
Setelah puas menggunakan sihir ia kemudian mencoba untuk menggunakan kemampuannya yang lain. Ia yakin dengan menguasai sepuluh jenis kekuatan dengan baik mampu membuatnya bertarung dalam keadaan apapun.
Reynal menyimpan kembali tongkat Sihir saintnya kedalam kotak dimensi lalu ia merapalkan mantra. Seketika tubuhnya menjadi ditumbuhi rambut- rambut halus semacam hewan. Wajahnya juga berubah menjadi garang, ia merasakan seluruh indranya menjadi lebih tajam dari sebelumnya.
“Ternyata berubah menjadi bentuk Anial memang menguntungkan, saya yakin dengan ini mampu bertarung menggunakan tangan kosong sekalipun.” Ucap Reynal yang saat ini penampilannya telah berubah menjadi sesosok setengah singa.
Kedua tangannya terdapat cakar yang cukup panjang dan tajam, untuk menambah tingkat kerusakan Reynal menggunakan racun untuk melapisi setiap cakarnya.
“Aaaah” Reynal mendengar suara teriakan yang berasal dari dalam kota, instingnya mengatakan ia harus memeriksanya namun langkah Reynal terhenti ketika mendapati dirinya telah berada dalam kepungan musuh.
Reynal menghitung musuh yang mengepungnya, mereka berjumlah lebih dari dua puluh orang dengan kekuatan tingkat Galaksi Titan dan sebagian tingkat Semesta. Mereka melihat Reynal telah berhenti menggunakan sihir, mereka berpikir Reynal telah kehabisan energi sehingga tidak dapat lagi menyerang.
Namun yang mereka lupakan adalah perubahan penampilan Reynal yang cenderung lebih kuat dari sebelumnya. “Walau ia berubah menjadi monsterpun bukan lagi masalah, tanpa sihirnya yang kuat itu ia tidak lebih dari seorang pendekar tingkat Galaksi” ucap seorang pendekar Semesta lapisan dua disana.
Reynal tersenyum senang melihat kebodohan para pasukan lawan, “Kadang kalian tidak menggunakan otak kalian tetapi sering menggunakan nafsu” Reynal menggelengkan kepalanya pelan sebelum meneriakkan sebuah jurus.
“Ledakan Bintang” Reynal memasang posisi kuda- kuda, ia mengarahkan jarinya kedepan seolah menyuruh mereka untuk menyerang.
__ADS_1
“Biar aku hadapi kau, ketiga temanku telah mati akibat sihirmu. Ini akan menjadi hari terakhir untukmu” seorang pendekar tingkat Galaksi Titan maju mendekati Reynal sambil tertawa. Ia sama sekali tidak siap untuk menyerang ketika Reynal melayangkan sebuah pukulan tepat pada jantungnya.
“Jurus Pertama : Pukulan Penghancur Bintang”
Reynal memukulnya tepat pada jantungnya, energi yang dialirkan oleh Reynal melalui pukulannya sangat besar membuat pendekar tersebut tumbang dalam sekali pukul dengan kondisi jantung yang pecah.
Raut wajah dari lawan yang sebelumnya mengepung Reynal mulai berubah menjadi ketakutan. Mereka pastinya tidak pernah menyangka bahwa Reynal selain menguasai sihir ia juga menguasai bertarung jarak dekat.
“Serang bersamaan, dia tidak akan sanggup menahan serangan dari kita semua” seru pendekar Semesta yang sebelumnya mengejek Reynal.
Dua puluh pendekar yang mengepung Reynal mulai melepaskan serangan mereka, ada yang menggunakan senjata ada juga yang menggunakan serangan tapak atau tinju mereka.
Seketika sebuah energi yang cukup besar membentuk sebuah pelindung yang sangat tebal. Pelindung tersebut melindungi Reynal dari seluruh serangan yang ingin melukainya. Para pendekar yang sebelumnya ingin menyerang Reynal malah terpental akibat efek hantaman yang dibuatnya.
Mereka tidak pernah sekalipun dalam hidup menemukan bahwa seorang penyihir akan memiliki keterampilan dalam bertarung dekat.
Reynal tersenyum simpul setelah melihat ketakutan diantara pendekar tersebut. Kekuatannya dahulu memang mengandalkan sihir namun setelah ia berhasil mempelajari ketiga buku hebat yang ia dapatkan dulu ketika dalam ruang rahasia gua.
__ADS_1
Reynal berhasil mempelajari jurus ledakan bintang dari salah satu buku tersebut. Jurus ledakan bintang tidak lain adalah sebuah jurus yang berisikan lima bagian yang berbeda.
Setiap bagian memerlukan pemahaman yang tinggi untuk dikuasai, beruntung Reynal telah berhasil menguasai kelima jurus tersebut walau pengendaliannya sedikit lebih sulit dari yang ia duga.
“Jurus ketiga : Ledakan Bulan” Reynal menggunakan kesempatan tersebut untuk balik menyerang beberapa pendekar galaksi. Ketiga pendekar Galaksi yang tidak menyadari serangan mendadak dari Reynal tidak dapat menghindar setelah melihat Reynal melepaskan energi besar pada tinjunya.
Energi yang dilepaskan oleh Reynal kian membesar hingga mampu memberikan kerusakan yang besar pada mereka bertiga, membuat mereka menghembuskan nafas terakhir.
Para pendekar yang sebelumnya mengepung Reynal kini lari tunggang langgang, mereka tidak cukup bodoh untuk tidak menyadari kekuatan yang dimiliki oleh Reynal mampu membunuh setiap dari mereka dengan mudah.
Reynal menggeleng pelan, ia tidak membiarkan mereka selamat. Dengan bantuan sihir ruang dan waktu dari sayapnya membuat Reynal dapat dengan mudah bergerak dan berpindah dari satu tempat ketempat yang lainnya dalam kecepatan yang sangat mengerikan.
Reynal menghabisi setiap pendekar yang mengepungnya dengan mudah menggunakan ledakan bintang jurus pertama dan ketiga. Mereka yang kekuatannya dibawah tingkat Semesta tidak dapat menahan serangan Reynal lebih dari dua kali sebelum tewas sementara pendekar tingkat semesta sekalipun tidak lebih dari lima serangan sebelum mereka kehilangan nyawa.
Reynal kembali lagi mengguncang pertempuran, ia dengan mudahnya membunuh dua puluh pendekar yang sebagian merupakan pendekar Semesta dalam waktu yang cukup singkat.
Kekuatannya dalam bertarung seperti itu tidak kalah dengan para pendekar hebat. Secret Sword bahkan akan berpikir Reynal merupakan pendekar jarak dekat jika ia tidak melihatnya menggunakan sihir dalam jumlah besar diawal.
__ADS_1
~~