
Akademi butuh seharian penuh untuk membereskan semuanya, ketua
Remi juga bersama dengan tetua Fengtian belum dapat menuju kerajaan Horsox
Multie untuk bertemu dengan yang lainnya karena ditakutkan akan ada serangan
gelombang kedua.
Reynal tentu mengusulkan untuk memperketat pertahanan kota
Air Biru, selain itu ia juga mengusulkan agar diberlakukannya sistem bergiliran
agar semua dapat giliran dengan adil. Ditambah lagi rampasan dari guild Mata
Angin yang cukup banyak juga dapat membuat Akademi Beladiri memperbaiki pondasi
kekuatan mereka yang melemah.
Setelah memastikan semuanya beres dan terkendali Reynal
meminta izin untuk kembali untuk mengecek keadaan perbatasan. Saat ini kawasan
tersebut hanya dijaga oleh beberapa puluh pendekar Semesta membuat kawasan
tersebut cenderung rawan.
“Saya akan tinggal beberapa minggu atau mungkin beberapa
bulan di sekitar perbatasan. Kalian tidak perlu khawatir untuk saat ini, selain
itu percepatlah untuk mengangkut semua sumber daya yang kalian dapat dari guild
Mata Angin, saya rasa ini akan berbahaya jika beberapa guild besar mengetahuinya.”
Reynal tentu memberitahukan pada ketua Remi dan tetua
Fengtian bahwa sumber daya dan harta yang Akademi Beladiri dapatkan dari
jarahan guild Mata Angin termasuk banyak dan sangat berharga. Setidaknya
beberapa guild dan Akademi perguruan bintang 3 akan berusaha untuk
mendapatkannya.
“Tenang saja, saya secara pribadi akan mengantarnya ke sana
sementara tetua Fengtian akan menjaga disini” ucap ketua Remi sambil mengelus
salah satu senjata ditangannya.
__ADS_1
Reynal memgangguk sebelum menghilang di udara, secara ia
tidak menghilang namun kecepatannya yang sangat cepat membuat tidak satupun
yang mampu melihatnya. Ini karena selain Reynal mengaktifkan sihir kecepatan,
ia juga telah berhasil menerobos tingkat Semesta lapisan awal membuat
kecepatannya sangat cepat.
Ketua Remi dan tetua Fengtian hanya bisa saling pandang dan
tersenyum masam melihat kepergian Reynal.
~~
Disisi lain dekat ibu kota kekaisaran, tepatanya pada markas
guild Mata Angin telah terjadi keributan besar. Keributan ini tidak lain
disebabkan oleh banyaknya koneksi jiwa yang terputus anggota guild Mata Angin. Koneksi
jiwa yang terputus merupakan tanda bahwa jiwa mereka telah disegel ataupun jiwa
mereka tidak lagi berada di dunia ini atau dengan kata lain telah tewas.
adalah milik pasukan guild Mata Angin yang diutus untuk merebut wilayah kota
Air Biru dari Akademi Beladiri. Banyak diantaranya adalah tetua guild yang
memiliki kekuatan yang kuat.
Lebih dari itu 7 dari 9 tetua dewa juga ikut dalam pasukan
tersebut dan seluruh koneksi jiwa mereka telah terputus. Kerugian ini juga
diperbesar karena tiga tetua dewa yang tewas merupakan pendekar dewa hebat yang
dimiliki oleh Guild, salah satunya adalah tetua Siu.
Kerugian ini membuat pemimpin guild Mata Angin melakukan
pertemuan kembali dengan para tetua yang tersisa. Antara marah dan sedih yang
mereka rasakan saat ini membuat beberapa tetua juga kehilangan kesabaran dan
ingin segera menyerbu kota Air Biru.
“Pemimpin guild, sebaiknya kita melakukan serangan balas
__ADS_1
dendam terhadap anggota guild kita yang telah tewas. Selain kehilangan anggota
hebat kita juga akan kehilangan reputasi baik diantara para guild besar dibawah
kekaisaran.” Salah satu tetua Dewa yang tersisa disana memandang pemimpin
guild.
Adapun pemimpin guild sepenuhnya tidak setuju dengan
pemikiran tetua, “tetua, kondisi kita saat ini tidak memungkinkan untuk memberi
serangan balas. Bagaimanapun juga kekuatan dari Akademi Beladiri yang mampu
membunuh tetua Siu tidak mampu kita hadapi saat ini kecuali dengan bantuan
kekaisaran Humanie.
Selain itu, jika kita menyerang mereka dengan terburu- buru
maka yang ada nantinya kita akan menerima kerugian yang besar. Saat ini
kekuatan kita telah jauh menurun dan saya tidak ingin mengalami kerugian yang
sama.” Pemimpin guild mengambil tindakan tegas dengan melarang melakukan
serangan balasan.
Para tetua yang tersisa terlihat sedikit kecewa namun apa
daya yang dapat mereka lakukan karena pemimpin guildlah yang memiliki wewenang
untuk memutuskan.
“Saya tahu kita semua ingin melakukan serangan balasan namun
saya harus menghubungi pihak kekaisaran terlebih dahulu, jika kita bisa
mendapatkan bantuan mereka maka saya akan secara pribadi memimpin barisan depan
untuk membalas dendam pada Akademi Beladiri.
Menurutnya Akademi Beladiri pembuat masalah, ia dan guild
yang telah susah payah berkembang kini mengalami penurunan akibat Akademi
Beladiri. Ia sangat menyalahkan Akademi Beladiri yang tetap bersikukuh
mempertahankan kota Air Biru.
__ADS_1