
Reynal kemudian
menjelaskan pada pangeran Mahkota bahwa dirinya mengetahui beberapa informasi
rahasia mengenai Hell Memoth. “Pangeran, anda pasti mengetahui nilai sebenarnya
dari informasi ini bukan? Saya bisa saja memberikannya pada pangeran kedua.
Saya yakin ia bisa menghargainya lebih baik dari pada anda”
Reynal dapat melihat
Siluet pangeran mahkota bergerak khawatir. Ia kemudian menambahkan “Pangeran,
saya tidak akan menggangu anda lagi. Saya akan kembali dulu”
Tentu Reynal tidak
benar- benar ingin pulang melainkan ingin melihat apakah pangeran mahkota
Karlos mengambil umpannya atau tidak.
Pemuda itu kemudian
berdiri dari kursinya lalu berjalan mendekati pintu, ia tanpa ragu memegang
ganggang pintu dan hampir membukanya ketika Pangeran Karlos berteriak meminta
Reynal berhenti.
Di dalam kegelapan
Reynal memasang senyum tanda kemenangan. “Umpan telah dimakan!”
Ia berbalik dengan
ekspresi bingung, “Pangeran, apakah anda memiliki hal yang lainnya?”
Pangeran Karlos
mendengus kesal. Ia terlihat mengambil sesuatu dari atas mejanya lalu kemudian
memberikan cap kerajaan sekaligus cap khusus dirinya.
“Ambil itu!” ucap
Pangeran Karlos melempar sebuah keras pada Reynal. Reynal sedikit tidak senang
dengan sikap yang tidak begitu menghargai dari pangeran Karlos namun ia tidak
menyuarakannya. Reynal memilih untuk segera mengambil kertas tersebut lalu
membacanya perlahan.
Senyum kemenangan
sekali lagi terlihat di wajah Reynal ketika melihat surat yang menyatakan
ketidak setujuan pangeran Karlos dengan pernikahan bersama putri Rose. Di
dalamnya juga terdapat cap kekaisaran dan cap dirinya sendiri.
Bahkan kaisar tidak
akan berbuat banyak setelah melihat hal ini. Reynal segera mengucapkan
terimakasih pada pangeran Mahkota itu. Ia tanpa buang waktu memberikan
informasi yang diketahuinya pada pangean Karlos.
__ADS_1
Tentu bukan Reynal
namanya jika ia tidak dapat memberikan sedikit bumbu kebohongan dan kepalsuan
didalamnya. Beberapa hal penting juga tidak Reynal katakana karena merasak
Pangeran Karlos akan terlalu banyak. Ia juga tidak bodoh memberikan semua
informasi tersebut.
Disisi lain Pangeran
Karlos tidak mengetahui perbuatan Reynal dan hanya focus mencatat poin- poin
penting dari informasi yang dijelaskan oleh Reynal. Pada beberapa bagian,
Pangeran Karlos memasang wajah terkejut, kadang marah dan kadang juga menghina.
Reynal menggeleng
pelan, “Pangeran Karlos dulunya adalah pangeran yang cukup kompeten, tapi
sekarang sifatnya telah berubah. Wajar jika Pangeran Lucas kini tidak menjadi
pendukungnya lagi” ucap Reynal dalam hati.
Usai menjelaskan
panjang kali lebar, Reynal segera pamit. Ia tidak mengatakan apapun lagi pada
Pangeran Mahkota. Diluar ruangan ia kembali menggunakan sihir transparan untuk
keluar dari penginapan tersebut.
Benjamin telah
oleh 2 jendral bintang dua pada malam hari.
Namun entah mengapa
Reynal merasakan terdapat sosok lain yang mengintai dalam gelap selain dirinya.
Ia merasa seorang juga memiliki sihir transparan bersembunyi di sana.
“Ada orang lain disini! Saya harus mengungkap
keberadaanya” Reynal khawatir, ia khawatir jika orang yang bersembunyi itu
memiliki niat jahat dengan pangeran mahkota atau mungkin bisa jadi ingin
menghabisi pangeran mahkota.
Sedangkan dirinya
mungkn akan menjadi tersangka karena Benjamin mengetahui dirinya yang terakhir
menemui pangeran Mahkota untuk berbincang. Walau ia tahu Benjamin mungkin tidak
akan langsung percaya dan menyelidiki hal itu lebih dahulu namun yang jelas
keraguan dan kecurigaan pastilah ada dibenaknya.
Reynal tahu jika ia
sekali lagi menyinggung Kaisar Humanie maka posisi Akademi Beladiri mungkin
akan lebih tertekan. Mungkin saja kekaisaran akan bekerja sama dengan Hell
Memoth karena dirinya.
__ADS_1
“Karena wujudnya yang
tidak terlihat membuat mata tidak akan bisa mendapatkannya. Maka kita hanya
perlu memanfaatkan indra lainnya seperti telinga dan hidung!” Reynal kemudian
menggunakan kekuatan Anial.
Hidung dan telinganya
berubah menjadi telinga dan hidung
anjing. Reynal kemudian mulai melacak orang yang bersembunyi tersebut.
~~
Sekitar 300 meter dari
penginapan, sebuah kereta kuda dengan lambang kekaisaran berhenti. Kereta itu
diparkir di tempat yang sunyi dan gelap sedangkan terdapat sebuah gubuk yang
terbilang besar berdiri disampingnya.
Didalam gubuk, duduk
seorang pemuda tampan yang memiliki umur sedikit lebih muda daripada pangeran
Karlos. Ia memakai pakaian keluarga kekaisaran dengan bros nomor 2 tersampir
mengikat sepotong jubahnya yang berwaran merah.
Ia tidak lain adalah
pangeran kedua kekaisaran Humanie, pangeran Hesgon. Di Belakangnya, seorang
pria bungkuk berdiri dengan bantuan tongkat kayu berwarna hitam. Ia memiliki
wajah yang licik serta kejam. Yang tidak lain adalah kasim terpercaya pangeran
kedua, Peruns.
“Pangeran, pembunuh
yang kita sewa berasal dari organisasi pembunuh nomor 1 di kekaisaran Elfer. Ia
memiliki kekutan setara Pendekar Dewa lapisan 3 dengan kemampuannya bersembunyi
membuatnya sangat mudah untuk memasuki penginapan dan membunuh pangeran Karlos.
Anda tidak boleh meragukan kekuatan dari pembunuh kali ini pangeran” ucap
Peruns pada pangeran Hesgon.
Pangeran Hesgon
berkata “Tidak! Benjamin, Kotaro dan Konjiro ada menjaga saudara pertama! Saya
belum bisa merasa tenang jika belum mendengar kematiannya” ucap Pangeran Hesgon
dengan gelisah.
Entah walau puluhan
kali Peruns telah menenangkan dan mencoba meyakinkan pangeran Hesgon mengenai
rencana pembunuhan saudaranya malam ini namun ia tetap merasa seperti sesuatu
yang buruk akan terjadi.
__ADS_1