
Setelah itu Reynal segera meninggalkan ruangan pertemuan istana dan beristirahat dikamarnya, mengenai membantu kerajaan Night, itu hanyalah sebuah tipuan baginya. Apa yang tidak diketahui oleh kerajaan Night adalah Reynal telah mengirimkan informan Akademi Beladiri dan membuat pengaturan untuk pertempuran besok.
“Saya yakin guild Seribu Racun tidak akan bertindak serius untuk menghadapi masalah ini. Bagi mereka selama hutan Beracun dan sumber daya mereka tidak direnggut oleh pihak lain maka mereka tidak akan serius melakukannya” Reynal tersenyum tipis, bagi guild Seribu Racun manfaat adalah hal yang nyata.
“Tapi mereka menghormati Hell Memoth, tentu saja mereka akan mengirimkan beberapa pendekar dewa bersama dengan ratusan pendekar Semesta. Jika mereka tidak mengirimkannya maka Hell Memoth akan menganggap guild Seribu Racun tidak mendengarkan perintah lagi.”
Pagi hari kemudian datang, seorang tetua datang mengetuk pintu. Tetua tersebut membawakan berita jika rombongan guild Seribu Racun telah tiba diistana dan mereka menunggu Reynal.
“Baiklah, saya akan keluar beberapa menit lagi! Pastikan setelah saya keluar semua persiapan penyerangan telah selesai. Jika satupun terlewatkan maka kepalamu adalah bayarannya” ucap Reynal.
Tetua itu gemetar ketakutan mendengarkan ancaman Reynal, ia segera berlari menyiapkan persiapannya tanpa sedikitpun kesalahan. Bersamaan dengan selesainya persiapan, Reynal tiba di aula istana.
__ADS_1
Ia memandang persiapannya lalu mengangguk puas kearah tetua tersebut. Lalu berkata, “Hanya dalam 15 menit, anda berhasil membuat persiapan yang besar ini. Saya menawarkan anda untuk menjadi tetua harian di faksi Black King, Hell Memoth!”
Tetua itu menjadi bersemangat, ia bersujud di hadapan Reynal dan berjanji akan melakukan yang terbaik. Namun tidak ada yang menyangka jika di balik itu semua, Reynal memiliki maksud yang sangat licik.
“Tetua ini merupakan mentri paling kompeten yang ada di kerajaan Night! Saya dapat menjadikannya kambing hitam disaat yang tepat!” kekeh Reynal dalam hatinya.
Mereka kemudian berangkat bersama dipimpin oleh Reynal, kerajaan Night membawa 10 pendekar dewa, 100 pendekar Semesta dan 2 ribu pendekar Galaksi. Perlu diketahui jika kerajaan Night hanya memiliki 30 an pendekar dewa serta hanya kurang dari 500 pendekar saja. Ini menunjukkan jika Kerajaan Night menganggap serius peperangan hari ini.
“Yang terkuat dari 15 pendekar dewa ini hanyalah lapisan empat. Sisanya hanyalah pendekar dewa lapisan awal” Reynal tersenyum tipis, dugaannya tidak meleset.
“Tuan Black King, informan kita mengatakan jika saat ini Akademi Beladiri telah berhasil mendapatkan 5 kota besar lainnya. Mereka hanya membutuhkan 1 kota besar lagi untuk berhasil membuat sebuah wilayah distrik” ucap seorang pendekar dewa lapisan yang juga merupakan jendral besar yang setara dengan jendral Kambing dan Macan.
__ADS_1
Reynal mengangguk, “Baiklah kita akan bergegas menuju kota terdekat dari wilayah invansi mereka! Kita akan menghabat mereka disana.”
Mereka kemudian bergerak dengan cepat menuju tempat yang telah ditunjukkan. Namun karena jarak yang cukup jauh membuat mereka baru saja sampai ketika pasukan Akademi Beladiri telah berhasil menguasai kota.
“Uh sial, kita terlambat” Jendral besar itu meraung kesal. Ia kemudian menoleh pada Reynal yang masih tenang. “Tuan mengapa kita tidak segera menyerang mereka? Mereka telah berhasil menaklukkan kota itu berarti mereka dalam posisi yang lemah, kita bisa memanfaatkan kondisi seperti ini”
Tatapan Reynal berubah tidak ramah, “Apakah kau mencoba untuk mengajariku? Hmph! Saya akan memaafkanmu kali ini karena kita akan bertempur tapi di masa depan jangan coba untuk menanyakan seperti itu!”
Reynal sangat marah, walau ia benar- benar tidak berniat untuk membantu mereka namun sang jendral itu terlihat seperti ingin membuat mereka semua masuk ke dalam lubang kematian. Tetua Parsi dengan mudah menaklukkan kota ini bahkan dapat dikatakan itu tanpa perkelahian yang berarti.
Ini artinya mereka tidak dalam kelelahan, serta walau tetua Parsi hanyalah seorang pendekar dewa lapisan 4, namun ia memiliki aura yang merepotkan, Bahkan Reynal tidak ingin menghadapinya secara langsung.
__ADS_1
Reynal dapat melihat keheranan dan kebingungan di mata para pasukan, sebab itu ia segera menjelaskan beberapa alasan yang terlihat logis yang menahannya untuk tidak menyerang.