Dark Game

Dark Game
19


__ADS_3

Reynal ingin menghentikan Eliza namun ia tahu jika Eliza


akan semakin kesal jika dirinya mengikutinya. Sebab itu Reynal memilih untuk


menyelesaikan urusannya disana lalu kemudian bertemu dengan ketua Remi.


“Kondisi dari tetua Yin Yang telah hampir pulih! Tunggu


beberapa hari lagi maka kondisinya akan stabil dan ia mungkin akan segera


sadar” Jawab ketua Remi.


Reynal sebelumnya bertanya pada ketua Remi mengenai kondisi


dari tetua Yin Yang. Ia khawatir pada tetua tersebut. Bagaimanapun tetua Yin


Yang telah banyak membantunya dan Akademi Beladiri.


“Boleh saya menemuinya? Saya hanya ingin melihat kondisinya”


pinta Reynal.


Ketua Remi berpikir sejenak sebelum mengangguk pelan. “Ikuti


saya!”


Reynal kemdian mengikuti wanita itu, mereka berdua menuju


salah satu tempat paling rahasia di Akademi Beladiri. Itu berada di pusat atau


di tengah – tengah kediaman 10 legenda.


Ketua Remi membuka pelan pintu berwarna merah yang menjadi


tempat dimana tetua Yin Yang dirawat oleh 10 legenda. Wanita itu kemudian


memasuki celah pintu yang sedikit lebar itu diikuti oleh Reynal di belakangnya.


Keduanya kemudian melihat didalam ruangan itu terdapat 10


legenda yang tengah bermeditasi melingkar dengan tetua Yin Yang berada di


tengah mereka seolah membentuk semacam formasi sihir yang sangat kuat.


“Jangan ganggu para legenda! Mereka sedang menggunakan


energi mereka untuk menyembuhkan tetua Yin Yang.” Ketua Remi memperingatkan.


Reynal mengangguk pelan, ia kini terfokus pada aliran energi


yang dikeluarkan oleh para legenda. Ia jelas dapat merasakan beberapa dari


mereka telah sangat dekat dengan tingkatan Dewa Bumi dari pancaran aura yang


mereka miliki.


“Jika 10 legenda tidak menggunakan energi mereka terus-

__ADS_1


menerus untuk menyembuhkan tetua Yin Yang maka kemungkinan 2 atau 3 dari mereka


telah menjadi pendekar dewa bumi lapisan awal.” Kata Reynal dalam hatinya.


Reynal menunggu selama setengah jam disana, namun karena


para legenda terlihat sangat focus sehingga Reynal tidak berniat untuk


mengganggu mereka. Ia kemudian pergi dari sana.


“Sudah beberapa minggu saya pergi dari guild Raja Nirwana!


Saya harus kembali hari ini juga agar mereka tidak curiga”


Reynal kemudian bergegas menuju ruangan ketua Remi. Ia ingin


berpamitan namun disana kebetulan ada Eliza yang sedang memberikan laporannya


pada ketua Remi.


“Eh Reynal, ada apa?” Ketua Remi sedikit terkejut.


“Saya akan kembali ke guild Raja Nirwana hari ini!”


“Begitu cepat? Kau tidak ingin menunggu tetua Yin Yang


sadar?”


“Tidak, ketua Jacson pasti telah mencariku saat ini. Jika


Ketua Remi mengganguk pelan, “Ku kira kau membutuhkan


seorang yang dapat membantumu mengurus jaringanmu itu, apa kau telah


mendapatkannya?”


Reynal menggeleng beberapa kali, “Tidak untuk saat ini. Tapi


Eliza telah memberi saran bagus, mungkin akan saya coba”


Ketua Remi melirik Eliza, lalu kemudian ia tertawa kecil


melihat ekspresi Eliza yang sedikit berubah. Ia membuka mulutnya, “Saya


memiliki seorang yang mungkin bisa membantumu, tapi saya tidak yakin jika dia


akan menerimanya. Dia cukup kompeten dan juga ia seorang perempuan yang kuat!”


“Oh siapa itu?” tanya Reynal penasaran. Ia mengetahui tidak


banyak perempuan di Akademi Beladiri. Dan mereka rata- rata adalah seorang


tetua yang kuat.


Ketua Remi tidak langsung menjawab, ia menoleh kearah Eliza


lalu berkata “Eliza, beberapa bulan kedepan tugasmu akan sementara diambil alih

__ADS_1


oleh wakilmu! Kau bisa mengikuti Reynal dan membantunya”


Sontak saja ucapan ketua Remi membuat Eliza maupun Reynal


menganga terkejut. Reynal dengan cepat berkata “Ketua Remi, sepertinya Eliza


tidak mau menerimanya! Lagipula saya tidak ingin merepotkannya, urusan ini


sangat sulit”


Namun kemudian Eliza membalas dengan nada yang tajam sambil


sesekali berteriak, “Hei apa kau pikir pekerjaanmu itu sulit buatku? Hpmh!


Ketua Remi, saya setuju dengan tugas yang anda berikan. Saya ingin membuktikan


kepada pria yang tidak memiliki rasa ini bahwa saya dapat diandalkan!”


“Siapa yang ingin menerimamu? Saya justru lebih memilih


putri Rose daripada kamu-” Seketika ucapan Reynal dihentikan oleh Ketua Remi.


Namun ketua Remi menyadari dirinya terlambat sebab Reynal telah mengucapkan


kalimat yang membuat Eliza menjadi sangat marah.


Eliza kini gemetar karena sangat marah akibat perkataan


Reynal padanya. Ia tanpa sadar mengaktifkan aura Golem Lava miliknya. “Kau,


matilah!” Eliza sangat marah hingga ia tanpa sadar mendorong Reynal menggunakan


kekuatannya. Namun Reynal dengan sigap menahan serangan tersebut.


Ketua Remi berbisik pada Reynal, “Kau telah berbuat


kesalahan 2 kali yang sangat kramat bagi perempuan! Pertama, perempuan tidak


suka disbanding- bandingkan dengan perempuan yang lain apalagi jika itu adalah


orang yang tidak ia sukai. Dan kedua kau telah menahan serangan Eliza yang


membuatnya semakin marah!”


“Ketua Remi, apa yang harus saya lakukan kalau begitu?”


“Saya tidak tahu! Lebih baik kau keluar dari ruangan ini


jika tidak maka Eliza akan menghancurkan ruangan ini. Kau tahukan apa yang akan


terjadi jika ruangan saya hancur?!”


Reynal seketika merinding mendengar peringatan Ketua Remi. Ia


dengan cepat pergi dari sana dan di kejar oleh Eliza yang masih memiliki


kemarahan yang meluap- luap.

__ADS_1


__ADS_2