Dark Game

Dark Game
62. Mo Chui Dan Desa Kecilnya


__ADS_3

Pemandangan wilayah perbatasan Zein Kingdom cukup membuat Reynal terkejut, pemberontakan telah menyebar dan terjadi disebagian besar wilayah kerajaan. Reynal memilih untuk berjalan kaki dan menyembunyikan sebagian besar kekuatan yang ia miliki.


Pendekar atau ksatria yang melihatnya hanya akan melihat tingkat kekuatan Reynal berada pada tingkat Bulan lapisan Tujuh. Semakin kuat pancaran kekuatan yang dikeluarkan maka semakin menarik perhatian semua orang padanya.


Reynal tiba pada sebuah desa kecil, pintu gerbang desa tertutup rapat seperti tidak ingin menerima tamu siapapun. Merasa penasaran Reynal mendorong pintu gerbang desa, pintu terbuka namun ia mendapati beberapa pria dewasa menatapnya sambil menodongkan sebuah pisau, pedang, tongkat dan segala macam benda yang dapat digunakan untuk senjata.


Reynal mengangkat tangannya, mencoba untuk memberitahukan kepada mereka bahwa ia tidak memiliki maksud jahat. “ Siapa kau?”


“Saya Reynal, seorang pengelana kecil yang berusaha lari dari kekacauan” ucap Reynal berbohong


Seorang pria yang memiliki badan besar maju memerika barang bawaan Reynal dan tidak menemukan apapun yang menurutnya mencurigakan. Setelah memeriksa Reynal, pria tersebut melihat keluar pintu gerbang desa memastikan tidak ada orang lain yang mengikutinya.


“Baiklah silahkan masuk” ucap seorang pria tua setelah meminta persetujuan pria berbadan besar.


“Terimakasih” Reynal akhirnya dapat terbebas dari tuduhan, ia kemudian diantar oleh pria berbadan besar dan si pria tua.


“Perkenalkan nama saya Mo Chui, saya kepala desa disini dan dia adalah kepala keamanan desa. Kau bisa memanggilnya komandan” Mo menunjuk kearah pria berbadan besar, Reynal tersenyum dan menyambut perkenalan mereka.

__ADS_1


“Kalau boleh tahu apa tujuan anda datang kemari?” Mo bertanya


“Aku mencari penginapan yang dekat dari sini dan kebetulan desa ini yang paling dekat yang sepertinya terhindar dari pemberontakan” penjelasan Reynal segera membuat wajah keduanya berubah menjadi sedih.


“Memang betul disini terhindar dari kekacauan ataupun pertumpahan darah namun itu lebih buruk lagi” Mo kemudian menjelaskan mengenai masalah yang menimpa desanya.


Sejak tiga tahun yang lalu selalu terjadi kekeringan ataupun musibah pada desa, semenjak itu ekonomi para penduduk desa mulai melemah. Ditambah lagi munculnya para pemberontak yang memaksa mereka untuk memberikan pajak agar desa terhindar dari peperangan dan kekacauan.


Ketua Mo dan beberapa pengurus desa bersama dengan keamanan desa telah beberapakali mencoba untuk melawan para pihak pemberontak yang meminta pajak. Namun mereka bukanlah tandingan para pemberontak, banyak dari penjaga desa meninggal membuat desa itu semakin tidak berdaya untuk melawan.


Semakin lama penduduk desa semakin kesulitan, beberapa orang tua dan pemuda meninggal karena kelaparan yang sangat panjang. Ketua Mo telah berusaha untuk menegosiasi dengan para pemberontak namun yang mereka dapatkan adalah tarif pajak mereka bertambah dua kali lipat.


“Tahun ini mereka kembali menaikkan pajak sehingga kami harus menahan lapar selama seminggu dan harus bekerja untuk mendapatkan uang” Mo terlihat sangat sedih, ia menatap keadaan desanya yang semakin hari semakin memburuk.


“Mereka kejam, kenapa kalian tidak mencoba untuk mengadukan masalah ini pada kerajaan?” Reynal merasa masalah ini sangat besar, untunglah ia berkunjung. Menurutnya masalah ini disebabkan oleh Hell Memoth, kejahatan mereka semakin ganas membuat Reynal semakin membenci.


“Kami telah beberapa kali mencoba untuk mengajukan masalah ini pada kerajaan namun sepertinya pihak kerajaan tidak mengambil tindakan atau menganggap bahwa desa ini adalah sesuatu yang tidak penting bagi mereka”

__ADS_1


“Aku tahu, penjualan kami tidak seberapa namun kami tidak pernah meminta apapun kepada kerajaan dan selalu taat untuk membayar pajak”


“Maaf, kami tidak bermaksud untuk...” kepala desa Mo menghentikan ucapannya, ia mencoba untuk menghapus kesedihannya dan mencoba untuk tersenyum.


“Hahaha tidak baik membicarakan ini pada tamu” Komandan mengerti tindakan kepala desa, ia kemudian menunjukkan Reynal tempat penginapan yang terletak di bagian belakang desa.


“Baiklah, terimakasih” Reynal menunduk hormat pada kepala desa Mo dan Komandan. Lalu memberikan beberapa kantong berisi ratusan koin emas kepada keduanya.


“Ambil ini dan bagikan kepada seluruh warga desa” ucap Reynal sambil menutup pintu penginapannya, menolak untuk mendengar penolakan dari Mo dan Komandan.


~~


**Halo,,, penulis mengucapkan selamat tahun baru 2020...


semoga ditahun berikutnya kita dapat lebih baik lagi dari sebelumnya, menjadi orang yang beriman kepada tuhan dan selalu berusaha bermanfaat untuk orang banyak....


Happy New Year**

__ADS_1


__ADS_2