Dark Game

Dark Game
39


__ADS_3

“Gawat! Sihir kutukan lemah mungkin tidak akan bisa


menahannya!” Reynal menggigit bibirnya sedikit panik. Saat ini ia hanya menguasi


kutukan lemah dan beberapa sihir elemen. Namun itu tidak cukup untuk


mengalahkan monster orc yang sedang mengamuk.


Perlu diketahui, kekuatan Reynal yang terbesar adalah


pasukan undiednya. Reynal yakin jika saya ia dapat menggunakan kekuatan itu disini


maka belum lagi monster orc itu, bahkan untuk memasuki 10 besar akan mudah


baginya.


Lalu ada gerbang neraka yang juga tidak dapat diekspos dan


Jurus Penghancur Bintang yang merupakan jurus andalan Reynal yang semua


diketahui adalah milik Akademi Beladiri. Sementara Reynal berpikir, Qimen saat


ini semakin dekat dengannya.


Perlahan tapi pasti, Qimen sampai tepat dihadapan Reynal. “Manusia


temuilah ajalmu!”


Qimen menggunakan tangan kosong untuk menyerang Reynal.


Orang lain mungkin akan mengira jika Reynal terkena serangan Qimen makai a


paling sakit akan terlempat jauh karena tekanan yang kuat, Namun itu berbeda


dengan Reynal yang tahu jika tangan kosong Qimen kini dilapisi oleh lapisan


energi tak terlihat yang membentuk semacam pisau kecil.


Qimen dengan berani menyerang Reynal secara langsung karena


ia memiliki pikiran jika Reynal tidak dapat menahannya, itulah mengapa ia


memfokuskan diri untuk membunuh Reynal. Namun apa yang tidak diketahui oleh


QImen adalah lawannya bukanlah pendekar biasa.


Ia memiliki otak yang cerdas selain otot yang kuat. Ia tidak


mungkin tidak memiliki jalan untuk menghancurkan lawannya.


Tepat ketika Qimen sedikit lagi menyentuhnya, Reynal tiba-

__ADS_1


tiba menggunakan kekuatan elemen petir untuk menambahkan kecepatannya. Petir dan


cahaya bergabung dan menghasilkan aura kecepatan yang luar biasa mengembun di


bawah kaki Reynal.


Reynal tiba- tiba berpindah tempat tepat dibelakang Qimen. Sama


seperti penonton yang tercengang melihat kecepatan Reynal yang bertambah tinggi


membuat ia waspada. Namun sayangnya, Qimen telah kehilangan Reynal. Pemuda itu


telah berpindah tempat.


Kecepatan Reynal dapat dikatakan hampir sama seperti


kecepatan antar ruang atau teleportasi. Para pendekar yang menonton dapat


melihat Reynal yang dalam sekejap menghilang lalu kemudian muncul lagi di


belakangnya. Berbeda dengan Qimen yang tidak mengetahi kemana perginya Reynal.


Pemuda itu tidak akan menunggu lebih lama untuk membunuh


Qimen. Jari- jari Reynal dengan cepat menusuk kearah leher Qimen namun kemudian


Ia tiba- tiba merasakan serangan dari arah belakangnya.


normal, ia dengan cepat menusuk leher Qimen sampai tembus keluar lalu segera


menanamkan racun Five Magical Poison untuk mengendalikannya dengan tidak


terbatas dimasa depan. Reynal melakukan itu sambil membawa Qimen menghindari


serangan yang kuat itu.


Setelah itu Reynal dengan cepat menarik tangannya keluar


dari leher Qime lalu melesat dengan cepat menuju arah serangan yang


menyerangnya secara diam- diam. Walau Reynal merasakannya hanya sekilas namun


ia dapat mengatakan jika kekuatan serangan tersebut tidak lebih lemah dari


Qimen.


Reynal memiliki senyum dingin diwajahnya, tidak mungkin 2


pendekar tingkat atas seperti itu akan memburunya hari ini jika tidak terkait


dengan suatu masalah? Reynal meyakini jika yang mengganggunya selama ini adalah

__ADS_1


karena Luyun.


“Hmph! Lihat saja, saya akan menantikan bagaimana bangsa


Orcmu akan kehilangan posisi dalam 100 petarung terkuat kali ini!”  ucap Reynal dengan nada penuh dendam.


Reynal kemudian sampai ketempat asal serangan sebelumnya.


Namun bukan pendekar yang ia dapati melainkan sebuah papan kayu yang diatasnya


telah terdapat sebuah kalimat yang ditulis dengan sesuatu yang berwarna merah.


Wajah dari pemuda itu perlahan memburuk ketika ia membaca


kalimat yang bertuliskan pada papan kayu tersebut.


“Wakil Yin, anda telah berani menyinggung adik dari pangeran


Lin Ran, pangeran Mahkota dari kekaisaran Orc. Luyun. Sebab itu kami dari


bangsa Orc akan membalas penghinaan ini  kepadamu dan juga pada seluruh faksi manusia yang dekat denganmu!”


Begitulah kalimat yang dibaca oleh Reynal. Pemuda itu merasa


jika bangsa Orc ini lebih berbahaya daripada apa yang ia pikirkan. Ia


memutuskan untuk segera kembali setelah membakar habis papan kayu tersebut.


Diperjalanannya kembali, ia memikirkan ancaman dari monster


Orc. Jika benar bangsa Orc akan berbuat nekat pada anggotanya maka ia tidak


akan segan- segan untuk memburu mereka semua seperti halnya ia memburu para


pendekar Hell Memoth.


Reynal kembali kekediamannya yang bernomor 140 itu, ia


melihat disana Qimen telah menghilang padahal ia baru saja menusuk lehernya


hingga tembus dan menyalurkan Five Magical Poison pada tubuhnya.


“Tidak mungkin untuk Qimen berjalan kembali jika tidak ada


yang menolongnya!”


Akhirnya Reynal mengerti, bangsa Orc mulai melancarkan


serangannya, ia bahkan mengirimkan Qimen untuk menantangnya dan juga seorang


pendekar Orc lainnya untuk mengintai dalam gelap membantu Qimen. Yang mana

__ADS_1


keduanya sama- sama memiliki kekuatan pendekar dewa lapisan 5.


__ADS_2