
“Gawat! Sihir kutukan lemah mungkin tidak akan bisa
menahannya!” Reynal menggigit bibirnya sedikit panik. Saat ini ia hanya menguasi
kutukan lemah dan beberapa sihir elemen. Namun itu tidak cukup untuk
mengalahkan monster orc yang sedang mengamuk.
Perlu diketahui, kekuatan Reynal yang terbesar adalah
pasukan undiednya. Reynal yakin jika saya ia dapat menggunakan kekuatan itu disini
maka belum lagi monster orc itu, bahkan untuk memasuki 10 besar akan mudah
baginya.
Lalu ada gerbang neraka yang juga tidak dapat diekspos dan
Jurus Penghancur Bintang yang merupakan jurus andalan Reynal yang semua
diketahui adalah milik Akademi Beladiri. Sementara Reynal berpikir, Qimen saat
ini semakin dekat dengannya.
Perlahan tapi pasti, Qimen sampai tepat dihadapan Reynal. “Manusia
temuilah ajalmu!”
Qimen menggunakan tangan kosong untuk menyerang Reynal.
Orang lain mungkin akan mengira jika Reynal terkena serangan Qimen makai a
paling sakit akan terlempat jauh karena tekanan yang kuat, Namun itu berbeda
dengan Reynal yang tahu jika tangan kosong Qimen kini dilapisi oleh lapisan
energi tak terlihat yang membentuk semacam pisau kecil.
Qimen dengan berani menyerang Reynal secara langsung karena
ia memiliki pikiran jika Reynal tidak dapat menahannya, itulah mengapa ia
memfokuskan diri untuk membunuh Reynal. Namun apa yang tidak diketahui oleh
QImen adalah lawannya bukanlah pendekar biasa.
Ia memiliki otak yang cerdas selain otot yang kuat. Ia tidak
mungkin tidak memiliki jalan untuk menghancurkan lawannya.
Tepat ketika Qimen sedikit lagi menyentuhnya, Reynal tiba-
__ADS_1
tiba menggunakan kekuatan elemen petir untuk menambahkan kecepatannya. Petir dan
cahaya bergabung dan menghasilkan aura kecepatan yang luar biasa mengembun di
bawah kaki Reynal.
Reynal tiba- tiba berpindah tempat tepat dibelakang Qimen. Sama
seperti penonton yang tercengang melihat kecepatan Reynal yang bertambah tinggi
membuat ia waspada. Namun sayangnya, Qimen telah kehilangan Reynal. Pemuda itu
telah berpindah tempat.
Kecepatan Reynal dapat dikatakan hampir sama seperti
kecepatan antar ruang atau teleportasi. Para pendekar yang menonton dapat
melihat Reynal yang dalam sekejap menghilang lalu kemudian muncul lagi di
belakangnya. Berbeda dengan Qimen yang tidak mengetahi kemana perginya Reynal.
Pemuda itu tidak akan menunggu lebih lama untuk membunuh
Qimen. Jari- jari Reynal dengan cepat menusuk kearah leher Qimen namun kemudian
Ia tiba- tiba merasakan serangan dari arah belakangnya.
normal, ia dengan cepat menusuk leher Qimen sampai tembus keluar lalu segera
menanamkan racun Five Magical Poison untuk mengendalikannya dengan tidak
terbatas dimasa depan. Reynal melakukan itu sambil membawa Qimen menghindari
serangan yang kuat itu.
Setelah itu Reynal dengan cepat menarik tangannya keluar
dari leher Qime lalu melesat dengan cepat menuju arah serangan yang
menyerangnya secara diam- diam. Walau Reynal merasakannya hanya sekilas namun
ia dapat mengatakan jika kekuatan serangan tersebut tidak lebih lemah dari
Qimen.
Reynal memiliki senyum dingin diwajahnya, tidak mungkin 2
pendekar tingkat atas seperti itu akan memburunya hari ini jika tidak terkait
dengan suatu masalah? Reynal meyakini jika yang mengganggunya selama ini adalah
__ADS_1
karena Luyun.
“Hmph! Lihat saja, saya akan menantikan bagaimana bangsa
Orcmu akan kehilangan posisi dalam 100 petarung terkuat kali ini!” ucap Reynal dengan nada penuh dendam.
Reynal kemudian sampai ketempat asal serangan sebelumnya.
Namun bukan pendekar yang ia dapati melainkan sebuah papan kayu yang diatasnya
telah terdapat sebuah kalimat yang ditulis dengan sesuatu yang berwarna merah.
Wajah dari pemuda itu perlahan memburuk ketika ia membaca
kalimat yang bertuliskan pada papan kayu tersebut.
“Wakil Yin, anda telah berani menyinggung adik dari pangeran
Lin Ran, pangeran Mahkota dari kekaisaran Orc. Luyun. Sebab itu kami dari
bangsa Orc akan membalas penghinaan ini kepadamu dan juga pada seluruh faksi manusia yang dekat denganmu!”
Begitulah kalimat yang dibaca oleh Reynal. Pemuda itu merasa
jika bangsa Orc ini lebih berbahaya daripada apa yang ia pikirkan. Ia
memutuskan untuk segera kembali setelah membakar habis papan kayu tersebut.
Diperjalanannya kembali, ia memikirkan ancaman dari monster
Orc. Jika benar bangsa Orc akan berbuat nekat pada anggotanya maka ia tidak
akan segan- segan untuk memburu mereka semua seperti halnya ia memburu para
pendekar Hell Memoth.
Reynal kembali kekediamannya yang bernomor 140 itu, ia
melihat disana Qimen telah menghilang padahal ia baru saja menusuk lehernya
hingga tembus dan menyalurkan Five Magical Poison pada tubuhnya.
“Tidak mungkin untuk Qimen berjalan kembali jika tidak ada
yang menolongnya!”
Akhirnya Reynal mengerti, bangsa Orc mulai melancarkan
serangannya, ia bahkan mengirimkan Qimen untuk menantangnya dan juga seorang
pendekar Orc lainnya untuk mengintai dalam gelap membantu Qimen. Yang mana
__ADS_1
keduanya sama- sama memiliki kekuatan pendekar dewa lapisan 5.