
Mendengar laporan tersebut mata Zhe Ke yang semula redup
kembali bercaya. Dua kata, Akademi Beladiri seolah memberi pasokan magic yang
besar terhadapnya.
Itu wajar bagi Zhe Ke dan kebanyakan orang di kerajaan
Horsox Multie. Sebab sejak Akademi Beladiri memutuskan untuk memindahkan
pusatnya ke kerajaan Horsox Multie, seluruh unsur kerajaan mulai berubah.
Khususnya Akademi Beladiri membuat seluruh prajurit kerajaan
memasuki Akademi Beladiri Tarung dengan bebas serta belajar disana. Akademi
Beladiri bahkan membebaskan para prajurit kerajaan untuk mendapatkan nomor
partisipasi dalam formasi peningkatan kekuatan Akademi Beladiri.
Formasi tersebut dapat meningkatkan kekuatan mereka, membuat
kekuatan kerjaan Horsox Multie semakin meninngkat. Akhirnya orang- orang
seperti Zhe Ke yang telah berada dalam ambang kekuatannya dapat sekali lagi
maju ketingkatan yang lebih tinggi.
Zhe Ke dan lainnya tentu sangat bersyukur dengan Akademi
Beladiri. Selain itu Akademi Beladiri juga membangun kota suci, kota Air Biru
yang menjadi markas mereka. Disana terdapat banyak sekali klan dan organisasi
yang telah menyatakan bersekutu dengan Akademi Beladiri, Sedangkan untuk guild
dan organisasi besar dibiarkan tersebar di seluruh wilayah kerajaan Horsox
Multie
“Siapa yang menjadi utusan Akademi Beladiri? Apakah anggota
inti?” Zhe Ke berdiri. Ia terlihat gembira. Bagaimanapun, dirinya hanya sebagai
kapten dari sebuah devisi pertahanan yang kurang pantas untuk bertemu dengan
anggota inti dan salah satu impian terbesarnya adalah bertemu dngan mereka.
“Benar, ia termasuk anggota inti. Utusan devisi vasilitas
pertahanan, Eliza.” Wakilnya menjawab.
Zhe Ke yang mendengarya gembira, ia tidak pernah berpikir
__ADS_1
bahwa impiannya hari ini akan terkabul. Dengan terburu- buru ia membuat
persiapan untuk menyambut Eiza.
“Kapten, dengan adanya utusan dari Akademi Beladiri kemari
maka kita tidak akan ragu lagi untuk diserang,” wakilnya mengambil salah satu
gelas air disana lalu mulai meminumnya, ia terlihat sangat haus.
“Benar, setelah beberapa hari kita terus bertempur tanpa
henti. Haus dan lapar telah menjadi hambatan utama kita, juga pasukan terlihat
begitu kelelahan.”
Mereka berdua terus mengobrol mengenai Eliza dan keadaan
perang, sedangkan Reynal berada di dalam kebingungan.
Wanita dihadapannya engatakan bahwa ia mengenal Reynal dan
pernah bertemu dengannya. Namun seingat ia, Reynal berlum pernah bertemu dengan wanita sepertinya
apalagi yang memiiki kekuatan seperti itu.
“Kau sungguh tidak percaya?” wanita itu terkekeh pelan, ia
Reynal bersikeras untuk menolaknya.
“Bu..bukan itu ma...maksud saya.” Reynal tergagap.
“Lalu?”
“Sepertinya saya yang lupa, mungkin memang kita pernah
bertemu” Reynal lebih memilih mundur. Menurutnya wanita ini memiliki kekuatan
yang tidak terduga. Akan merepotkan jika menghadapinya tanpa persiapan.
“Oh?” wanita itu membulatkan matanya, ia terlihat terkejut lalu
tidak lama setelah itu ia terkekeh pelan.
“Nama saya Yin Yang. Saya adalah murid dari penjaga dimensi
dunia Soun. Anda pasti pernah bertemu dengan guruku.” Wanita itu segera memberitahukan
semuanya pada Reynal. kecuali beberapa yang menyangkut dengan misinya
selebihnya akan ia jelaskan.
Selain itu Reynal juga terlihat kaget setelah mendengar batu
__ADS_1
surga dan bumi yang ia dapatkan dalam gua adalah milik dari Yin Yang dan mereka
sengaja menaruhnya disana menunggu orang yang tepat.
“Kata guru, pendekar yang mampu membantu kita adalah
pendekar yang akan mengambil batu roh yang kita simpan didalam gua. Guru juga
mengatakan bahwa saya harus menolongmu jika dalam bahaya. Intinya adalah kita
harus saling tolong menolong mulai saat ini.” Yin Yang menelaskan dengan satu
nafas.
Baru setelah itu Reynal mengerti semuanya, didalam hati ia
juga dapat bernafas legah. Setidaknya wanita ini tidak berbahaya baginya.
“Pendekar Yin Yang, terimakasih karena berniat membantu tapi
saya rasa itu tidak pantas bagimu” namun Reynal menolak tawaran Yin Yang. Ia
masih memiliki harga diri juga tidak ingin merepotkan siapapun.
Dari ucapan Yin Yang, Reynal dapat mengetahui bahwa ia akan
membantu Reynal dalam setiap kesusahan dan itu sangat tidak pantas. Terlebih
status Yin Yang sebagai penjaga dunia Soun yang dulunya pernah bertemu dengan
Reynal dalam alam mimpi sangat tinggi.
Ia masih mengingat kekuatan dari penjaga tersebut serta
keberadaan pintu kebenaran yang mampu membuat Reynal bergidik.
Yin Yang tertawa kecil, “Kau tidak perlu takut. Saya akan
menemanimu setiap perjalanan namun begitu bahaya datang saya tidak akan ikut
campur sampai kau tidak lagi bisa mengatasinya atau nyawamu sedang dalam bahaya
besar. “
Mendengar hal itu, Reynal hanya tersenyum masam. Ia melihat
Yin Yang sangat keras kepala sebab itu ia lebih memilih untuk mengalah.
“Sekarang kau tidak usah memanggilku pendekar Yin Yang.
Panggil saya dengan sebutan tetua Yin Yang”
“Baik!” Reynal mengangguk patuh.
__ADS_1