Dark Game

Dark Game
489


__ADS_3

Qin Feng baru saja


menyelesaikan kerangka pembuatan Formasi tingkatan yang lebih kuat dari


beberapa formasi lama. Eliza datang menemuinya dengan kondisi yang begitu


terburu- buru.


“Tetua! Hell Memoth


Kembali menyerang! Ketua Remi memerintahkan untuk mengaktifkan formasi pembunuh


dan serangan sihir!” kata Eliza ketika wanita itu telah berada disebelah kiri


tetua Qin Feng.


Tetua Qin Feng yang


mendengarnya sontak berdiri menegapkan punggung yang sebelumnya membungkuk


karena fokus bekerja. Ia kemudin menoleh pada Eliza dengan wajah yang penuh


semangat, “Baiklah! Kau tahu, dalam perang ini mungkin adalah saat yang paling


saya tunggu” ucap tetua Qin Feng sambil tertawa.


Eliza yang


mendengarnya secara tidak sadar segera mundur beberapa langkah sambil berbisik


ia mengumamkan sesuatu yang tetua Qin Feng tidak mendengarnya. “Kenapa tetua


begitu senang? Padahal formasi pembunuh adalah formasi penyerangan yang paling


sadis! Sungguh apakah tetua Qin Feng adalah seorang psikopat?”


Tetua Qin Feng bersama


dengan Eliza kemudian bergerak menuju bagian depan Akademi Beladiri. Disana


mereka disambut dengan beberapa tetua yang memiliki tugas untuk menjaga. Keduanya


juga tidak melihat ketua Remi ada disekitar.


“Kemungkinan ketua


Remi tidak terlalu menganggap serangan ini penting!” ucap tetua Qin Feng pada


Eliza.


“Um! Ketua Remi jelas


mengandalkan kita untuk menahan mereka” balas Eliza.

__ADS_1


Tetua Qin Feng dan


Eliza kemudian menaiki sebuah menara yang memiliki tinggi sekitar 3 sampai 4


meter dari tanah. Dari menara itu mereka berdua dapat melihat ratusan pendekar


mendekati Akademi Beladiri.


“Setidaknya ada 300


pendekar Galaksi, 100 pendekar Semesta dan 3 pendekar Dewa lapisan awal di


dalam pasukan gelombang pertama. Tetua Qin apa pendapatmu?” tanya Eliza.


“Yah, jika jumlah


mereka hanya segitu akan sangat merugikan jika kita menggunakan formasi itu


sekarang! Lebih baik perintahkan 100 pendekar Semeta untuk menghadapi mereka


menggunakan kertas Jimat serangan!”


Eliza sedikit


mengerutkan dahinya, ia sedikit tidak setuju. “Tetua, kita akan membuang- buang


kertas jimat hanya untuk sekedar menghabisi mereka! Lebih baik menyuruh para


penjaga Raja untuk menghabisi mereka semua”


denganmu? Saya bisa melihat dibawah pimpinan Paper White dan Black, ribuan


kertas jimat menumpuk tiap harinya dalam Gudang penyimpanan Akademi Beladiri. Dan


kau mencemaskannya dengan beberap ratus dari mereka?” balas Tetua Qin sinis.


Eliza terdiam, ia


kemudian menyadari jika tetua Qin mungkin memiliki beberapa masalah dengan


tetua kembar Paper White dan Black yang sekarang menjadi pimpinan produksi


jimat Akademi Beladiri. Eliza hampir saja tertawa jika saja dirinya tidak cepat


menutup mulutnya dengan kedua tangan.


“Baiklah tetua,


perintahmu akan dilaksanakan” ucap Eliza setelah ia berhasil menahan tawanya


agar tidak pecah. Ia kemudian melirik salah satu tetua disana lalu memberikan


perintah untuk membawa dua ribu kertas jimat serangan tingkat Semesta dan 10

__ADS_1


kertas Jimat Penjaga langit dengan cepat.


Tetua Qin Feng


kemudian berbalik menatap Eliza, ia ingat dirinya hanya memerintahkan wanita


itu untuk mengambil beberapa ratus lembar. Tapi mengapa Eliza meminta 2 ribu


lembar sekaligus, terlebih dengan tambahan 10 kertas jimat penjaga Langit.


“Wanita ini sungguh


mengesalkan!” umpat tetua Qin dalam hatinya ketika melihat Eliza tersenyum


kepada dirinya. Tetua Qin Feng tahu jika Eliza sengaja menambahkan beberapa


bara api untuk dirinya hari ini. Ia kemudian merasa sedikit menyesal dengan


menyatakan idenya barusan.


Adapun Eliza, wanita


itu kesulitan menahan tawanya ketika melihat wajah kesal dari tetua Qin Feng. Ia


kemudian mengalihkan pandangannya setelah memberikan senyum pada tetua Qin


sebab ia tidak tahan untuk tidak tertawa.


Tidak lama setelah


itu, tetua yang sebelumnya diperintahkan oleh Eliza Kembali membawa sebuah batu


roh penyimpanan kualitas rendah.


“Di dalamnya terdapat


2 ribu kertas jimat dan 10 kerta penjaga Langit sesuai dengan permintaan anda” ucap


tetua tersebut ketika memberikan batu roh penyimpanan itu pada Eliza.


Wanita itu segera


mengeluarkan tumpukan kertas jimat yang tersimpan didalamnya lalu kemudian


mengembalikannya pada tetua itu. Jelas bahwa batu Roh penyimpanan tersebut


adalah milik dari tetua, Eliza tidak berniat mengambilnya walau pemiliknya


tidak berkata apa- apa padanya.


Jelas Eliza mengetahui


betapa mahal dan sulitnya mendapatkan batu Roh penyimpanan. Walau itu hanya

__ADS_1


yang berkualitas rendah, namun di toko Akademi sendiri batu roh penyimpanan


dijual dengan harga yang sangat mahal.


__ADS_2