dan berkaitan dengan pusaran waktu. Namun ketika ia menjelaskan bahwa mungkin saja peluang batu waktu terdapat pada aliran Hell Memoth itu benar.
__ADS_1
Parsi menjelaskan sebelum ia mendirikan toko ini, ia adalah seorang pengembara. Ia sangat senang menjelajah tempat baru dan mengumpulkan pusaka atau barang- barang berharga lainnya selama perjalanan.
Namun ia harus menghentikan kehidupannya setelah tanpa sengaja mencuri harta pusaka milik sebuah organisasi. Organisasi itu adalah Hell Memoth pada dekade sebelum mereka terkenal dan memiliki banyak pengikut.
Sepuluh utusan mengerjarku selama lebih dari sepuluh tahun. Mereka memiliki kekuatan tingkat semesta lapisan 3 pada saat itu. Namun anehnya dengan kekuatan mereka yang besar belum bisa untuk melukaiku yang hanya memiliki kekuatan tingkat Matahari Silver.
Semua itu berkat trik dan teknik yang diajarkan dalam lima pintu labirin. Karena tidak berhasil mendapatkannya, awalnya saya mengira mereka berputus asa dan merelakannya.
Namun tidak diduga seseorang dengan kekuatan yang sangat besar tiba pada kediamanku, ia setidaknya berada pada tingkat semesta akhir dan sedikit lagi melangkah pada tingkat selanjutnya.
Bermodal tekad yang besar, saya memberanikan diri untuk membuat kekuatanku terbagi. Separuh kekuatanku akan melawannya untuk mengulur waktu separuh lagi akan digunakan untuk berlari.
Ketika kita mencapai tingkat matahari berwarna, kita akan mendapatkan skill baru yang dapat membelah diri kita menjadi dua beserta dengan kekuatan yang kita miliki.
Parsi melakukan itu dan tepat rencananya berhasil. Ia berhasil mengelabui musuhnya namun disaat yang sama ia kehilangan hampir separuh kekuatannya.
Saat ini ia memiliki kekuatan tingkat semesta lapisan 2 sebab separuh kekuatannya hilang. Jika ia tidak kehilangan kekuatan mungkin saja saat ini ia telah berada pada tingkat Semesta Akhir atau bahkan mencapai alam selanjutnya.
__ADS_1