Dark Game

Dark Game
352


__ADS_3

Mendengar laporan tersebut mata Zhe Ke yang semula redup


kembali bercaya. Dua kata, Akademi Beladiri seolah memberi pasokan magic yang


besar terhadapnya.


Itu wajar bagi Zhe Ke dan kebanyakan orang di kerajaan


Horsox Multie. Sebab sejak Akademi Beladiri memutuskan untuk memindahkan


pusatnya ke kerajaan Horsox Multie, seluruh unsur kerajaan mulai berubah.


Khususnya Akademi Beladiri membuat seluruh prajurit kerajaan


memasuki Akademi Beladiri Tarung dengan bebas serta belajar disana. Akademi


Beladiri bahkan membebaskan para prajurit kerajaan untuk mendapatkan nomor


partisipasi dalam formasi peningkatan kekuatan Akademi Beladiri.


Formasi tersebut dapat meningkatkan kekuatan mereka, membuat


kekuatan kerjaan Horsox Multie semakin meninngkat. Akhirnya orang- orang


seperti Zhe Ke yang telah berada dalam ambang kekuatannya dapat sekali lagi


maju ketingkatan yang lebih tinggi.


Zhe Ke dan lainnya tentu sangat bersyukur dengan Akademi


Beladiri. Selain itu Akademi Beladiri juga membangun kota suci, kota Air Biru


yang menjadi markas mereka. Disana terdapat banyak sekali klan dan organisasi


yang telah menyatakan bersekutu dengan Akademi Beladiri, Sedangkan untuk guild


dan organisasi besar dibiarkan tersebar di seluruh wilayah kerajaan Horsox


Multie


“Siapa yang menjadi utusan Akademi Beladiri? Apakah anggota


inti?” Zhe Ke berdiri. Ia terlihat gembira. Bagaimanapun, dirinya hanya sebagai


kapten dari sebuah devisi pertahanan yang kurang pantas untuk bertemu dengan


anggota inti dan salah satu impian terbesarnya adalah bertemu dngan mereka.


“Benar, ia termasuk anggota inti. Utusan devisi vasilitas


pertahanan, Eliza.” Wakilnya menjawab.


Zhe Ke yang mendengarya gembira, ia tidak pernah berpikir

__ADS_1


bahwa impiannya hari ini akan terkabul. Dengan terburu- buru ia membuat


persiapan untuk menyambut Eiza.


“Kapten, dengan adanya utusan dari Akademi Beladiri kemari


maka kita tidak akan ragu lagi untuk diserang,” wakilnya mengambil salah satu


gelas air disana lalu mulai meminumnya, ia terlihat sangat haus.


“Benar, setelah beberapa hari kita terus bertempur tanpa


henti. Haus dan lapar telah menjadi hambatan utama kita, juga pasukan terlihat


begitu kelelahan.”


Mereka berdua terus mengobrol mengenai Eliza dan keadaan


perang, sedangkan Reynal berada di dalam kebingungan.


Wanita dihadapannya engatakan bahwa ia mengenal Reynal dan


pernah bertemu dengannya. Namun seingat ia, Reynal berlum  pernah bertemu dengan wanita sepertinya


apalagi yang memiiki kekuatan seperti itu.


“Kau sungguh tidak percaya?” wanita itu terkekeh pelan, ia


Reynal bersikeras untuk menolaknya.


“Bu..bukan itu ma...maksud saya.” Reynal tergagap.


“Lalu?”


“Sepertinya saya yang lupa, mungkin memang kita pernah


bertemu” Reynal lebih memilih mundur. Menurutnya wanita ini memiliki kekuatan


yang tidak terduga. Akan merepotkan jika menghadapinya tanpa persiapan.


“Oh?” wanita itu membulatkan matanya, ia terlihat terkejut lalu


tidak lama setelah itu ia terkekeh pelan.


“Nama saya Yin Yang. Saya adalah murid dari penjaga dimensi


dunia Soun. Anda pasti pernah bertemu dengan guruku.” Wanita itu segera memberitahukan


semuanya pada Reynal. kecuali beberapa yang menyangkut dengan misinya


selebihnya akan ia jelaskan.


Selain itu Reynal juga terlihat kaget setelah mendengar batu

__ADS_1


surga dan bumi yang ia dapatkan dalam gua adalah milik dari Yin Yang dan mereka


sengaja menaruhnya disana menunggu orang yang tepat.


“Kata guru, pendekar yang mampu membantu kita adalah


pendekar yang akan mengambil batu roh yang kita simpan didalam gua. Guru juga


mengatakan bahwa saya harus menolongmu jika dalam bahaya. Intinya adalah kita


harus saling tolong menolong mulai saat ini.” Yin Yang menelaskan dengan satu


nafas.


Baru setelah itu Reynal mengerti semuanya, didalam hati ia


juga dapat bernafas legah. Setidaknya wanita ini tidak berbahaya baginya.


“Pendekar Yin Yang, terimakasih karena berniat membantu tapi


saya rasa itu tidak pantas bagimu” namun Reynal menolak tawaran Yin Yang. Ia


masih memiliki harga diri juga tidak ingin merepotkan siapapun.


Dari ucapan Yin Yang, Reynal dapat mengetahui bahwa ia akan


membantu Reynal dalam setiap kesusahan dan itu sangat tidak pantas. Terlebih


status Yin Yang sebagai penjaga dunia Soun yang dulunya pernah bertemu dengan


Reynal dalam alam mimpi sangat tinggi.


Ia masih mengingat kekuatan dari penjaga tersebut serta


keberadaan pintu kebenaran yang mampu membuat Reynal bergidik.


Yin Yang tertawa kecil, “Kau tidak perlu takut. Saya akan


menemanimu setiap perjalanan namun begitu bahaya datang saya tidak akan ikut


campur sampai kau tidak lagi bisa mengatasinya atau nyawamu sedang dalam bahaya


besar. “


Mendengar hal itu, Reynal hanya tersenyum masam. Ia melihat


Yin Yang sangat keras kepala sebab itu ia lebih memilih untuk mengalah.


“Sekarang kau tidak usah memanggilku pendekar Yin Yang.


Panggil saya dengan sebutan tetua Yin Yang”


“Baik!” Reynal mengangguk patuh.

__ADS_1


__ADS_2