Dark Game

Dark Game
Season 3 - 1


__ADS_3

Reynal kemudian


menjelaskan pada pangeran Mahkota bahwa dirinya mengetahui beberapa informasi


rahasia mengenai Hell Memoth. “Pangeran, anda pasti mengetahui nilai sebenarnya


dari informasi ini bukan? Saya bisa saja memberikannya pada pangeran kedua.


Saya yakin ia bisa menghargainya lebih baik dari pada anda”


Reynal dapat melihat


Siluet pangeran mahkota bergerak khawatir. Ia kemudian menambahkan “Pangeran,


saya tidak akan menggangu anda lagi. Saya akan kembali dulu”


Tentu Reynal tidak


benar- benar ingin pulang melainkan ingin melihat apakah pangeran mahkota


Karlos mengambil umpannya atau tidak.


Pemuda itu kemudian


berdiri dari kursinya lalu berjalan mendekati pintu, ia tanpa ragu memegang


ganggang pintu dan hampir membukanya ketika Pangeran Karlos berteriak meminta


Reynal berhenti.


Di dalam kegelapan


Reynal memasang senyum tanda kemenangan. “Umpan telah dimakan!”


Ia berbalik dengan


ekspresi bingung, “Pangeran, apakah anda memiliki hal yang lainnya?”


Pangeran Karlos


mendengus kesal. Ia terlihat mengambil sesuatu dari atas mejanya lalu kemudian


memberikan cap kerajaan sekaligus cap khusus dirinya.


“Ambil itu!” ucap


Pangeran Karlos melempar sebuah keras pada Reynal. Reynal sedikit tidak senang


dengan sikap yang tidak begitu menghargai dari pangeran Karlos namun ia tidak


menyuarakannya. Reynal memilih untuk segera mengambil kertas tersebut lalu


membacanya perlahan.


Senyum kemenangan


sekali lagi terlihat di wajah Reynal ketika melihat surat yang menyatakan


ketidak setujuan pangeran Karlos dengan pernikahan bersama putri Rose. Di


dalamnya juga terdapat cap kekaisaran dan cap dirinya sendiri.


Bahkan kaisar tidak


akan berbuat banyak setelah melihat hal ini. Reynal segera mengucapkan


terimakasih pada pangeran Mahkota itu. Ia tanpa buang waktu memberikan


informasi yang diketahuinya pada pangean Karlos.

__ADS_1


Tentu bukan Reynal


namanya jika ia tidak dapat memberikan sedikit bumbu kebohongan dan kepalsuan


didalamnya. Beberapa hal penting juga tidak Reynal katakana karena merasak


Pangeran Karlos akan terlalu banyak. Ia juga tidak bodoh memberikan semua


informasi tersebut.


Disisi lain Pangeran


Karlos tidak mengetahui perbuatan Reynal dan hanya focus mencatat poin- poin


penting dari informasi yang dijelaskan oleh Reynal. Pada beberapa bagian,


Pangeran Karlos memasang wajah terkejut, kadang marah dan kadang juga menghina.


Reynal menggeleng


pelan, “Pangeran Karlos dulunya adalah pangeran yang cukup kompeten, tapi


sekarang sifatnya telah berubah. Wajar jika Pangeran Lucas kini tidak menjadi


pendukungnya lagi” ucap Reynal dalam hati.


Usai menjelaskan


panjang kali lebar, Reynal segera pamit. Ia tidak mengatakan apapun lagi pada


Pangeran Mahkota. Diluar ruangan ia kembali menggunakan sihir transparan untuk


keluar dari penginapan tersebut.


Benjamin telah


oleh 2 jendral bintang dua pada malam hari.


Namun entah mengapa


Reynal merasakan terdapat sosok lain yang mengintai dalam gelap selain dirinya.


Ia merasa seorang juga memiliki sihir transparan bersembunyi di sana.


“Ada orang  lain disini! Saya harus mengungkap


keberadaanya” Reynal khawatir, ia khawatir jika orang yang bersembunyi itu


memiliki niat jahat dengan pangeran mahkota atau mungkin bisa jadi ingin


menghabisi pangeran mahkota.


Sedangkan dirinya


mungkn akan menjadi tersangka karena Benjamin mengetahui dirinya yang terakhir


menemui pangeran Mahkota untuk berbincang. Walau ia tahu Benjamin mungkin tidak


akan langsung percaya dan menyelidiki hal itu lebih dahulu namun yang jelas


keraguan dan kecurigaan pastilah ada dibenaknya.


Reynal tahu jika ia


sekali lagi menyinggung Kaisar Humanie maka posisi Akademi Beladiri mungkin


akan lebih tertekan. Mungkin saja kekaisaran akan bekerja sama dengan Hell


Memoth karena dirinya.

__ADS_1


“Karena wujudnya yang


tidak terlihat membuat mata tidak akan bisa mendapatkannya. Maka kita hanya


perlu memanfaatkan indra lainnya seperti telinga dan hidung!” Reynal kemudian


menggunakan kekuatan Anial.


Hidung dan telinganya


berubah menjadi  telinga dan hidung


anjing. Reynal kemudian mulai melacak orang yang bersembunyi tersebut.


~~


Sekitar 300 meter dari


penginapan, sebuah kereta kuda dengan lambang kekaisaran berhenti. Kereta itu


diparkir di tempat yang sunyi dan gelap sedangkan terdapat sebuah gubuk yang


terbilang besar berdiri disampingnya.


Didalam gubuk, duduk


seorang pemuda tampan yang memiliki umur sedikit lebih muda daripada pangeran


Karlos. Ia memakai pakaian keluarga kekaisaran dengan bros nomor 2 tersampir


mengikat sepotong jubahnya yang berwaran merah.


Ia tidak lain adalah


pangeran kedua kekaisaran Humanie, pangeran Hesgon. Di Belakangnya, seorang


pria bungkuk berdiri dengan bantuan tongkat kayu berwarna hitam. Ia memiliki


wajah yang licik serta kejam. Yang tidak lain adalah kasim terpercaya pangeran


kedua, Peruns.


“Pangeran, pembunuh


yang kita sewa berasal dari organisasi pembunuh nomor 1 di kekaisaran Elfer. Ia


memiliki kekutan setara Pendekar Dewa lapisan 3 dengan kemampuannya bersembunyi


membuatnya sangat mudah untuk memasuki penginapan dan membunuh pangeran Karlos.


Anda tidak boleh meragukan kekuatan dari pembunuh kali ini pangeran” ucap


Peruns pada pangeran Hesgon.


Pangeran Hesgon


berkata “Tidak! Benjamin, Kotaro dan Konjiro ada menjaga saudara pertama! Saya


belum bisa merasa tenang jika belum mendengar kematiannya” ucap Pangeran Hesgon


dengan gelisah.


Entah walau puluhan


kali Peruns telah menenangkan dan mencoba meyakinkan pangeran Hesgon mengenai


rencana pembunuhan saudaranya malam ini namun ia tetap merasa seperti sesuatu


yang buruk akan terjadi.

__ADS_1


__ADS_2