
Qin Feng baru saja
menyelesaikan kerangka pembuatan Formasi tingkatan yang lebih kuat dari
beberapa formasi lama. Eliza datang menemuinya dengan kondisi yang begitu
terburu- buru.
“Tetua! Hell Memoth
Kembali menyerang! Ketua Remi memerintahkan untuk mengaktifkan formasi pembunuh
dan serangan sihir!” kata Eliza ketika wanita itu telah berada disebelah kiri
tetua Qin Feng.
Tetua Qin Feng yang
mendengarnya sontak berdiri menegapkan punggung yang sebelumnya membungkuk
karena fokus bekerja. Ia kemudin menoleh pada Eliza dengan wajah yang penuh
semangat, “Baiklah! Kau tahu, dalam perang ini mungkin adalah saat yang paling
saya tunggu” ucap tetua Qin Feng sambil tertawa.
Eliza yang
mendengarnya secara tidak sadar segera mundur beberapa langkah sambil berbisik
ia mengumamkan sesuatu yang tetua Qin Feng tidak mendengarnya. “Kenapa tetua
begitu senang? Padahal formasi pembunuh adalah formasi penyerangan yang paling
sadis! Sungguh apakah tetua Qin Feng adalah seorang psikopat?”
Tetua Qin Feng bersama
dengan Eliza kemudian bergerak menuju bagian depan Akademi Beladiri. Disana
mereka disambut dengan beberapa tetua yang memiliki tugas untuk menjaga. Keduanya
juga tidak melihat ketua Remi ada disekitar.
“Kemungkinan ketua
Remi tidak terlalu menganggap serangan ini penting!” ucap tetua Qin Feng pada
Eliza.
“Um! Ketua Remi jelas
mengandalkan kita untuk menahan mereka” balas Eliza.
__ADS_1
Tetua Qin Feng dan
Eliza kemudian menaiki sebuah menara yang memiliki tinggi sekitar 3 sampai 4
meter dari tanah. Dari menara itu mereka berdua dapat melihat ratusan pendekar
mendekati Akademi Beladiri.
“Setidaknya ada 300
pendekar Galaksi, 100 pendekar Semesta dan 3 pendekar Dewa lapisan awal di
dalam pasukan gelombang pertama. Tetua Qin apa pendapatmu?” tanya Eliza.
“Yah, jika jumlah
mereka hanya segitu akan sangat merugikan jika kita menggunakan formasi itu
sekarang! Lebih baik perintahkan 100 pendekar Semeta untuk menghadapi mereka
menggunakan kertas Jimat serangan!”
Eliza sedikit
mengerutkan dahinya, ia sedikit tidak setuju. “Tetua, kita akan membuang- buang
kertas jimat hanya untuk sekedar menghabisi mereka! Lebih baik menyuruh para
penjaga Raja untuk menghabisi mereka semua”
denganmu? Saya bisa melihat dibawah pimpinan Paper White dan Black, ribuan
kertas jimat menumpuk tiap harinya dalam Gudang penyimpanan Akademi Beladiri. Dan
kau mencemaskannya dengan beberap ratus dari mereka?” balas Tetua Qin sinis.
Eliza terdiam, ia
kemudian menyadari jika tetua Qin mungkin memiliki beberapa masalah dengan
tetua kembar Paper White dan Black yang sekarang menjadi pimpinan produksi
jimat Akademi Beladiri. Eliza hampir saja tertawa jika saja dirinya tidak cepat
menutup mulutnya dengan kedua tangan.
“Baiklah tetua,
perintahmu akan dilaksanakan” ucap Eliza setelah ia berhasil menahan tawanya
agar tidak pecah. Ia kemudian melirik salah satu tetua disana lalu memberikan
perintah untuk membawa dua ribu kertas jimat serangan tingkat Semesta dan 10
__ADS_1
kertas Jimat Penjaga langit dengan cepat.
Tetua Qin Feng
kemudian berbalik menatap Eliza, ia ingat dirinya hanya memerintahkan wanita
itu untuk mengambil beberapa ratus lembar. Tapi mengapa Eliza meminta 2 ribu
lembar sekaligus, terlebih dengan tambahan 10 kertas jimat penjaga Langit.
“Wanita ini sungguh
mengesalkan!” umpat tetua Qin dalam hatinya ketika melihat Eliza tersenyum
kepada dirinya. Tetua Qin Feng tahu jika Eliza sengaja menambahkan beberapa
bara api untuk dirinya hari ini. Ia kemudian merasa sedikit menyesal dengan
menyatakan idenya barusan.
Adapun Eliza, wanita
itu kesulitan menahan tawanya ketika melihat wajah kesal dari tetua Qin Feng. Ia
kemudian mengalihkan pandangannya setelah memberikan senyum pada tetua Qin
sebab ia tidak tahan untuk tidak tertawa.
Tidak lama setelah
itu, tetua yang sebelumnya diperintahkan oleh Eliza Kembali membawa sebuah batu
roh penyimpanan kualitas rendah.
“Di dalamnya terdapat
2 ribu kertas jimat dan 10 kerta penjaga Langit sesuai dengan permintaan anda” ucap
tetua tersebut ketika memberikan batu roh penyimpanan itu pada Eliza.
Wanita itu segera
mengeluarkan tumpukan kertas jimat yang tersimpan didalamnya lalu kemudian
mengembalikannya pada tetua itu. Jelas bahwa batu Roh penyimpanan tersebut
adalah milik dari tetua, Eliza tidak berniat mengambilnya walau pemiliknya
tidak berkata apa- apa padanya.
Jelas Eliza mengetahui
betapa mahal dan sulitnya mendapatkan batu Roh penyimpanan. Walau itu hanya
__ADS_1
yang berkualitas rendah, namun di toko Akademi sendiri batu roh penyimpanan
dijual dengan harga yang sangat mahal.