Dark Game

Dark Game
18


__ADS_3

Reynal kemudian pamitan pada Benjamin karena merasa


urusannya disini telah selesai. Benjamin mengantar Reynal hingga beberapa


kilometer sebelum akhirnya Reynal terbang sendiri menuju Akademi Beladiri


menggunakan sayapnya yang telah lama tidak ia gunakan.


“Huh…. Sungguh, terbang dengan kecepatan seperti ini kita


dapat menikmati keindahan dunia Soun dari atas!”


Reynal terbang dengan kecepatan sedang sebab ia tidak


terlalu terburu- buru. Gulungan yang berisi penolakan pangeran Mahkota Karlos


telah lama sampai di Akademi Beladiri menggunakan sihir pengiriman Reynal yang


berupa burung merpati itu.


Karena Reynal terbang dengan kecepatan sedang membuat


perjalanannya sedikit lama. Yang seharusnya ia hanya memerlukan waktu 5 sampai


6 jam dari Akademi Beladiri kini ia harus menghabiskan waktu selama sehari penuh


untuk sampai di Akademi Beladiri.


Sesampainya disana, Reynal tidak langsung beristirahat. Ia


menuju tempat formasi dan kemudian dengan kekuatannya, Reynal dapat dengan


mudah menghubungkan 3 tempat sekaligus dalam satu formasi.


Tempat itu tidak lain adalah Akademi, Guild Raja Nirwana,


dan sebuah markas rahasia yang telah selesai ia dirikan di kota kekaisaran. Setelah


itu Reynal memutuskan untuk berjalan- jalan dan berniat mengunjungi beberapa


tempat di Akademi Beladiri.


“Saya harus mengumpulkan beberapa senjata yang kiranya bagus


untuk menjadi produk penjualan pertama untuk jaringan kekuatan!”


Reynal memiliki kemampuan untuk membuat Racun, obat- obatan,


formasi dan Kertas jimat. Namun ia tidak memiliki kemampuan yang kurang dalam

__ADS_1


membuat senjata. Sebab itu ia berniat untuk melakukan beberapa riset dan


penelitian pada produksi senjata Akademi Beladiri.


Namun diperjalanan, Reynal kebetulan berpapasan dengan Eliza


yang saat itu sedang memilih bahan untuk membuat pasukan boneka baru untuk devisi


pengembangannya.  Keduanya saling tatap


selama beberapa saat sampai akhirnya Eliza tersadar dan segera memalingkan


wajahnya.


“Eliza, bagaimana kabarmu?!” sapa Reynal berbasa- basi.


“Kau melihatku berdiri sehat disini dan masih bertanya


kabar?!” Tapi tanpa Reynal duga, jawaban dari Eliza sangat sinis.


“Eh, tidak maksudku bagaimana kabar Akademi Beladiri?”


Eliza menyipitkan matanya heran pada Reynal lalu bertanya,


“Kau baru saja sampai?” Eliza menduga jika Reynal baru saja sampai di Akademi


Beladiri. Ia sebelumnya mengetahui jika Reynal pergi dengan sangat terburu-buru


Karlos.


“Ya, saya baru saja datang beberapa saat yang lalu. Kamu


orang yang pertama aku temui!” ucap Reynal santai. Tapi pemuda itu tidak akan


menduga jika ucapannya akan membuat Eliza sedikit berbunga.


Eliza kemudian menjawab dengan sedikit lebih ramah,


“Semuanya tidak baik- baik saja! Kau pergi hari itu jadi tidak mengetahui jika


Hell Memoth menyerang kita dengan kekuatan penuhnya!”


“Apa? Bagaimana bisa?” Reynal menjadi khawatir.


“Hei tenanglah! Hari itu memang Akademi Beladiri berhasil di


terobos oleh Hell Memoth dan bahkan hampir membunuh tetua utama Qin Feng.


Untung saja Legenda Draco dan 2 legenda lainnya datang menyelamatkan..,”  Eliza menceritakan semua yang terjadi hari

__ADS_1


itu, tidak ada yang terlewat sedikitpun sampai pada pengiriman utusan oleh


Ketua Remi untuk penebusan para tahanan.


Reynal perlahan menjadi tenang setelah mendengarnya, ia bahkan


kini bersemangat setelah mengetahui 3 legenda yang kekuatannya belum mencapai


pendekar dewa Bumi mampu mengalahkan pendekar dewa Bumi milik Hell Memoth. Ini


membuktikan bahwa harapannya untuk merebut batu waktu dari Hell Memoth akan


semakin dekat.


Kemudian Reynal mengganti pertanyaannya pada keadaan Putri


Rose membuat Eliza kembali sinis dan jutek padanya.


“Putri Rose mu tersayang itu telah lama meninggalkan Akademi


Beladiri setelah menerima surat penolakan dari pangeran Karlos. Ia bahkan tidak


memberikan kita hadiah karena telah merawat dan menolongnya!” sindir Eliza.


Reynal hanya tersenyum kaku menanggapinya, ia kemudian


mengganti topik pembicaraan karena menyadari Eliza tidak menyukai putri Rose.  “Oh ya, bisakah kamu membantuku untuk


melakukan beberapa riset untuk jaringan kekuatanku kedepan di faksi Kekaisaran?


Saya sangat bingung akan mengelolanya seperti apa nanti!”


“Kau mau bantuanku? Kau tidak ingin bantuannya putri Rose?


Dia seorang putri dan juga lebih pandai dalam mengatur seperti itu.” Eliza


kembali menyindir.


“Benar! Putri Rose tidak akan menolaknya!” Ucapan Reynal


seketika terhenti ketika mendapati sebuah pedang tepat di depan lehernya. Ia


lupa jika Eliza sangat tidak menyukai putri Rose.


“Kalau begitu saya akan pergi dulu, nikmati harimu!” ucap


Eliza setelah menatap tajam Reynal. Ia dengan cepat membawa barang yang telah


ia kumpulkan dan menyimpannya di dalam batu roh penyimpanan kualitas tinggi

__ADS_1


yang ia miliki.


__ADS_2